Sep 19, 2026
Nasional

Pandeglang — Tim SAR Perluas Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Upaya pencarian terhadap satu unit speed boat yang mengangkut seorang jurnalis foto di perairan Selat Sunda kini resmi diperluas. Memasuki hari kedelapan o

Pandeglang — Tim SAR Perluas Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Upaya pencarian terhadap satu unit speed boat yang mengangkut seorang jurnalis foto di perairan Selat Sunda kini resmi diperluas. Memasuki hari kedelapan operasi, tim gabungan terus menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten, guna menemukan keberadaan korban yang dilaporkan hilang kontak sejak pekan lalu.

Kondisi cuaca ekstrem serta gelombang laut yang dinamis di perairan Selat Sunda menjadi tantangan utama bagi regu penyelamat. Meski demikian, penyisiran tetap diintensifkan dengan membagi armada laut ke dalam beberapa sektor strategis untuk memaksimalkan radius pencarian.

Kronologi Hilangnya Kontak Armada Laut

Peristiwa bermula saat kapal cepat tersebut bertolak untuk keperluan peliputan dokumentasi visual di kawasan konservasi dan aktivitas vulkanik. Berikut rangkaian kronologi peristiwa hingga operasi SAR resmi dibuka:

  1. Keberangkatan: Kapal motor bertolak dari dermaga lokal menuju perairan sekitar gugusan pulau Anak Krakatau pada pagi hari dengan membawa kru dan jurnalis foto.
  2. Hilang Kontak: Komunikasi radio dan sinyal pelacak mendadak terputus saat armada memasuki koordinat terbuka di tengah cuaca mendung tebal dan ombak tinggi.
  3. Laporan Resmi: Pihak keluarga serta rekan kerja melaporkan keterlambatan kepulangan kapal ke otoritas pelabuhan setempat setelah melewati batas waktu estimasi.
  4. Pengerahan Tim SAR: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten langsung mengaktifkan operasi darurat dan memberangkatkan armada penyelamat ke lokasi terakhir terpantau.

Kendala Lapangan dan Koordinasi Lintas Sektor

Operasi pencarian skala besar ini melibatkan sinergi dari Basarnas, Polairud Polda Banten, TNI Angkatan Laut, serta paguyuban nelayan lokal. Tim menggunakan kapal penyelamat KN SAR, perahu karet bermesin, serta dukungan pemantauan udara untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan serpihan kapal atau pelampung keselamatan.

"Kami memperluas radius penyisiran hingga mencapai puluhan mil laut ke arah barat daya dan selatan, mengikuti perkiraan pergerakan arus laut dan arah angin. Seluruh potensi SAR di pesisir Banten dan Lampung juga telah kami siagakan," ungkap perwakilan koordinator lapangan SAR.

Fokus Pemindaian dan Titik Kunci Operasi

Penyisiran kini tidak hanya terpusat pada titik koordinat awal saat kapal hilang kontak, melainkan diperlebar hingga mendekati perairan Lampung Selatan. Beberapa poin penting dalam operasi hari kedelapan ini meliputi:

  • Penyisiran Permukaan Laut: Memanfaatkan kapal patroli untuk menyisir jalur lintasan penyeberangan dan pulau-pulau kecil tak berpenghuni.
  • Pemanfaatan Teknologi Sonar: Menggunakan perangkat pendeteksi bawah air guna memindai kemungkinan anomali bangkai kapal di dasar laut.
  • Komunikasi Jejaring Nelayan: Menyebarkan informasi koordinat kapal kepada seluruh kapal niaga dan nelayan yang melintas agar segera melapor jika menemukan petunjuk.

Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut di sekitar Selat Sunda untuk tetap waspada terhadap cuaca buruk serta segera melaporkan informasi sekecil apa pun terkait tanda-tanda keberadaan korban kepada posko terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User