Siapa sangka, sebuah kesalahan cetak yang tidak disengaja lebih dari satu abad lalu justru melahirkan salah satu benda koleksi paling diburu dan paling berharga di muka bumi. Dunia filateli baru saja mencatat sejarah luar biasa ketika selembar perangko kuno langka asal Amerika Serikat terjual di balai lelang dengan harga fantastis, menjadikannya perangko termahal dalam sejarah negara tersebut.
Kisah legendaris ini bermula pada bulan Mei 1918 di Washington D.C., ketika seorang juru tulis bank sekaligus kolektor amatir bernama William T. Robey mendatangi kantor pos setempat. Niat awalnya sangat sederhana, yakni membeli lembaran perangko pos udara edisi perdana bernilai nominal 24 sen. Namun, transaksi biasa senilai 24 dolar AS untuk 100 keping perangko tersebut berujung pada penemuan 'harta karun' yang mengubah dunia koleksi perangko selamanya.
Kronologi Lahirnya Sang Legenda: Inverted Jenny
Saat menerima lembaran perangko tersebut dari petugas loket, Robey langsung menyadari keanehan visual yang sangat mencolok. Gambar pesawat biplan Curtiss JN-4HM—yang akrab dijuluki 'Jenny'—tercetak terbalik di dalam bingkai merahnya. Perangko cacat ini kemudian dikenal di seluruh dunia dengan sebutan legendaris Inverted Jenny.
- 10 Mei 1918: Kantor pos Amerika Serikat meluncurkan perangko pos udara baru seharga 24 sen untuk memperingati layanan pos udara reguler pertama.
- 14 Mei 1918: William T. Robey membeli satu-satunya lembaran utuh berisi 100 perangko dengan gambar pesawat terbalik di loket pos Washington D.C.
- 20 Mei 1918: Menyadari nilai kelangkaannya, Robey menjual lembaran 100 perangko tersebut kepada seorang dealer seharga 15.000 dolar AS, keuntungan yang luar biasa besar pada masanya.
- Era Modern: Lembaran tersebut kemudian dipecah menjadi blok-blok kecil dan kepingan tunggal, dengan kondisi fisik serta warna yang terus dijaga oleh para kolektor kelas kakap.
"Kesalahan cetak pada Inverted Jenny bukan sekadar cacat pabrik, melainkan simbol lahirnya era pos udara modern sekaligus puncak impian setiap kolektor di dunia," ungkap juru bicara balai lelang.
Pecahkan Rekor Dunia di Balai Lelang
Lebih dari seratus tahun berselang, salah satu spesimen keping tunggal terbaik dari perangko Inverted Jenny dilepas ke meja lelang Robert A. Siegel Auction Galleries di New York. Persaingan sengit para penawar akhirnya mematok harga akhir menembus lebih dari 2 juta dolar AS (setara lebih dari Rp31 miliar), mencatatkan rekor tertinggi untuk penjualan satu keping perangko Amerika Serikat.
Tingginya harga ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Hanya ada 100 keping perangko Inverted Jenny yang pernah lolos dari pengawasan percetakan dan beredar ke publik.
- Kondisi spesimen yang dilelang masih mempertahankan warna asli yang cerah dan belum pernah ditempelkan atau terkena cap pos (mint condition).
- Reputasi historis yang melegenda di kalangan konglomerat dan pecinta sejarah pos dunia.
Kini, kisah pembeli biasa yang hanya bermodal 24 dolar di loket pos pada 1918 tetap menjadi bukti nyata bahwa keberuntungan dan ketelitian mata bisa mengubah benda sekecil perangko menjadi aset bernilai jutaan dolar.
Comments (0)