Wajah transportasi massal di Kota Hujan kini bersiap memasuki babak baru yang lebih modern dan tertata. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tancap gas menggenjot penataan infrastruktur transportasi publik dengan melanjutkan revitalisasi Terminal Bubulak sekaligus mematangkan langkah untuk membuka koridor anyar layanan bus Biskita Trans Pakuan. Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan mobilitas yang efisien serta upaya nyata mengurai simpul kemacetan yang kerap menghantui kawasan Bogor Barat dan sekitarnya.
Terminal Bubulak, yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pergerakan warga Bogor menuju pusat kota maupun kawasan Jabodetabek, memang sudah lama membutuhkan sentuhan pembenahan total. Kondisi fisik terminal yang sempat dikeluhkan warga kini mulai disulap menjadi kawasan yang jauh lebih bersih, aman, dan terintegrasi secara pintar dengan moda transportasi modern lainnya.
Transformasi Terminal Bubulak: Dari Kumuh Menjadi Modern
Pembenahan Terminal Bubulak tidak sekadar perbaikan superficial atau tambal sulam belaka. Pemkot Bogor mengalokasikan perhatian khusus untuk memoles seluruh fasilitas utama pendukung kenyamanan penumpang. Fokus pengerjaan mencakup perbaikan landasan bus yang berlubang, pengaspalan ulang area parkir armada, pembenahan saluran drainase untuk mencegah genangan air, hingga penataan ruang tunggu penumpang agar lebih layak dan ramah disabilitas.
Selain pembenahan fisik bangunan dan jalan, tata kelola pedagang di area terminal juga masuk dalam agenda utama penataan. Hal ini dilakukan agar terminal tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, melainkan juga menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal yang tertib dan nyaman bagi siapa saja yang melintas.
| Parameter Penataan | Kondisi Lama | Target / Kondisi Baru |
|---|---|---|
| Landasan & Jalan | Berlubang dan becek saat hujan | Pengaspalan mulus & drainase modern |
| Fasilitas Penumpang | Ruang tunggu terbatas & minim penerangan | Area tunggu terang, bersih, & ramah disabilitas |
| Integrasi Moda | Dominasi angkot konvensional tak teratur | Terhubung Biskita & angkot terintegrasi |
| Sistem Pembayaran | Mayoritas transaksi tunai | Penerapan penuh non-tunai (cashless) |
Perluasan Koridor Biskita Trans Pakuan
Sejalan dengan pembenahan Terminal Bubulak, jangkauan armada Biskita Trans Pakuan terus diperluas untuk melayani ceruk jalur potensial yang selama ini belum terlayani secara maksimal. Pembukaan koridor baru ini digadang-gadang akan menghubungkan Terminal Bubulak secara langsung ke pusat-pusat kegiatan warga, Stasiun Bogor, hingga kawasan perbatasan kota.
Skema Buy The Service (BTS) yang diusung Biskita terbukti sukses meningkatkan minat warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Dilengkapi armada ber-AC, kamera pengawas CCTV, serta kepastian jadwal melintas yang akurat, Biskita telah menetapkan standar baru layanan angkutan umum di Kota Bogor.
"Penataan Terminal Bubulak dan pembukaan koridor Biskita baru ini merupakan komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan transportasi massal yang berkualitas. Kami ingin transportasi umum bukan lagi menjadi pilihan kedua, melainkan gaya hidup utama warga Bogor karena aman, nyaman, dan terjangkau," ujar perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bogor.
Mengurai Kemacetan dan Menstimulasi Ekonomi Lokal
Langkah masif Pemkot Bogor ini diyakini bakal memberikan efek domino yang sangat positif. Dengan fasilitas terminal yang makin representatif dan ketersediaan armada Biskita yang teratur, angka penggunaan kendaraan pribadi di ruas jalan utama seperti Jalan KH Abdullah bin Nuh diperkirakan bakal menurun secara drastis.
Masyarakat kini memiliki alternatif transportasi yang jauh lebih efisien ketimbang harus menembus kemacetan dengan kendaraan pribadi. Ke depan, kawasan Terminal Bubulak diproyeksikan bakal tumbuh menjadi salah satu simpul Transit Oriented Development (TOD) penting yang mampu mendongkrak Perekonomian kawasan Bogor Barat secara berkelanjutan.
Comments (0)