Sep 20, 2026
Hukum

Polisi Prancis Tangkap Saudara Kandung Aktivis Assa Traore

Kabar mengejutkan datang dari wilayah Seine-Saint-Denis, pinggiran Paris, Prancis. Aparat kepolisian setempat berhasil mengamankan seorang pria berusia 35

Polisi Prancis Tangkap Saudara Kandung Aktivis Assa Traore

Kabar mengejutkan datang dari wilayah Seine-Saint-Denis, pinggiran Paris, Prancis. Aparat kepolisian setempat berhasil mengamankan seorang pria berusia 35 tahun yang merupakan saudara kandung dari aktivis terkemuka Assa Traore dan almarhum Adama Traore. Pria tersebut ditangkap setelah menjadi target surat perintah pencarian orang dan sempat mencoba mengelabui petugas di lapangan.

Penangkapan ini langsung menyita perhatian publik Prancis mengingat profil keluarga Traore yang selama bertahun-tahun menjadi figur sentral dalam berbagai gerakan protes sosial serta perdebatan mengenai reformasi kepolisian di negara tersebut.

Kronologi Penangkapan dan Percobaan Kabur

Berdasarkan laporan penegak hukum, operasi penangkapan berlangsung secara dinamis ketika petugas mencurigai gerak-gerik pelaku di kawasan Seine-Saint-Denis. Berikut rangkaian peristiwa penangkapan tersangka:

  1. Identifikasi Sasaran: Petugas kepolisian mendeteksi keberadaan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian berkat adanya mandat de recherche (surat perintah pencarian).
  2. Upaya Pemalsuan Identitas: Saat dicegat dan dimintai dokumen oleh petugas, pria berusia 35 tahun ini mencoba mengelabui aparat dengan menggunakan identitas palsu (usurpation d'identité).
  3. Percobaan Melarikan Diri: Menyadari kebohongannya mulai terendus polisi, pelaku langsung berupaya melarikan diri secara fisik dari lokasi pemeriksaan.
  4. Pengamanan Tersangka: Aparat dengan sigap melumpuhkan dan membekuk pelaku sebelum berhasil menjauh, kemudian membawanya langsung ke kantor polisi untuk proses penahanan.
"Pelaku sempat menggunakan nama orang lain dan berusaha kabur dari kejaran petugas sebelum akhirnya berhasil diamankan ke ruang tahanan sementara," ungkap keterangan sumber kepolisian setempat.

Catatan Kriminal Panjang dan Permintaan Khusus

Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa pria yang bersangkutan bukanlah sosok baru dalam sistem peradilan pidana Prancis. Tersangka tercatat telah memiliki riwayat kejahatan yang cukup panjang di masa lalunya.

  • 18 Kali Vonis Pidana: Tersangka telah menerima sedikitnya 18 hukuman vonis berkekuatan hukum tetap atas berbagai kasus sebelumnya.
  • Kasus Pemerasan: Dari total catatan vonis tersebut, 5 kasus di antaranya terkait tindak pidana pemerasan (extorsion).
  • Status Hukum Terkini: Tersangka kini menghadapi dakwaan baru terkait pemalsuan identitas dan percobaan melarikan diri dari aparat berwenang.

Menariknya, saat menjalani masa penahanan dan hak-hak dasarnya dibacakan, tersangka secara khusus meminta aparat untuk mengabari saudari kandungnya, Assa Traore. Nama Assa Traore sendiri sangat dikenal di Prancis sebagai juru bicara komite keadilan untuk Adama Traore dan memiliki kedekatan politik dengan partai sayap kiri, La France Insoumise (LFI).

Sorotan Publik dan Proses Hukum Selanjutnya

Keluarga Traore mulai dikenal luas pasca tewasnya Adama Traore di dalam tahanan kepolisian pada tahun 2016 silam. Insiden tersebut memicu gelombang demonstrasi anti-kekerasan polisi yang berkepanjangan di seluruh Prancis. Sejak saat itu, setiap perkembangan hukum yang melibatkan anggota keluarga tersebut kerap menjadi perbincangan hangat di panggung politik nasional.

Kini, pihak kejaksaan tengah mempersiapkan berkas perkara guna menentukan apakah tersangka akan langsung disidangkan melalui jalur cepat atau menjalani pemeriksaan investigasi tambahan. Penegak hukum memastikan seluruh proses penanganan perkara akan berjalan sesuai aturan pidana umum yang berlaku tanpa perlakuan khusus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User