Aug 25, 2026
Nasional

Prabowo Setujui Penambahan 500 Sumur Bor dan 500 APD untuk Karhutla Sumsel

Presiden Prabowo setujui penambahan 500 sumur bor dan APD untuk penanganan karhutla di Sumsel. Pengiriman akan dilakukan dalam 2-3 hari.]]>

Prabowo Setujui Penambahan 500 Sumur Bor dan 500 APD untuk Karhutla Sumsel

Prabowo Setujui Penambahan 500 Sumur Bor dan 500 APD untuk Karhutla Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menyetujui proposal penambahan 500 unit sumur bor dan 500 Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengatasi masalah Kabut Asap (Karhutla) yang melanda wilayahnya. Penegasan ini disampaikan Herman setelah bertemu dengan Prabowo di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Tadi pagi saya bertemu dengan Pak Prabowo di Jakarta. Beliau sangat prihatin dengan kondisi Sumsel terkait bencana karhutla. Beliau langsung menyetujui proposal kami untuk penambahan 500 sumur bor dan 500 APD," ujar Herman Deru dalam konferensi pers yang diadakan di Palembang, Rabu (15/11).

Kondisi Darurat Karhutla di Sumsel

Sumatera Selatan memang tengah menghadapi kondisi darurat akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sejak awal September lalu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa wilayah di Sumsel mencapai angka yang sangat tidak sehat bahkan berbahaya. Beberapa kabupaten seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim termasuk wilayah yang paling terdampak.

"Kondisi udara di beberapa titik di Sumsel memang sudah sangat memprihatinkan. ISPU di beberapa wilayah bahkan mencapai angka 700-an yang berarti sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kita harus segera mengambil langkah-langkah preventif dan mitigasi," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ahmad Yani.

Program Sumur Bor untuk Penanggulangan Karhutla

Program penambahan sumur bor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Menurut Herman Deru, sumur bor akan ditempatkan di titik-titik rawan kebakaran yang membutuhkan pasokan air.

"Kebakaran hutan dan lahan biasanya terjadi di area yang sulit diakses oleh kendaraan pemadam kebakaran. Dengan adanya sumur bor, kita bisa menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan titik api sehingga respons penanggulangan bisa lebih cepat," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah memasang sekitar 300 unit sumur bor di berbagai titik rawan kebakaran. Dengan penambahan 500 unit lagi, total jumlah sumur bor di Sumsel akan mencapai 800 unit. Selain itu, pemerintah juga akan menambah beberapa unit mobil pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan kapasitas air lebih besar.

APD untuk Perlindungan Petugas Penanggulangan

Sementara itu, penambahan 500 unit APD bertujuan untuk melindungi petugas penanggulangan bencana yang bekerja di tengah asap tebal. APD yang akan disediakan meliputi masker N95, helm dengan visor, sarung tahan panas, sepatu boots, dan jaket pelindung khusus.

"Petugas kita bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya. Asap yang tebal mengandung berbagai partikel berbahaya yang bisa merusak paru-paru. Dengan adanya APD yang memadai, kita bisa mengurangi risiko kesehatan mereka," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. Rahmad Yunus.

Ia menambahkan bahwa selain APD, pemerintah juga akan menyediakan layanan kesehatan rutin untuk para petugas yang terlibat dalam penanggulangan karhutla. "Kita akan membuka posko kesehatan di beberapa titik dan juga menyediakan obat-obatan untuk mengatasi gejala dampak asap," jelasnya.

Upaya Mencegah Kebakaran Lahan

Selain penanganan darurat, pemerintah Sumsel juga intensif melakukan upaya pencegahan kebakaran lahan. Beberapa program yang sedang dijalankan antara lain sosialisasi bahaya kebakaran lahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta program penanaman pohon di lahan-lahan kosong.

"Kita juga bekerja sama dengan perkebunan dan perhutanan untuk melakukan patroli rutin di area-area rawan. Jika ada ditemukan titik api, kita bisa segera menanggulanginya sebelum berkembang menjadi kebakaran besar," sebut Kepala Dinas Perkebunan dan Perhutanan Sumsel, Budi Santoso.

Respons Masyarakat

Masyarakat Sumsel memberikan respons positif atas langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurut warga Palembang, Siti Aminah, penambahan sumur bor dan APD sangat diperlukan untuk mengatasi masalah karhutla yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Semoga dengan penambahan ini masalah karhutla bisa segera terselesaikan. Udara yang sehat adalah hak kita semua. Terima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Herman Deru yang peduli dengan masalah ini," ujarnya.

Sementara itu, aktivis lingkungan, Ahmad Fauzi, mengapresiasi langkah yang diambil namun tetap mengingatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan jangka panjang. "Penambahan sumur bor dan APD itu bagian dari mitigasi darurat. Tapi kita butuh solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penegakan hukum yang tegas," tegasnya.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan masalah karhutla di Sumatera Selatan dapat segera diatasi dan kualitas udara di wilayah tersebut kembali normal. Pemerintah daerah berjanji akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program penanggulangan karhutla berjalan efektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User