Sep 19, 2026
Nasional

Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU di Seluruh Indonesia

Langkah Indonesia menuju kemandirian energi kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa penyaluran bahan bakar naba

Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU di Seluruh Indonesia

Langkah Indonesia menuju kemandirian energi kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa penyaluran bahan bakar nabati jenis biosolar dengan bauran minyak sawit 50 persen atau Biodiesel B50 kini telah menjangkau sebanyak 6.050 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai pelosok Tanah Air.

Pencapaian fantastis ini menandai bahwa tingkat implementasi program B50 di tingkat nasional sudah menyentuh angka 94 persen. Akselerasi distribusi ini sekaligus membuktikan kesiapan infrastruktur logistik dan komitmen Pertamina dalam menghadirkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk masyarakat luas.

Langkah Nyata Menuju Kemandirian Energi Hijau

Penerapan bahan bakar B50 merupakan kelanjutan dari program bauran energi sebelumnya yang sukses menekan ketergantungan impor solar mentah. Melalui formulasi 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dan 50 persen minyak solar murni, bahan bakar ini diproyeksikan mampu memangkas emisi karbon sekaligus menghemat devisa negara dalam jumlah signifikan.

"Realisasi distribusi yang kini menembus lebih dari enam ribu SPBU menunjukkan keseriusan kami dalam mendukung transisi energi hijau. Kami memastikan keandalan pasokan dan standar mutu tetap terjaga prima dari kilang hingga ke tangki kendaraan konsumen," ungkap perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resminya.

Kesiapan ini tentu bukan pekerjaan semalam. Pertamina telah melakukan serangkaian uji teknis komprehensif bersama berbagai pemangku kepentingan guna menjamin performa mesin diesel kendaraan tetap optimal, efisien, dan aman saat mengonsumsi bahan bakar B50.

Infrastruktur Andal dan Target Distribusi Penuh

Keberhasilan mendistribusikan B50 hingga ke pelosok kepulauan Indonesia ditopang oleh kesiapan terminal bahan bakar minyak (TBBM), armada kapal tanker pengangkut, hingga tangki penyimpanan khusus di setiap titik pangkalan penyalur. Beberapa poin strategis dari pencapaian program ini antara lain:

  • Cakupan Luas: Sebanyak 6.050 SPBU aktif melayani pengisian B50 bagi kendaraan niaga maupun pribadi.
  • Realisasi Tinggi: Capaian nasional telah mencapai 94 persen dan ditargetkan segera rampung 100 persen.
  • Dukungan Sektor Domestik: Meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit dalam negeri dan memberdayakan petani sawit lokal.
  • Reduksi Polusi: Menurunkan jejak emisi gas rumah kaca secara nyata di sektor transportasi darat.

Dengan sisa target sekitar 6 persen yang terus dikebut, Pertamina optimis seluruh jaringan SPBU yang ditargetkan bakal segera rampung melayani pengisian B50 secara merata dalam waktu dekat.

Dampak Ekonomi dan Masa Depan Otomotif

Kehadiran B50 tidak hanya berdampak positif bagi neraca perdagangan energi nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi komoditas sawit domestik. Di sisi lain, para pabrikan otomotif dan pelaku industri transportasi menyambut baik kepastian standar mutu yang digulirkan Pertamina, sehingga kekhawatiran terkait perawatan mesin dapat diminimalkan melalui panduan teknis yang jelas.

Langkah berani ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pelopor global dalam pemanfaatan bahan bakar nabati tingkat tinggi untuk kendaraan bermotor.

Capaian implementasi biosolar B50 kini telah mencapai 94% secara nasional. Inisiatif ini memperkuat kemandirian energi nasional berbasis kelapa sawit sekaligus menekan emisi karbon. Simak rincian lengkap distribusinya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User