Sep 18, 2026
Bangka Belitung

Mahasiswa UMY Kembangkan Empat Program Wisata Budaya Sambirejo Sleman

Kawasan Kalurahan Sambirejo di Kemantren Prambanan, Kabupaten Sleman, selama ini lebih kondang dengan pesona alam nan megah seperti Tebing Breksi dan Candi

Mahasiswa UMY Kembangkan Empat Program Wisata Budaya Sambirejo Sleman

Kawasan Kalurahan Sambirejo di Kemantren Prambanan, Kabupaten Sleman, selama ini lebih kondang dengan pesona alam nan megah seperti Tebing Breksi dan Candi Ijo. Namun, potensi seni dan kebudayaan lokal yang melimpah kerap kali tertutup oleh popularitas destinasi berbasis batuan kapur tersebut. Menangkap peluang emas yang masih tersembunyi ini, sekelompok inovator muda dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) turun tangan secara langsung untuk melakukan diversifikasi sektor pariwisata setempat.

Melalui program pengabdian masyarakat yang terencana matang, tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMY merancang strategi khusus untuk menyulap Sambirejo menjadi destinasi wisata berbasis budaya yang berdaya saing global. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sebuah aksi nyata dalam memberdayakan warga lokal agar mampu mengemas narasi tradisi mereka menjadi daya tarik kelas dunia.

Menggali Potensi Budaya yang Sempat Terlupakan

Sektor pariwisata terbukti menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman. Kendati demikian, ketergantungan pada wisata alam semata memiliki risiko kejenuhan pasar. Sambirejo sebenarnya menyimpan aset budaya yang luar biasa, mulai dari seni pertunjukan tradisional, kerajinan tangan lokal, hingga kuliner khas desa yang autentik.

Melihat kesenjangan antara potensi dan pemasaran, tim UMY merumuskan 4 program strategis yang dirancang untuk memperkuat kapasitas SDM setempat sekaligus memperluas jangkauan promosi. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut kebudayaan lokal yang berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

Empat Pilar Utama Pembaharuan Wisata Sambirejo

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UMY membagi fokus kerja ke dalam empat pilar interaktif yang saling mendukung. Setiap program disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan tantangan era digital saat ini.

Nama Program Sasaran Utama Dampak yang Diharapkan
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Pemandu Wisata & Pengelola Homestay Meningkatkan rasa percaya diri warga saat menyambut wisatawan mancanegara.
Digital Cultural Storytelling Pemuda Karang Taruna Menciptakan konten promosi kreatif berbasis narasi sejarah dan budaya lokal.
Revitalisasi Atraksi Seni Tradisional Kelompok Kesenian Desa Menata ulang seni pertunjukan agar lebih atraktif bagi pengunjung modern.
Manajemen Sadar Wisata & Eco-Tourism Pelaku UMKM & Warga Lokal Menciptakan ekosistem wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program pelatihan bahasa asing menjadi salah satu menu utama yang paling diminati warga. Lewat pendekatan yang santai dan berbasis praktik langsung, para pelaku wisata diajarkan istilah-istilah praktis yang sangat berguna ketika berinteraksi dengan pelancong asing.

"Kami tidak ingin Sambirejo hanya dikenal sebagai tempat berswafoto di batu kapur. Sambirejo memiliki jiwa, cerita rakyat, dan kehangatan tradisi yang layak disaksikan dunia. Tugas kami adalah membantu warga menceritakan keindahan itu dengan bahasa yang dipahami secara global," ungkap perwakilan tim pengabdian UMY dengan penuh semangat.

Dampak Positif dan Harapan Masa Depan

Langkah diversifikasi ini terbukti memicu antusiasme tinggi dari masyarakat Kalurahan Sambirejo. Pelaku UMKM lokal kini mulai berani mengemas produk mereka dengan narasi yang menarik, sementara para pemuda desa makin aktif mempromosikan kebudayaan mereka melalui berbagai platform media sosial.

Dengan hadirnya integrasi antara wisata alam dan wisata budaya yang siap pakai, Sambirejo berpeluang besar menjadi percontohan desa wisata mandiri di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberhasilan aksi mahasiswa UMY ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat lokal adalah kunci utama dalam membangun pariwisata berkelanjutan yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User