Aug 25, 2026
Hukum

Menteri UE Abaikan Rapat Dewan Global Gateway Senilai €300 Miliar

BRUSSELS — Setelah berbulan-bulan lantang menuntut transparansi dan pengawasan lebih ketat terhadap program Global Gateway senilai €300 miliar, para menter

Menteri UE Abaikan Rapat Dewan Global Gateway Senilai €300 Miliar

BRUSSELS — Setelah berbulan-bulan lantang menuntut transparansi dan pengawasan lebih ketat terhadap program Global Gateway senilai €300 miliar, para menteri Uni Eropa justru membiarkan kursi mereka kosong di ruang rapat. Rapat dewan program tersebut yang sedianya digelar pada Juni terpaksa dibatalkan karena hampir tidak ada perwakilan negara anggota yang bersedia hadir.

Sejumlah pejabat Uni Eropa mengonfirmasi bahwa rapat dewan Global Gateway batal digelar setelah nyaris seluruh menteri yang mewakili 27 negara anggota tidak memberikan kepastian kehadiran. Komisioner Kemitraan Internasional UE, Jozef Sikela, akhirnya menunda pertemuan itu hingga musim gugur mendatang.

"Ini adalah bagian besar dari anggaran, tetapi tidak benar-benar dipahami," ujar Barry Andrews, anggota Parlemen Eropa dari kubu liberal Irlandia yang memimpin komite pembangunan parlemen.

Ironi di Balik Tuntutan Transparansi

Pembatalan rapat ini terasa paradoks. Hanya beberapa pekan sebelumnya, para menteri negara anggota secara terbuka mengeluhkan kurangnya transparansi dalam tata kelola Global Gateway. Mereka menuntut posisi yang lebih kuat di meja pengambilan keputusan. Namun ketika kesempatan untuk duduk bersama itu benar-benar datang, meja justru dibiarkan kosong.

Dewan Global Gateway merupakan forum yang mempertemukan negara-negara anggota untuk membahas arah strategis program investasi global tersebut. Forum inilah yang seharusnya menjadi saluran utama bagi pemerintah negara anggota untuk mengawasi alokasi dana dan memastikan akuntabilitas proyek-proyek yang didanai di berbagai belahan dunia.

Menurut sejumlah pengamat kebijakan di Brussels, absennya para menteri mengirimkan sinyal yang membingungkan kepada negara-negara mitra di selatan global. Di satu sisi, UE mempromosikan diri sebagai mitra pembangunan yang dapat diandalkan; di sisi lain, pejabat tertinggi blok itu sendiri tampak enggan duduk bersama membahas program andalannya.

Kronologi Batalnya Rapat

  1. Beberapa pekan sebelum rapat — para menteri negara anggota menyampaikan keluhan mengenai minimnya transparansi pengelolaan Global Gateway dan menuntut pengawasan lebih besar.
  2. Juni — rapat dewan dijadwalkan, tetapi hampir tidak ada menteri dari EU-27 yang mengonfirmasi kehadiran sehingga pertemuan dibatalkan.
  3. Setelah pembatalan — Komisioner Jozef Sikela menunda rapat hingga musim gugur, dengan harapan partisipasi negara anggota akan membaik.

Apa Itu Global Gateway?

Diluncurkan pada akhir 2021, Global Gateway adalah strategi investasi infrastruktur andalan Uni Eropa yang menargetkan mobilisasi investasi hingga €300 miliar antara 2021 dan 2027. Program ini dirancang untuk mendanai proyek konektivitas digital, energi bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan di negara-negara berkembang.

Program ini secara luas dipandang sebagai jawaban Eropa atas inisiatif Belt and Road milik Tiongkok yang telah menggelontorkan lebih dari US$1 triliun ke proyek infrastruktur global. UE menawarkan model alternatif yang disebut berbasis nilai: standar lingkungan tinggi, tata kelola transparan, dan pembiayaan berkelanjutan.

AspekGlobal Gateway (UE)Belt and Road (Tiongkok)
Skala pendanaan€300 miliar (2021–2027)Diperkirakan lebih dari US$1 triliun sejak 2013
Fokus utamaEnergi hijau, digital, kesehatan, pendidikanTransportasi, pelabuhan, energi
PendekatanStandar tinggi, berbasis nilaiPembiayaan cepat berbasis pinjaman

Implikasi bagi Kredibilitas Eropa

Batalnya rapat dewan menambah daftar persoalan yang membayangi Global Gateway. Program ini sebelumnya telah dikritik karena dianggap lebih banyak mengemas ulang proyek lama ketimbang menghadirkan pendanaan baru yang segar. Kini, rendahnya minat politik dari ibu kota negara anggota memperkuat kesan bahwa program raksasa itu belum benar-benar menjadi prioritas.

Bagi Parlemen Eropa, situasi ini memperkuat seruan agar pengawasan terhadap Global Gateway diperketat. Jika para menteri sendiri tidak hadir, siapa yang sesungguhnya mengawasi €300 miliar uang pembayar pajak Eropa? Pertanyaan itu kemungkinan besar akan menggema kembali ketika rapat dewan akhirnya digelar pada musim gugur.

[SOCIAL_TWEET]: Para menteri UE menuntut transparansi Global Gateway €300 miliar, tapi justru absen saat rapat dewannya digelar. Rapat Juni batal, ditunda hingga musim gugur. #UniEropa #GlobalGateway[SOCIAL_TG]: 🏛️ Rapat dewan Global Gateway senilai €300 miliar batal digelar karena para menteri UE enggan hadir — padahal mereka sendiri yang menuntut transparansi. Komisioner Jozef Sikela menunda hingga musim gugur. Simak selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User