Aug 25, 2026
entertainment

Momen Mengharukan Indra Priawan Memimpin Salat Jumat di Edmonton

Salju tipis masih memeluk jalanan Edmonton, Kanada, ketika azan Jumat berkumandang dari sebuah musala sederhana. Satu per satu jemaah berdatangan, melepas sepatu, lalu duduk bersila di atas karpet teb...

Momen Mengharukan Indra Priawan Memimpin Salat Jumat di Edmonton

Salju tipis masih memeluk jalanan Edmonton, Kanada, ketika azan Jumat berkumandang dari sebuah musala sederhana. Satu per satu jemaah berdatangan, melepas sepatu, lalu duduk bersila di atas karpet tebal. Siang itu, seorang pria muda melangkah pelan menuju mihrab. Tidak ada kamera besar, tidak ada sorot lampu. Hanya keheningan khidmat yang mengiringi langkah Indra Priawan Djokosoetono—suami aktris Nikita Willy—yang hari itu dipercaya menjadi imam salat Jumat.

Bagi jemaah yang hadir, momen itu terasa istimewa. Di negeri yang jauh dari tanah air, sosok yang selama ini dikenal lewat layar kaca dan pemberitaan hiburan tampil dalam wujud yang berbeda: seorang hamba yang berdiri memimpin doa. Takbir pertama dikumandangkan, dan ruangan kecil itu seketika dipenuhi kekhusyukan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Langkah Tenang Menuju Mihrab

Menjadi imam salat Jumat bukanlah perkara sederhana. Ada tanggung jawab besar di pundak sang imam: menjaga bacaan, memimpin gerakan, hingga memastikan kekhusyukan jemaah tetap terjaga. Indra menjalaninya dengan tenang. Suara bacaannya mengalun pelan namun tegas, mengisi setiap sudut ruangan yang siang itu dihuni para perantau dari Indonesia.

"Di sini kami semua sama. Tidak ada selebritas, tidak ada pengusaha. Yang ada hanya saudara seiman yang saling menguatkan," ujar seorang jemaah yang hadir, dengan mata berkaca-kaca mengenang momen tersebut.

Momen mengharukan itu kemudian menyebar dan mengisahkan cerita tersendiri di kalangan publik Tanah Air. Banyak orang tersentuh melihat sisi lain Indra—bukan sebagai sosok di balik layar dunia bisnis, melainkan sebagai pribadi yang berjuang menjaga nilai keimanan di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Perjalanan Hidup yang Jauh dari Gemerlap

Indra Priawan memang bukan wajah asing. Ia lahir dari keluarga pengusaha ternama dan menikahi Nikita Willy pada 2020 dalam sebuah pernikahan yang hangat dan penuh doa. Sejak saat itu, perjalanan rumah tangga mereka kerap menjadi perhatian—bukan karena sensasi, melainkan karena kesederhanaan yang mereka tunjukkan dari hari ke hari.

Di balik gemerlap nama besar, Indra dikenal sebagai sosok yang memegang teguh nilai-nilai keluarga. Ia kerap membagikan potret keseharian sebagai suami sekaligus ayah: menemani buah hatinya bermain, mendampingi sang istri, hingga menjalani ibadah bersama. Bagi banyak orang, kisahnya menjadi inspirasi bahwa kemapanan tidak harus menjauhkan seseorang dari kerendahan hati.

"Bagi saya, keluarga dan iman adalah rumah. Ke mana pun kaki melangkah, ke situlah saya selalu kembali," tutur Indra dalam sebuah kesempatan, menggambarkan prinsip hidup yang selama ini ia pegang teguh.

Kisah Sederhana yang Menyentuh Banyak Hati

Apa yang terjadi di Edmonton itu mungkin hanya sepotong kecil dari perjalanan hidup Indra. Namun bagi banyak orang, potongan kecil itu bermakna besar. Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang serba gemerlap, ada sebuah keluarga muda yang memilih berjalan pelan, menjaga mimpi dan nilai yang mereka yakini hingga ke negeri seberang.

Nikita Willy sendiri kerap mengisahkan betapa sang suami menjadi penopang yang tenang dalam rumah tangga mereka. Kehadiran Indra, menurutnya, membawa keteduhan—seperti yang terlihat siang itu di mihrab musala Edmonton, ketika ia berdiri di depan para jemaah dengan penuh kerendahan hati.

Warganet pun menyambut momen tersebut dengan hangat. Ruang komentar dipenuhi doa dan pujian. Banyak yang menyebut momen itu sebagai pengingat bahwa keteladanan bisa datang dari siapa saja, termasuk dari mereka yang hidupnya selalu berada di bawah sorotan publik.

Inspirasi dari Sebuah Mimbar Kecil

Pada akhirnya, kisah Indra Priawan di Edmonton bukan sekadar berita yang lewat begitu saja. Ia adalah pengingat yang menyentuh: di mana pun berada, nilai keimanan dan kesederhanaan akan selalu menemukan jalannya untuk bersinar. Dari sebuah musala kecil di Kanada, sebuah pesan besar terpancar—tentang menjadi manusia yang utuh, bukan hanya di hadapan kamera, tetapi juga di hadapan Sang Pencipta.

Dan bagi jemaah yang siang itu berdiri di saf belakangnya, momen tersebut akan selalu tersimpan rapi dalam ingatan: tentang seorang pria muda yang dengan tenang mengangkat takbir, lalu memimpin mereka menuju kekhusyukan yang sama-sama mereka rindukan di tanah perantauan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User