Oct 10, 2026
Hukum

Mantan Bos Google Peringatkan Ukraina soal Rassvet Rusia

Beritaseputar.com — Mantan CEO Google, Eric Schmidt, melontarkan peringatan serius yang layak dicermati dunia internasional. Menurutnya, jaringan satelit R

Mantan Bos Google Peringatkan Ukraina soal Rassvet Rusia

Beritaseputar.com — Mantan CEO Google, Eric Schmidt, melontarkan peringatan serius yang layak dicermati dunia internasional. Menurutnya, jaringan satelit Rassvet milik Rusia—yang sering dijuluki sebagai "Starlink-nya Rusia"—berpotensi mengubah peta kekuatan di medan perang Ukraina secara drastis. Schmidt bahkan menyebut jaringan itu bisa menjadi "hampir tidak bisa diblokir" ketika sudah beroperasi penuh.

Peringatan ini disampaikan Schmidt dalam wawancaranya dengan The Economist pekan lalu. Ia menilai, Rusia kini telah menutup celah inovasi teknologi yang sebelumnya dikuasai Ukraina. Dengan sumber daya jauh lebih besar, Moskow disebut mampu mengejar ketertinggalan dan kini mulai menekan dengan keunggulan teknologi tersebut.

Rassvet, Jaringan Satelit yang Disebut "Starlink Rival"

Rassvet bukan sekadar proyek biasa. Jaringan satelit ini digadang-gadang sebagai pesaing langsung Starlink milik Elon Musk, yang selama ini menjadi tulang punggung komunikasi bagi pasukan Ukraina. Schmidt memperkirakan, Rassvet tinggal sekitar satu tahun lagi menuju kematangan operasional penuh.

“Begitu jaringan itu beroperasi penuh, ia praktis tidak bisa diblokir. Rusia bisa berburu ke mana saja di dalam wilayah Ukraina,” ujar Schmidt dengan nada memperingatkan.

Pernyataan itu menyiratkan ancaman besar. Jika Rusia punya kendali penuh atas jaringan satelit yang sulit diganggu, militer mereka bisa menargetkan titik mana pun di Ukraina tanpa hambatan berarti. Komunikasi militer, koordinasi serangan, hingga pengumpulan data intelijen bisa berjalan jauh lebih mulus dibanding sebelumnya.

Timeline Peringatan dan Perkembangan Proyek Rassvet

  1. Konflik awal: Ukraina dianggap sebagai pihak paling inovatif dalam perang, terutama lewat pemanfaatan teknologi komunikasi satelit dan drone.
  2. Rusia menyusul: Schmidt menilai Rusia berhasil menutup kesenjangan teknologi berkat alokasi sumber daya yang jauh lebih besar.
  3. Proyek Rassvet: Rusia mengembangkan jaringan satelit sendiri sebagai pesaing Starlink, dengan target operasional sekitar satu tahun lagi.
  4. Peringatan Schmidt: Mantan bos Google itu menyebut jaringan Rassvet berpotensi "hampir tak bisa diblokir" dan memberi militer Rusia kebebasan menyerang target di Ukraina.

Schmidt bukan nama sembarangan di dunia teknologi. Sebagai mantan CEO Google dan mantan ketua Alphabet, ia cukup paham bagaimana jaringan satelit bisa menentukan arah pertempuran modern. Peringatannya ini menjadi sinyal bahwa dominasi teknologi di medan perang bisa bergeser kapan saja.

Implikasi bagi Ukraina dan Nato

Jika Rassvet benar-benar matang dalam setahun, Ukraina dan sekutu Baratnya menghadapi tantangan baru. Selama ini, Starlink menjadi andalan Ukraina untuk menjaga komunikasi di garis depan. Namun, jika Rusia punya jaringan setara yang lebih sulit diblokir, keunggulan komunikasi Kiev bisa tergerus.

Selain itu, pertanyaan soal bagaimana Barat akan merespons muncul ke permukaan. Apakah ada teknologi penangkal? Ataukah ini menjadi babak baru perlombaan senjata internet berbasis orbit Bumi? Sampai saat ini, belum ada jawaban resmi dari pihak Ukraina maupun NATO.

  • Klaim utama Schmidt: Rassvet bisa menjadi jaringan satelit yang hampir tak bisa diblokir.
  • Perkiraan waktu: Sekitar satu tahun menuju kematangan operasional.
  • Dampak potensial: Rusia bisa menyerang target mana pun di Ukraina dengan komunikasi yang stabil.
  • Konteks: Rusia semakin menutup ketertinggalan teknologi dari Ukraina.

Yang jelas, peringatan Schmidt ini menjadi pengingat bahwa perang modern tidak hanya soal jumlah tentara atau senjata, tetapi juga siapa yang menguasai jalur komunikasi di angkasa. Rassvet bisa menjadi kartu as Rusia—atau setidaknya itu yang dikhawatirkan banyak pihak saat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User