Aug 25, 2026
entertainment

Maroon 5 Kembali ke Jakarta: Janji yang Akhirnya Ditepati

Di ruang tamu sebuah rumah sederhana di pinggiran Depok, Ratri Wulandari (29) mendadak berhenti menyeduh teh ketika layar ponselnya berpendar. Pengumuman itu muncul begitu saja di linimasa: Maroon 5 a...

Maroon 5 Kembali ke Jakarta: Janji yang Akhirnya Ditepati

Di ruang tamu sebuah rumah sederhana di pinggiran Depok, Ratri Wulandari (29) mendadak berhenti menyeduh teh ketika layar ponselnya berpendar. Pengumuman itu muncul begitu saja di linimasa: Maroon 5 akan kembali ke Jakarta. Tangannya gemetar, matanya berkaca-kaca. Lagu pertama yang ia dengarkan bersama mendiang ayahnya, She Will Be Loved, tiba-tiba terngiang lagi di kepalanya, seolah sang ayah ikut membaca kabar itu dari kejauhan.

"Saya masih ingat, Ayah selalu memutar lagu itu setiap sore sepulang kerja," ujar Ratri sambil tersenyum menahan haru. "Begitu tahu mereka mau datang lagi, rasanya seperti diberi kesempatan kedua untuk mengenang beliau. Kali ini saya harus ada di sana, apa pun yang terjadi."

Kabar serupa menyebar cepat ke seluruh penjuru negeri. Band pop rock asal Los Angeles tersebut dipastikan menggelar konser tunggal di Jakarta International Stadium (JIS) pada 5 Februari 2027. Bagi jutaan penggemar di Indonesia, ini bukan sekadar pengumuman pertunjukan musik. Ini adalah sebuah janji yang akhirnya ditepati setelah penantian yang terasa begitu panjang.

Kabar yang Berlari Lebih Cepat dari Angin

Hanya dalam hitungan jam, media sosial berubah menjadi lautan kenangan. Grup-grup penggemar yang sempat senyap mendadak hidup kembali. Pesan berantai beterbangan, tangkapan layar pengumuman dibagikan berulang kali, disertai cerita-cerita lama tentang konser terdahulu yang pernah mereka datangi dengan susah payah.

"Dulu saya menonton mereka dengan uang tabungan setahun," kenang Fajar (34), seorang penggemar asal Bandung yang mengaku tak pernah absen setiap kali band kesayangannya singgah di Tanah Air. "Sekarang saya sudah punya anak dua. Saya ingin mengajak mereka, supaya tahu lagu-lagu yang dulu menemani ayahnya tumbuh."

Bagi banyak orang, kedatangan Adam Levine dan kawan-kawan selalu terasa seperti reuni dengan versi lama diri sendiri. Ada yang diingatkan pada masa sekolah, pada cinta pertama, pada perjalanan pulang naik angkutan kota dengan earphone menempel di telinga. Musik mereka, entah bagaimana, selalu berhasil menjadi penanda waktu dalam hidup seseorang.

JIS dan Panggung untuk Puluhan Ribu Mimpi

Pemilihan Jakarta International Stadium sebagai lokasi konser bukan tanpa alasan. Stadion megah di utara Jakarta itu dikenal mampu menampung puluhan ribu penonton, dengan tata panggung dan tata cahaya yang dirancang untuk pertunjukan berskala dunia. Di sinilah lautan manusia diperkirakan akan bernyanyi bersama, mengangkat ponsel dengan lampu menyala, menciptakan samudra cahaya yang beriak mengikuti irama.

Bayangan itu saja sudah membuat bulu kuduk meremang. Satu stadion penuh manusia, dari berbagai usia dan latar belakang, melantunkan bait yang sama. Ada sesuatu yang mengharukan dari momen semacam itu: ribuan orang asing yang untuk satu malam merasa saling mengenal, disatukan oleh melodi yang sama-sama mereka cintai.

Dua Dekade Lagu yang Menemani Hidup Orang

Perjalanan Maroon 5 bersama penggemar Indonesia sesungguhnya telah berlangsung lebih dari dua dekade. Dari This Love yang penuh semangat muda, Payphone yang sendu, hingga Sugar yang manis dan riang, lagu-lagu mereka tumbuh bersama pendengarnya. Namun barangkali tak ada yang seistimewa Memories, lagu yang kerap dinyanyikan dengan air mata, tentang orang-orang yang telah pergi namun tak pernah benar-benar hilang.

"Setiap kali Memories diputar, saya selalu teringat sahabat saya yang sudah tiada," tutur Dewi (31), penggemar asal Tangerang. "Kalau lagu itu dinyanyikan di JIS nanti, saya yakin satu stadion akan menangis bersama. Dan menurut saya, itu indah sekali."

Di balik gemerlap panggung dan sorot lampu, konser sesungguhnya adalah tentang hal-hal sederhana semacam ini: tentang manusia yang ingin merasa ditemani, tentang kenangan yang ingin dijaga agar tidak pudar, tentang mimpi-mimpi kecil yang akhirnya menemukan jalannya untuk menjadi nyata.

Hitung Mundur Menuju Februari

Kini, penantian resmi dimulai. Para penggemar mulai menghitung hari, menabung, dan berandai-andai tentang daftar lagu yang akan dibawakan. Detail mengenai tiket dan jadwal penjualan diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, dan diprediksi akan diperebutkan dengan sangat cepat.

Bagi Ratri, hitung mundur itu punya arti lebih. Ia sudah membayangkan dirinya berdiri di tengah kerumunan, ikut bernyanyi dengan suara serak, sambil sesekali mendongak ke langit malam. "Ayah, kita nonton bareng lagi, ya," bisiknya pelan, seolah angin akan menyampaikan pesan itu.

Februari 2027 mungkin masih terasa jauh. Namun bagi mereka yang mencintai musik dengan segenap hati, menunggu adalah bagian dari perjalanan itu sendiri. Dan ketika lampu JIS akhirnya meredup, ketika nada pertama menggema, semua penantian itu akan terbayar lunas, dalam satu malam yang akan dikenang seumur hidup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User