Sep 19, 2026
Hukum

Manila — Anggota Parlemen Filipina Desak Proyek LRT-1 Cavite Segera Dibangun

Komitmen di atas kertas dinilai sudah tidak lagi cukup untuk menjawab krisis mobilitas harian masyarakat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dari Las

Manila — Anggota Parlemen Filipina Desak Proyek LRT-1 Cavite Segera Dibangun

Komitmen di atas kertas dinilai sudah tidak lagi cukup untuk menjawab krisis mobilitas harian masyarakat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dari Las Piñas, Mark Anthony Santos, secara terbuka mendesak pemerintah dan pihak pengembang agar segera merealisasikan pembangunan fisik lanjutan pada proyek perpanjangan jalur Light Rail Transit Line 1 (LRT-1) Cavite Extension.

Santos menegaskan bahwa warga di wilayah selatan Metro Manila dan provinsi sekitarnya telah menanti kehadiran stasiun-stasiun baru ini selama bertahun-tahun demi mendapatkan moda transportasi umum yang lebih cepat, aman, dan efisien.

"Komitmen terkait perpanjangan LRT-1 Cavite harus segera melangkah menuju tahap konstruksi nyata di lapangan. Jalur ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat yang mendambakan perjalanan harian bebas macet," ujar Mark Anthony Santos dalam pernyataan resminya.

Kronologi dan Realisasi Jalur LRT-1 Cavite

Proyek perpanjangan LRT-1 Cavite dirancang untuk menghubungkan stasiun eksisting Baclaran di Pasay City hingga ke Bacoor di Cavite. Proyek strategis transportasi massal ini terbagi ke dalam beberapa fase penting:

  1. Fase 1 (Selesai dan Beroperasi Sebagian): Mencakup pembangunan lima stasiun awal dari Redemptorist hingga Dr. Santos (Sucat) yang telah mencatatkan progres signifikan guna melayani komuter harian Parañaque.
  2. Fase 2 (Las Piñas dan Zapote): Tahap lanjutan yang melintasi kawasan padat Las Piñas, di mana pembebasan lahan dan persiapan konstruksi menjadi kunci utama penyelesaian.
  3. Fase 3 (Bacoor, Cavite): Titik akhir jalur perpanjangan yang akan memangkas waktu tempuh Cavite–Manila dari semula hingga dua jam menjadi kurang dari 30 menit.

Anggaran Tersedia, Warga Menuntut Bukti Nyata

Santos menyoroti bahwa alokasi anggaran yang telah disetujui untuk proyek perpanjangan LRT-1 seharusnya langsung diimbangi dengan percepatan pekerjaan sipil. Keterlambatan proyek tidak hanya membebani anggaran publik, namun juga merugikan ribuan pekerja yang setiap hari terjebak kemacetan parah di sepanjang koridor pesisir selatan Manila.

Menurutnya, infrastruktur rel modern adalah tulang punggung ekonomi kawasan pinggiran. Ketika proyek transportasi massal tersendat, biaya hidup masyarakat membengkak akibat tingginya ongkos bahan bakar dan ongkos transportasi alternatif yang tidak terintegrasi.

  • Kapasitas Tambahan: Perpanjangan penuh koridor ini diproyeksikan mampu mengangkut hingga 300.000 penumpang tambahan setiap harinya.
  • Efisiensi Waktu: Mengurangi beban jalan raya utama seperti Emilio Aguinaldo Highway dan Manila-Cavite Toll Expressway (CAVITEX).
  • Dukungan Ekonomi Lokal: Membuka akses pusat bisnis baru di kawasan Las Piñas dan Bacoor.

Harapan Peningkatan Layanan Transportasi Urban

Dengan desakan yang kian menguat dari parlemen dan kelompok masyarakat, Kementerian Transportasi Filipina diharapkan segera mengurai sumbatan logistik dan mempercepat koordinasi dengan konsorsium swasta pelaksana. Santos berharap agar alat berat dan pekerja konstruksi segera terlihat aktif di seluruh segmen jalur yang belum terselesaikan, sehingga target pengoperasian penuh tidak kembali molor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User