MANILA — Depresi Tropis Maymay (nama internasional: Kujira) resmi meninggalkan daratan Filipina setelah menyelesaikan perjalanannya melintasi Luzon Utara pada Kamis sore, 6 Agustus. Sistem cuaca tersebut kini berada di atas perairan Laut Filipina dan diprediksi terus melemah dalam beberapa jam ke depan.
Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Filipina (PAGASA) menegaskan bahwa ancaman hujan lebat belum sepenuhnya berakhir. Monsun barat daya — yang dikenal luas oleh warga Filipina sebagai habagat — kini menjadi sistem pembawa hujan yang dominan dan akan terus mempengaruhi cuaca di sejumlah wilayah negara itu.
Posisi Terkini dan Pergerakan Maymay
Berdasarkan data PAGASA per pukul 16.00 waktu setempat, pusat Depresi Tropis Maymay berada sekitar 150 kilometer timur laut Echague, provinsi Isabela. Sistem ini bergerak ke arah timur tenggara dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yakni mencapai 35 kilometer per jam (km/jam).
Maymay juga tercatat mengalami pelemahan signifikan sejak Kamis siang. Kecepatan angin berkelanjutan maksimumnya turun menjadi 45 km/jam, dengan hembusan angin (gustiness) mencapai 70 km/jam.
Sebagai perbandingan, saat berada di puncak kekuatannya, Maymay berstatus badai tropis dengan angin berkelanjutan maksimum 75 km/jam. Pada intensitas tersebut, Maymay melakukan pendaratan (landfall) di Magsingal, Ilocos Sur, pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Diprediksi Melemah Menjadi Sisa Badai
Dalam buletin resminya pukul 17.00, PAGASA memproyeksikan Maymay akan melemah menjadi sisa badai (remnant low) paling cepat Kamis malam atau Jumat dini hari, 7 Agustus. Pelemahan ini terjadi setelah sistem kehilangan sumber energinya usai melintasi daratan pegunungan Luzon.
"Depresi Tropis Maymay berpeluang melemah menjadi daerah bertekanan rendah sisa pada Kamis malam atau Jumat dini hari," demikian pernyataan PAGASA dalam buletin cuacanya.
Setelah berubah menjadi sisa badai, sistem tersebut diperkirakan bergerak umum ke arah tenggara hingga akhirnya bergabung dengan Topan Dolphin — siklon tropis lain yang saat ini masih berada di luar Area Tanggung Jawab Filipina (Philippine Area of Responsibility/PAR). Penggabungan semacam ini merupakan fenomena yang kerap terjadi ketika dua sistem tekanan rendah saling berdekatan di wilayah Pasifik barat.
Hujan Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
Meski Maymay telah keluar dari daratan dan curah hujan di Luzon Utara mulai mereda, PAGASA tetap mengeluarkan peringatan dini. Berdasarkan advis curah hujan terbaru yang dirilis pukul 17.00, hujan sedang hingga lebat dengan intensitas 50 hingga 100 milimeter masih berpotensi mengguyur sejumlah provinsi dalam 24 jam ke depan.
Wilayah yang diminta waspada meliputi:
- Ilocos Sur — lokasi pendaratan Maymay, tanah telah jenuh air
- La Union — wilayah pesisir yang rawan banjir bandang
- Pangasinan — dataran rendah dengan risiko genangan tinggi
- Benguet — kawasan pegunungan yang rentan tanah longsor
PAGASA mengingatkan bahwa banjir dan tanah longsor masih sangat mungkin terjadi di wilayah-wilayah tersebut, terutama mengingat kondisi tanah yang telah jenuh air setelah diguyur hujan deras sebelumnya. Kondisi ini membuat lereng-lereng bukit menjadi tidak stabil meski intensitas hujan sudah menurun.
Monsun Barat Daya Kini Dominan
Saat ini, sistem pembawa hujan yang lebih dominan adalah monsun barat daya atau habagat. Fenomena musiman ini diprediksi terus mempengaruhi Luzon Selatan dan Luzon Tengah dalam 24 jam ke depan, sebelum akhirnya turut berdampak pada wilayah Luzon Utara.
Periode yang perlu diwaspadai masyarakat adalah sejak Kamis sore, 6 Agustus, hingga Jumat sore, 7 Agustus. Selama kurun waktu tersebut, hujan dengan intensitas bervariasi berpotensi turun sewaktu-waktu, disertai kemungkinan petir dan angin kencang.
Warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama mereka yang tinggal di daerah dataran rendah, bantaran sungai, maupun lereng perbukitan. Pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana setempat diimbau memantau perkembangan cuaca secara berkala serta bersiap melakukan evakuasi preventif bila diperlukan.
Perjalanan Singkat Maymay di Filipina
Maymay merupakan salah satu siklon tropis yang melintasi Filipina pada musim badai tahun ini. Meski usianya sebagai sistem tropis terbilang singkat, kehadirannya tetap membawa dampak berupa hujan lebat dan gangguan aktivitas di wilayah Luzon Utara.
Hingga saat ini, PAGASA terus memantau perkembangan Maymay maupun Topan Dolphin yang berada di luar PAR. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas cuaca, menyiapkan tas siaga bencana, serta tidak mudah percaya pada kabar yang tidak terverifikasi kebenarannya di media sosial.
Filipina sendiri merupakan salah satu negara yang paling sering dilintasi siklon tropis di dunia, dengan rata-rata sekitar 20 badai memasuki wilayah tanggung jawabnya setiap tahun. Kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil.
[SISTEM] [TAGS]: Depresi Tropis Maymay, PAGASA, Filipina, Habagat, Topan Dolphin [SOCIAL_FB]: Depresi Tropis Maymay (Kujira) telah keluar dari daratan Filipina setelah melintasi Luzon Utara pada Kamis sore, 6 Agustus. PAGASA memprediksi Maymay melemah menjadi sisa badai paling cepat Kamis malam. Namun, warga tetap diminta waspada — monsun barat daya (habagat) kini dominan membawa hujan lebat ke sejumlah wilayah, termasuk Ilocos Sur, La Union, Pangasinan, dan Benguet. Risiko banjir dan tanah longsor masih tinggi. Tetap pantau informasi resmi dan jaga keselamatan keluarga Anda. [SOCIAL_THREADS]: Maymay sudah keluar dari daratan Filipina, tapi jangan lengah. Hujan monsun masih membayangi empat provinsi di Luzon. Banjir dan longsor masih mengintai. Tetap waspada, kawan! 🌧️
Comments (0)