Sep 19, 2026
Hukum

Manila Tutup Sejumlah Jalan Utama Jelang Peringatan Deklarasi Darurat Militer

Suasana di sudut-sudut ibu kota Filipina, Manila, dipastikan bakal terasa jauh lebih padat dari biasanya pada Senin ini. Kepolisian Distrik Manila (MPD) se

Manila Tutup Sejumlah Jalan Utama Jelang Peringatan Deklarasi Darurat Militer

Suasana di sudut-sudut ibu kota Filipina, Manila, dipastikan bakal terasa jauh lebih padat dari biasanya pada Senin ini. Kepolisian Distrik Manila (MPD) secara resmi memberlakukan penutupan dan pembatasan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol utama. Langkah tegas ini diambil demi mengamankan rangkaian aksi demonstrasi dan kegiatan peringatan ke-54 tahun deklarasi Darurat Militer (Martial Law) yang diproyeksikan bakal melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat.

Berdasarkan panduan lalu lintas resmi yang dirilis oleh pihak kepolisian setempat, rekayasa jalan ini mulai diberlakukan secara efektif tepat pukul 12:01 dini hari waktu setempat. Penutupan akses jalan utama tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gelombang unjuk rasa berskala besar yang saban tahun memadati titik-titik krusial di pusat kota Manila, terutama di sekitar kawasan pemerintahan dan monumen bersejarah.

Pengalihan Arus dan Titik Krusial Penutupan Jalan

Pihak MPD menegaskan bahwa beberapa koridor utama yang kerap menjadi urat nadi mobilitas warga akan ditutup total atau dibatasi secara ketat. Jalan Mendiola—yang dikenal sebagai lokasi ikonik Jembatan Chino Roces dan berada sangat dekat dengan Istana Malacañang—menjadi salah satu titik fokus pengamanan utama. Selain itu, kawasan sekitar Taman Rizal (Luneta), Jalan Espana, serta sebagian koridor Taft Avenue juga mengalami pengalihan arus yang signifikan.

Untuk membantu masyarakat mengantisipasi kemacetan parah, pihak berwenang telah menyiapkan skema rute alternatif. Berikut adalah gambaran singkat perbandingan akses jalan selama penutupan berlangsung:

Kawasan Terdampak Status Akses Rute Alternatif / Imbauan
Jalan Mendiola & Jembatan Chino Roces Tutup Total Dialihkan melalui Legarda St. dan C.M. Recto Avenue
Kawasan Lapangan Liwasang Bonifacio Pembatasan Akses Disarankan menggunakan rute Padre Burgos atau Roxas Blvd
Koridor Taft Avenue (Sekitar Kedubes AS) Pengalihan Arus Berkelanjutan Kendaraan berat dialihkan ke rute Quirino Avenue

Juru bicara Kepolisian Distrik Manila mengimbau warga agar merencanakan perjalanan lebih awal atau mengurungkan niat melintasi pusat kota jika tidak ada urusan mendesak. "Kami meminta pengertian dan kerja sama dari seluruh pengguna jalan demi menjaga ketertiban serta keselamatan bersama selama kegiatan penyampaian pendapat di muka umum ini berlangsung," tegas perwakilan MPD dalam keterangan resminya.

Refleksi Sejarah: Mengapa 21 September Begitu Emosional?

Penutupan jalan di Manila bukan sekadar gangguan arus lalu lintas biasa, melainkan cerminan dari dinamika politik dan sejarah panjang negara tetangga Indonesia ini. Tanggal 21 September memegang catatan kelam dalam sejarah Filipina. Pada tanggal inilah di tahun 1972, Presiden Ferdinand Marcos Sr. menandatangani Proklamasi No. 1081 yang menempatkan seluruh negeri di bawah cengkeraman kediktatoran Darurat Militer.

"Peringatan ini bukan hanya soal mengenang masa lalu yang kelam, tetapi juga tentang memastikan bahwa penindasan atas hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat tidak akan pernah terulang kembali di tanah Filipina," ujar seorang aktivis hak asasi manusia dalam aksi pendahuluan di Manila.

Selama periode Darurat Militer yang berlangsung hingga awal 1980-an, puluhan ribu aktivis, mahasiswa, jurnalis, dan warga sipil ditangkap, dipenjara tanpa proses hukum, hingga menjadi korban penghilangan paksa. Oleh karena itu, setiap tanggal 21 September, jalanan Manila selalu dipenuhi oleh para demonstran yang membawa spanduk bertuliskan "Never Again" (Jangan Pernah Terulang Lagi). Konsentrasi massa yang begitu besar inilah yang menuntut kepolisian bertindak cepat mengamankan lalu lintas.

Antisipasi Keamanan dan Imbauan untuk Warga Kota

Menghadapi potensi kemacetan horor dan kepadatan massa, pemerintah kota Manila beserta personel gabungan telah menyiagakan ratusan petugas lalu lintas dan aparat keamanan di setiap persimpangan strategis. Selain pengalihan jalur kendaraan pribadi, moda transportasi umum seperti jeepney dan bus juga mengalami penyesuaian rute perjalanan secara mendadak.

Bagi para penglaju (commuter) yang mengandalkan angkutan umum, pihak otoritas menyarankan untuk memanfaatkan moda transportasi kereta cepat seperti LRT dan MRT guna menghindari penumpukan kendaraan di jalan raya. Langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisasi kelumpuhan aktivitas ekonomi dan publik di tengah memuncaknya aksi peringatan bersejarah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User