Sep 18, 2026
Hukum

Mentan Amran Minta Izin Produsen Beras Fortifikasi Nakal Dicabut

Langkah tegas kembali diambil pemerintah guna melindungi konsumen dan menjaga integritas program ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Su

Mentan Amran Minta Izin Produsen Beras Fortifikasi Nakal Dicabut

Langkah tegas kembali diambil pemerintah guna melindungi konsumen dan menjaga integritas program ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka menginstruksikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk bertindak tanpa kompromi terhadap produsen maupun distributor beras fortifikasi yang terbukti melanggar aturan standar mutu.

Isu peredaran beras fortifikasi yang tidak sesuai spesifikasi ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut langsung program peningkatan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Tanah Air. Menanggapi hal tersebut, Mentan menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dibarengi dengan sanksi konkret agar memberi efek jera.

Ketegasan Pemerintah Lindungi Mutu Pangan Nasional

Beras fortifikasi sejatinya merupakan beras yang diperkaya dengan berbagai mikronutrien penting seperti vitamin A, zat besi, asam folat, dan seng (zinc). Produk ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi masyarakat rentan. Namun, ketika ada oknum produsen yang memanipulasi kandungan nutrisi atau sekadar menempelkan label fortifikasi tanpa proses yang benar, hal itu dinilai sebagai bentuk penipuan terhadap publik.

"Kami meminta Bapanas menindak tegas siapa pun yang bermain-main dengan mutu pangan. Jika ada produsen beras fortifikasi yang melanggar aturan dan merugikan rakyat, jangan ragu untuk mencabut izin usahanya," tegas Mentan Amran Sulaiman dalam keterangannya.

Instruksi ini menuntut koordinasi lintas lembaga yang solid, mulai dari pengawasan di tingkat penggilingan padi, pengemasan, hingga pemantauan berkala di pasar modern maupun tradisional. Mentan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi kecurangan dalam rantai pasok pangan strategis.

DPR Beri Dukungan Penuh untuk Sanksi Maksimal

Sikap tegas Kementerian Pertanian mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Parlemen menilai bahwa langkah penertiban ini mutlak diperlukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap produk-produk pangan terfortifikasi yang beredar luas.

Anggota dewan menegaskan bahwa sanksi administratif hingga pidana harus ditegakkan apabila terbukti ada unsur kesengajaan dalam memalsukan kualitas beras. Beberapa poin pengawasan utama yang didorong oleh legislatif dan pemerintah meliputi:

  • Uji Laboratorium Rutin: Melakukan pengujian berkala terhadap kandungan mikronutrien pada produk beras fortifikasi yang beredar di pasar.
  • Verifikasi Izin Edar: Memeriksa keabsahan sertifikasi dan kepatuhan standar produksi para pelaku usaha.
  • Pemberian Sanksi Berjenjang hingga Penutupan: Memberikan teguran keras, pembekuan sementara, hingga pencabutan permanen izin operasional bagi pelanggar berat.
  • Transparansi Informasi: Mengumumkan produsen yang nakal kepada publik agar masyarakat lebih waspada saat membeli.
"Dukungan parlemen sangat jelas. Produsen yang sengaja memangkas standar demi keuntungan pribadi harus dieksekusi sanksinya, termasuk pencabutan izin usaha secara permanen," ujar perwakilan DPR yang turut menyuarakan penguatan regulasi mutu pangan.

Menjaga Harapan Menuju Indonesia Emas

Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh pasokan pangan pokok yang sampai ke piring keluarga Indonesia benar-benar aman, sehat, dan berkualitas tinggi. Pengawasan yang ketat terhadap beras fortifikasi ini menjadi cermin keseriusan negara dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.

Pemerintah melalui Mentan Amran Sulaiman menginstruksikan Bapanas untuk menindak tegas pelanggaran mutu beras fortifikasi. DPR RI turut mendukung sanksi maksimal bagi pelaku usaha nakal demi melindungi gizi masyarakat. Baca berita lengkapnya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User