Sep 18, 2026
Hukum

Menag Buka MTQ Nasional XXXI, Ajak Masyarakat Terapkan Living Quran

Gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 resmi dibuka dengan penuh khidmat dan semarak. Ajang dua tahunan yang mempertemukan pa

Menag Buka MTQ Nasional XXXI, Ajak Masyarakat Terapkan Living Quran

Gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 resmi dibuka dengan penuh khidmat dan semarak. Ajang dua tahunan yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari seluruh penjuru Nusantara ini bukan sekadar panggung kompetisi seni membaca Al-Qur'an, melainkan sarana memperkokoh spiritualitas bangsa. Dalam pembukaan tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi mentransformasikan nilai-nilai kitab suci ke dalam denyut kehidupan nyata.

Menag menekankan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan MTQ tidak boleh berhenti pada keindahan lantunan ayat maupun perlombaan meraih piala semata. Momentum ini harus menjadi tonggak kebangkitan moral dan spiritual masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, di tengah dinamika perubahan zaman yang begitu cepat.

Kronologi Pelaksanaan dan Rangkaian Pembukaan MTQ

Rangkaian perhelatan akbar MTQ Nasional XXXI ini telah melalui sejumlah tahapan persiapan matang sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum. Berikut adalah garis waktu penyelenggaraan:

  1. Penyambutan dan Registrasi Kafilah: Ribuan peserta dan ofisial dari 38 provinsi tiba di lokasi tuan rumah dan menyelesaikan proses verifikasi berkas digital secara ketat.
  2. Pawai Ta'aruf dan Malam Ta'aruf: Parade budaya bernuansa islami digelar meriah di jalan protokol kota, memperlihatkan kekayaan khazanah budaya daerah yang berpadu dengan syiar Islam.
  3. Pelantikan Dewan Hakim: Menag secara resmi melantik para dewan hakim dan panitera yang bertugas menjaga objektivitas penilaian lomba.
  4. Malam Pembukaan Megah: Seremoni pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug, defile kafilah, serta lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema di arena utama.

Menag Dorong Konsep 'Living Quran' dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam pidato sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya konsep living Quran. Istilah ini merujuk pada upaya membumikan firman-firman Ilahi agar hidup dan termanifestasi dalam tindakan konkret, moralitas publik, serta relasi sosial antarumat beragama.

"MTQ harus menjadi momentum berharga untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai living Quran. Artinya, nilai-nilai keluhuran Al-Qur'an benar-benar hidup, mengalir, dan menuntun sikap serta perilaku kita sehari-hari, bukan hanya dibaca saat perlombaan," tutur Menag di hadapan ribuan hadirin.

Menurut Menag, di era disrupsi informasi dan maraknya ujaran kebencian di media sosial, pesan damai serta prinsip kejujuran Al-Qur'an harus menjadi kompas etika. Al-Qur'an mengajarkan pentingnya tabayyun (verifikasi informasi), kasih sayang (rahmah), serta keadilan sosial yang universal.

Fokus Penguatan Nilai-Nilai Al-Qur'an bagi Generasi Muda

Penyelenggaraan MTQ Nasional kali ini juga diarahkan untuk merangkul generasi muda agar semakin dekat dengan literasi keagamaan yang moderat dan berbobot. Beberapa aspek utama yang ditekankan sepanjang perhelatan meliputi:

  • Penguatan Literasi Digital Islami: Mendorong konten-konten Al-Qur'an yang kreatif, mendidik, dan menyejukkan di ruang digital.
  • Peningkatan Kualitas Pemahaman Tafsir: Tidak hanya menghafal lafal, peserta didorong mendalami makna dan kontekstualisasi ayat bagi kemaslahatan bangsa.
  • Rajutan Persaudaraan Kebangsaan (Ukhuwah Wathaniyah): Menjadikan ajang pertemuan ribuan peserta dari berbagai pulau sebagai wadah mempererat persatuan nasional.

Dengan bergulirnya seluruh cabang perlombaan mulai dari tilawah, hifzhil, fahmil, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur'an, Menag berharap syiar ini memancarkan optimisme dan membawa kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User