Aug 25, 2026
entertainment

Mimpi yang Tertunda: CLOSE YOUR EYES Batal Konser di Surabaya

Sore itu, hujan baru saja reda di Surabaya ketika ponsel Alya bergetar. Di kamar berukuran 3x4 meter miliknya di kawasan Wonocolo, perempuan 21 tahun itu tengah melipat baju konser yang sudah ia siapk...

Mimpi yang Tertunda: CLOSE YOUR EYES Batal Konser di Surabaya

Sore itu, hujan baru saja reda di Surabaya ketika ponsel Alya bergetar. Di kamar berukuran 3x4 meter miliknya di kawasan Wonocolo, perempuan 21 tahun itu tengah melipat baju konser yang sudah ia siapkan sejak sebulan lalu — kaus putih bertuliskan nama ketujuh idolanya, CLOSE YOUR EYES. Di sudut ruangan, sebuah lightstick masih terbungkus rapi di atas meja belajar, menunggu hari yang dijanjikan. Lalu satu notifikasi muncul di layar. Jari-jarinya berhenti bergerak. Matanya membaca kalimat itu berulang kali, seolah dengan membacanya sekali lagi, isinya akan berubah.

Namun tidak. Pengumuman resmi dari pihak penyelenggara dan agensi UNCORE itu menyatakan satu hal yang paling ia takutkan: konser CLOSE YOUR EYES di Surabaya resmi dibatalkan.

"Aku langsung duduk di lantai. Bukan karena marah, tapi karena semua bayangan tentang hari itu tiba-tiba hilang begitu saja," ujar Alya dengan suara bergetar, mengisahkan momen yang tak akan pernah ia lupakan.

Pengumuman yang Memutus Mimpi Ribuan Penggemar

Dalam pernyataan resminya, pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh penggemar. Konser yang sedianya menjadi perjumpaan bersejarah antara CLOSE YOUR EYES dan penggemar di Kota Pahlawan itu terpaksa dibatalkan karena kendala yang tidak dapat dihindari. Pihak promotor memastikan mekanisme pengembalian dana tiket akan diumumkan melalui kanal-kanal resmi dalam waktu dekat.

Keputusan itu bukanlah kabar yang mudah diterima. Surabaya adalah salah satu kota yang paling dinanti dalam rangkaian perjalanan tur grup ini di Indonesia. Ribuan penggemar dari Jawa Timur, bahkan dari luar pulau, telah memesan tiket jauh-jauh hari, memesan kamar hotel, mengatur cuti kerja, dan menabung berbulan-bulan demi satu malam bersama idolanya. Bagi banyak dari mereka, ini bukan sekadar konser — ini adalah mimpi yang diperjuangkan dengan keringat dan kesabaran.

Air Mata, Lalu Keteguhan Hati

Di media sosial, kesedihan itu mengalir deras. Unggahan demi unggahan membanjiri linimasa, dari tangis kecewa hingga pelukan virtual antarsesama penggemar. Namun di balik layar kekecewaan itu, ada kisah yang lebih menyentuh: komunitas penggemar justru saling menguatkan, mengirimkan pesan-pesan hangat, dan menahan diri dari menyalahkan siapa pun.

"Sedih itu wajar. Tapi kami tahu, mereka pasti lebih sedih dari kami. Kami akan tetap di sini, menunggu sampai kapan pun," tulis salah satu penggemar yang kemudian dibagikan ribuan kali.

Bagi Raka (23), penggemar asal Malang, pembatalan ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia mengisahkan bagaimana musik CLOSE YOUR EYES menemaninya melewati masa tersulit saat kehilangan pekerjaan tahun lalu. "Lagu-lagu mereka yang membuat saya bangkit setiap pagi. Jadi kalau sekarang saya harus menunggu lebih lama untuk bertemu mereka, tidak apa-apa. Saya sudah terbiasa berjuang bersama lagu-lagu mereka," katanya lirih.

Perjalanan Panjang di Balik Layar

CLOSE YOUR EYES sendiri bukanlah nama yang lahir dari jalan mudah. Ketujuh anggotanya merintis mimpi melalui persaingan ketat di ajang pencarian bakat, berlatih berjam-jam setiap hari, menahan rindu pada keluarga, dan menelan kegagalan demi kegagalan sebelum akhirnya bisa berdiri di atas panggung. Debut mereka menjadi bukti sederhana bahwa kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.

Bagi grup muda ini, setiap panggung adalah sebuah janji — janji untuk bertemu langsung dengan orang-orang yang selama ini menyanyikan lagu mereka dari kejauhan. Pembatalan konser di Surabaya tentu menjadi pukulan emosional tersendiri, baik bagi para anggota maupun seluruh tim yang telah mempersiapkan segalanya di balik layar dengan penuh cinta.

Bukan Perpisahan, Hanya Penundaan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai jadwal pengganti. Namun satu hal yang pasti: cinta penggemar Surabaya tidak ikut dibatalkan. Di kamar kecilnya, Alya kembali melipat kaus putihnya — bukan untuk disimpan di dasar lemari, melainkan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seolah hari itu bisa datang kapan saja.

"Mungkin bukan bulan ini, mungkin bukan tahun ini. Tapi suatu hari nanti, aku akan memakai baju ini dan bernyanyi bersama mereka. Aku percaya itu," katanya, tersenyum di sela air matanya.

Karena bagi mereka yang mencintai dengan tulus, penantian bukanlah beban — melainkan bagian paling mengharukan dari perjalanan itu sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User