Sep 19, 2026
Hukum

Pakar Ungkap Kesalahan Fatal Pemula Saat Memulai Olahraga Rutin

Menjelang musim liburan atau awal tahun, semangat untuk kembali aktif berolahraga biasanya melonjak drastis. Banyak orang berbondong-bondong pergi ke pusat

Pakar Ungkap Kesalahan Fatal Pemula Saat Memulai Olahraga Rutin

Menjelang musim liburan atau awal tahun, semangat untuk kembali aktif berolahraga biasanya melonjak drastis. Banyak orang berbondong-bondong pergi ke pusat kebugaran atau mulai berlari di taman kota demi mengejar bentuk tubuh impian secara instan. Namun, antusiasme yang meluap-luap ini kerap membawa petaka jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar mengenai kesiapan tubuh kita.

Kinesiolog ternama, Emiliano Gallegos, mengingatkan bahwa kesalahan fatal yang paling sering dilakukan pemula maupun orang yang sudah lama absen berolahraga adalah memaksakan diri tanpa fase adaptasi bertahap. Menurutnya, tubuh manusia memerlukan waktu untuk menyesuaikan seluruh komponen fisiknya sebelum menerima beban kerja yang berat.

“Ada berbagai struktur penting di dalam tubuh yang harus beradaptasi terlebih dahulu terhadap beban latihan sebelum kita meningkatkan intensitasnya,” ujar Emiliano Gallegos dalam wawancaranya bersama LN+.

Utamakan Teknik Gerakan Dibandingkan Beban Berat

Sering kali kita melihat seseorang yang baru pertama kali kembali ke sasana langsung mencoba mengangkat barbel terberat atau berlari dengan kecepatan maksimal. Sikap terburu-buru ini dinilai sangat berisiko memicu cedera robekan otot, peradangan sendi, hingga gangguan ligamen yang justru menghentikan rutinitas olahraga dalam jangka panjang.

Gallegos menegaskan bahwa fokus utama pada masa awal latihan bukanlah seberapa berat beban yang mampu diangkat, melainkan bagaimana tubuh bergerak dengan benar. Kualitas gerakan menjadi kunci absolut agar latihan memberikan dampak positif tanpa merusak persendian.

“Hal yang paling penting di awal adalah teknik dari latihan tersebut, bukan seberapa berat bebannya. Penguasaan teknik yang benar adalah tameng utama agar terhindar dari cedera,” tegas sang spesialis.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengawali program dengan gerakan-gerakan dasar (basic bodyweight movements), memberi ruang bagi tubuh untuk mengenali pola gerak, dan baru perlahan-lahan meningkatkan level kesulitan secara personal sesuai kapasitas fisik masing-masing.

Evaluasi Kebiasaan dan Pola Latihan Progresif

Selain memperhatikan teknik, Gallegos juga menggarisbawahi perlunya penilaian awal sebelum menyusun jadwal olahraga. Pasalnya, kondisi tubuh setiap individu sangat dipengaruhi oleh usia, pola makan, tingkat stres, hingga riwayat aktivitas fisik harian.

Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan saat memulai kembali rutinitas olahraga:

  • Lakukan Evaluasi Mandiri: Kenali riwayat cedera lama, tingkat fleksibilitas tubuh, serta pola tidur dan kebiasaan sehari-hari.
  • Berikan Stimulus Kecil: Mulailah dengan intensitas rendah namun konsisten, sehingga tubuh dapat memulihkan diri dengan optimal setiap harinya.
  • Tingkatkan Bertahap (Progressive Overload): Tambah durasi, repetisi, atau beban secara bertahap saat tubuh sudah merasa nyaman dengan pola sebelumnya.
  • Dengarkan Sinyal Tubuh: Jangan abaikan rasa nyeri tajam pada sendi yang berbeda dengan rasa pegal otot alami (delayed onset muscle soreness).

Melalui konsistensi dan perencanaan yang terukur, Anda tidak hanya akan mendapatkan kebugaran fisik yang prima, tetapi juga menjaga tubuh tetap sehat dan bebas cedera dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User