New Jersey — Prancis Bantai Swedia 3-0, Deschamps Sesali Satu Hal

New Jersey, Beritaseputar.com — Tim nasional Prancis memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia di Stadion MetLife, Rab

Jul 18, 2026 - 14:37
0 0
New Jersey — Prancis Bantai Swedia 3-0, Deschamps Sesali Satu Hal

New Jersey, Beritaseputar.com — Tim nasional Prancis memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia di Stadion MetLife, Rabu dini hari WIB. Namun di balik pesta gol pada babak kedua, pelatih Didier Deschamps justru menyimpan satu penyesalan yang membuatnya tidak bisa tersenyum sepenuhnya.

Les Bleus memang tampil dominan secara statistik sejak menit awal, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum. Deschamps mengakui timnya seharusnya sudah bisa memastikan kemenangan jauh lebih awal.

“Babak pertama adalah penampilan terbaik kami dalam hal penguasaan bola dan penciptaan peluang, tapi kami terlalu boros,” ujar Deschamps dalam konferensi pers usai laga.

“Jika ingin melaju jauh di turnamen ini, kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Efisiensi adalah segalanya di fase gugur.”

Ledakan Babak Kedua

Setelah jeda, Prancis langsung menggebrak. Gol pembuka lahir pada menit ke-51 melalui aksi individu brilian Kylian Mbappé yang menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Swedia yang masih terpukul kembali kebobolan tujuh menit kemudian lewat sundulan Dayot Upamecano memanfaatkan sepak pojok Antoine Griezmann. Pesta ditutup oleh gol Olivier Giroud pada menit ke-78 setelah menerima umpan tarik Ousmane Dembélé.

Ketiga gol itu menegaskan perbedaan level antara kedua tim. Swedia, yang mengandalkan formasi 4-4-2 klasik, kesulitan menahan transisi cepat Prancis. Gelandang Eduardo Camavinga dan Aurélien Tchouaméni mengendalikan tempo permainan dengan total 87% akurasi operan, sementara trisula depan Mbappé-Giroud-Dembélé terus membombardir pertahanan Skandinavia dengan 22 tembakan sepanjang laga.

Po h2>Penyesalan yang Mungkin Berharga Mahal

Kekecewaan Deschamps bukan tanpa dasar. Prancis musim lalu tersingkir di perempat final Piala Eropa 2024 justru karena inefisiensi di depan gawang lawan. Saat itu, mereka kalah adu penalti oleh Swiss setelah hanya mencetak satu gol dari 26 percobaan. Kini, di turnamen yang lebih besar, Deschamps tahu bahwa timnya harus lebih klinis sejak menit pertama.

“Saya senang dengan hasilnya, tetapi tidak dengan prosesnya di 45 menit pertama,” lanjut Deschamps.

“Kami menciptakan lima peluang bersih sebelum istirahat, dan tidak ada yang menjadi gol. Itu tidak bisa diterima di level ini.”

Analis sepak bola Zinedine Zidane yang menjadi pandit tamu untuk siaran langsung menyoroti masalah yang sama. “Prancis punya segala senjata untuk menjadi juara, tetapi jika mereka masih membuang-buang peluang seperti ini, tim-tim seperti Brasil atau Argentina akan menghukum mereka,” tulis Zidane dalam kolomnya di media Prancis.

Mbappé Tetap Tenang

Kylian Mbappé yang mencetak gol pembuka sekaligus gol ke-45 bersama Les Bleus enggan larut dalam kritik. “Saya paham apa yang dimaksud pelatih. Tapi kami menang 3-0, jadi tidak ada alasan untuk terlalu khawatir. Kami akan terus bekerja,” ucap striker Paris Saint-Germain itu.

Kemenangan ini menempatkan Prancis di puncak Grup H dengan selisih gol yang nyaman, unggul dari Jamaika yang sebelumnya mengalahkan Arab Saudi 2-1. Laga selanjutnya, Prancis akan menghadapi Jamaika pada akhir pekan ini, dan Deschamps diyakini akan menekankan latihan penyelesaian akhir dalam sesi menjelang pertandingan itu.

Swedia Butuh Keajaiban

Bagi Swedia, kekalahan telak ini menjadi kenyataan pahit. Pelatih Janne Andersson mengakui timnya kalah kelas. “Prancis terlalu kuat untuk kami saat ini. Kami harus berjuang di dua laga sisa untuk mungkin lolos sebagai peringkat ketiga terbaik,” ujarnya.

Swedia kini wajib meraih poin maksimal dalam dua partai tersisa melawan Jamaika dan Arab Saudi jika ingin menjaga asa ke babak 16 besar. Tanpa pemain sekaliber Zlatan Ibrahimović yang sudah pensiun, lini depan mereka tumpul dan hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran ke gawang Mike Maignan.

Dengan kemenangan ini, Prancis mengirim pesan bahwa mereka serius memburu bintang ketiga. Namun penyesalan Deschamps menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang dan ruang untuk kesalahan semakin sempit di turnamen empat tahunan terbesar sejagat.

[TAGS]: Piala Dunia 2026, Timnas Prancis, Didier Deschamps, Kylian Mbappé, Swedia

[SOCIAL_TWEET]: Les Bleus berpesta gol di babak kedua, tapi Deschamps justru sesali satu hal. Baca selengkapnya: #PialaDunia2026 #Prancis #Deschamps

[SOCIAL_FB]: Didier Deschamps akui timnya terlalu boros di babak pertama meski akhirnya menang 3-0 atas Swedia. Penasaran apa penyesalannya? Simak laporan lengkap dari MetLife Stadium hanya di Beritaseputar.com. #PialaDunia2026 #FRA 3-0 #SWE

[SOCIAL_TG]: Prancis libas Swedia 3-0, tapi Deschamps tidak sepenuhnya puas. “Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya. Mbappé, Upamecano, dan Giroud jadi pencetak gol. #PD2026

[SOCIAL_THREADS]: Kemenangan 3-0 atas Swedia seharusnya jadi pesta sempurna, tapi Deschamps justru soroti satu kelemahan di babak pertama. Baca tuntas analisisnya di Beritaseputar.com #Prancis #PialaDunia2026 #Swedia

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User