Sep 19, 2026
Nasional

Prabowo Desak BRICS Fokus Tangani Bencana dan Krisis Iklim

Di tengah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang megah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa pesan penting yang menggugah nu

Prabowo Desak BRICS Fokus Tangani Bencana dan Krisis Iklim

Di tengah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang megah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa pesan penting yang menggugah nurani para pemimpin dunia. Indonesia secara tegas mengingatkan bahwa aliansi ekonomi terbesar negara-negara berkembang ini tidak boleh hanya berkutat pada isu perdagangan, investasi, dan de-dolarisasi semata. Ada ancaman nyata yang jauh lebih mendesak di depan mata: krisis iklim global dan ancaman bencana alam yang kian mematikan.

Kehadiran Indonesia di panggung BRICS bukan sekadar untuk memperluas jejaring diplomasi ekonomi, melainkan untuk menyuarakan keresahan negara-negara berkembang di kawasan Selatan Global (Global South) yang kerap menjadi korban paling rentan dari kerusakan lingkungan hidup.

Melampaui Ambisi Pertumbuhan Ekonomi

Dalam pidatonya di hadapan para kepala negara, Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas ekonomi tidak akan pernah tercapai tanpa adanya ketahanan lingkungan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia merasakan langsung dampak buruk dari perubahan iklim yang ekstrem—mulai dari kenaikan permukaan air laut, gelombang panas, hingga pola cuaca yang tak menentu dan mengancam ketahanan pangan nasional.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan menjadi sia-sia jika fondasi kehidupan masyarakat kita terus tergerus oleh bencana iklim yang berulang. BRICS harus memimpin dengan aksi nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas."

Pernyataan tersebut menjadi sorotan tajam karena selama ini forum-forum multilateral kerap terjebak dalam perdebatan geopolitik dan instrumen keuangan global. Prabowo mengajak seluruh anggota BRICS untuk mendefinisikan ulang prioritas pembangunan mereka agar selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Tuntutan Konkret untuk Solidaritas Global

Indonesia mendorong agar blok BRICS mampu menghasilkan mekanisme pendanaan hijau dan transfer teknologi yang adil bagi negara-negara berkembang. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menggarisbawahi beberapa poin penting yang perlu segera ditindaklanjuti bersama:

  • Akses Pendanaan Iklim yang Adil: Mendorong bank pembangunan BRICS (NDB) untuk mengalokasikan porsi pembiayaan yang lebih besar bagi proyek mitigasi dan adaptasi bencana iklim.
  • Transfer Teknologi Hijau: Memastikan negara berkembang tidak hanya menjadi konsumen teknologi energi bersih, tetapi juga dilibatkan dalam proses alih teknologi dan inovasi.
  • Kolaborasi Penanggulangan Bencana: Membentuk jaringan tanggap darurat dan peringatan dini berbasis teknologi antarsesama negara anggota.

Komitmen Nyata Pembangunan Berkelanjutan

Seruan Presiden Prabowo ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam diplomasi internasional. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berupaya menyeimbangkan antara ambisi industrialisasi dan hilirisasi dengan komitmen pengurangan emisi karbon. Prabowo meyakini bahwa masa depan perekonomian dunia terletak pada kemampuan negara-negara untuk bertransisi menuju energi terbarukan tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat kecil.

Dengan membawa isu bencana iklim ke panggung utama BRICS, Indonesia membuktikan komitmennya sebagai jembatan dialog global sekaligus motor penggerak keadilan iklim bagi seluruh negara berkembang.

Indonesia mendesak negara-negara anggota BRICS untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan membangun solidaritas nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana alam global. Simak poin penting diplomasi Indonesia selengkapnya di artikel kami!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User