Di sebuah ruangan sederhana di kawasan Jakarta Selatan, Fauzan Zidni baru saja meletakkan secangkir kopi yang sudah mulai dingin. Matanya berbinar ketika berbicara tentang masa depan perfilman Indonesia. Pria yang baru saja terpilih sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk periode 2026-2029 ini tidak sedang bermimpi di siang bolong. Ia sedang menyusun peta jalan yang ambisius: membawa karya anak bangsa menembus pasar internasional dan pada akhirnya, berdiri di panggung Oscar.
Perjalanan ini bukanlah sesuatu yang instan. Di balik layar, Fauzan mengisahkan bagaimana ia dan timnya harus berjuang melawan berbagai tantangan — mulai dari pendanaan, distribusi, hingga persepsi global tentang film Indonesia. Namun, semangatnya tidak pernah padam. "Kita punya cerita yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan hati," ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Mimpi yang Dimulai dari Keterbatasan
Fauzan tidak menutup mata terhadap realita. Industri film Indonesia masih menghadapi banyak pekerjaan rumah. Ia mengakui bahwa salah satu masalah terbesar adalah bagaimana membuat film lokal tidak hanya dicintai di dalam negeri, tetapi juga relevan di mata penonton internasional. "Selama ini kita sering berkutat pada pasar domestik. Padahal, potensi kita jauh lebih besar dari itu," tuturnya.
Di balik layar, Fauzan dan tim BPI sedang merancang strategi untuk memperluas pasar. Bukan hanya mengejar jumlah penonton, tetapi juga membangun ekosistem yang sehat bagi sineas muda. Ia percaya bahwa dengan memberikan ruang yang lebih luas untuk berekspresi, akan lahir karya-karya yang jujur dan menyentuh. "Film yang baik adalah film yang keluar dari hati. Ketika hati bicara, dunia akan mendengar," tambahnya dengan senyum tipis.
Target Oscar: Bukan Sekadar Piala
Bagi Fauzan, target menuju Oscar bukanlah sekadar mengejar piala atau pengakuan semata. Lebih dari itu, ini adalah tentang membuktikan bahwa film Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain. "Ini tentang kebanggaan. Tentang menunjukkan bahwa kita punya cerita yang layak didengar oleh dunia," katanya dengan tegas.
Namun, ia juga sadar bahwa jalan menuju ajang paling prestisius di dunia perfilman itu tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras, kolaborasi, dan yang terpenting, konsistensi. Fauzan mengisahkan bagaimana ia sering berdiskusi dengan para sineas dan produser untuk mencari formula yang tepat. "Kita tidak bisa tiba-tiba berharap menang tanpa mempersiapkan diri dengan matang. Ini adalah proses panjang yang harus kita lalui bersama," jelasnya.
Momen mengharukan terjadi ketika Fauzan menceritakan tentang para sineas muda di daerah-daerah yang masih berjuang dengan peralatan seadanya. "Mereka punya semangat yang luar biasa. Mereka tidak punya banyak hal, tapi punya mimpi yang besar. Kita harus hadir untuk mereka," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Baginya, merekalah pahlawan sejati perfilman Indonesia yang harus didukung.
Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Fauzan tidak ingin berhenti pada sekadar target jangka pendek. Ia ingin membangun fondasi yang kuat agar industri film Indonesia bisa terus berkembang. Salah satu fokus utamanya adalah pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda. "Kita harus menyiapkan kader-kader penerus yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki integritas," katanya.
Di balik layar, BPI juga berencana untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Fauzan percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk membuka pintu yang selama ini mungkin tertutup. "Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh partner yang percaya pada potensi kita," tambahnya.
Perjalanan ini memang panjang dan penuh liku. Namun, Fauzan tetap optimis. Baginya, setiap langkah kecil adalah bagian dari sebuah perjuangan besar untuk mengangkat martabat film Indonesia di mata dunia. "Air mata dan kerja keras kita hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah. Kita akan bangkit, kita akan terus berjuang, dan suatu hari nanti, dunia akan menyaksikan keajaiban yang lahir dari negeri ini," pungkasnya dengan penuh haru.
Cerita Fauzan dan tim BPI adalah inspirasi bagi kita semua. Bahwa dengan mimpi, kerja keras, dan ketulusan, tidak ada yang mustahil. Film Indonesia bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang identitas, tentang kisah, dan tentang mimpi yang terus menyala. Dan siapa tahu, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan menyaksikan nama Indonesia disebut di panggung Oscar, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pemenang.
Comments (0)