Dukungan penonton yang memadati ibu kota Spanyol ternyata tak cukup untuk menyelamatkan debut Sirkuit Madring dari gelombang kritik. Gelaran perdana balapan jet darat Formula 1 di lintasan anyar tersebut pada Minggu, 13 September 2026, menyisakan catatan merah terkait minimnya aksi salip-menyalip. Menanggapi riuh kekecewaan dari para jet darat, pihak pengelola Grand Prix Spanyol akhirnya melunak dan menyatakan kesiapannya untuk merombak tata letak lintasan demi menyajikan tontonan yang jauh lebih mendebarkan di masa depan.
Meskipun lanskap sirkuit menawarkan tantangan teknis yang memukau untuk qualifying lap, balapan berdurasi penuh justru terasa monoton. Pengelola berjanji akan mengkaji ulang sejumlah sektor agar dapat menciptakan titik pengereman mendalam (hard braking zone) yang ideal untuk manuver overtaking, tanpa mengorbankan karakter unik lintasan kebanggaan warga Madrid tersebut.
Keluhan Pembalap: Dari Bosan Hingga "Hampir Tertidur"
Kritik tajam mengalir deras tak lama setelah bendera chequered flag dikibarkan. Sejumlah pembalap merasa frustrasi karena terjebak dalam barisan mobil tanpa ada celah nyata untuk melakukan serangan. Pembalap Williams, Alex Albon, secara gamblang menyebutkan bahwa jalannya balapan terasa cukup membosankan karena keterbatasan ruang gerak.
Nada yang lebih menohok datang dari pembalap muda tim Audi, Gabriel Bortoleto. Ia mengaku saking minimnya ketegangan dan aksi saling salip di lintasan lurus, dirinya merasa sangat monoton di balik kemudi.
"Saat lintasan hanya bagus untuk satu putaran kualifikasi, balapan penuh akan terasa sangat menyiksa. Pembalap hanya bisa mengintip dari belakang tanpa benar-benar bisa menusuk ke depan," ujar salah satu pembalap di area paddock.
Usulan Lando Norris dan Suara Sang Juara
Meski mengkritik tajam, para pembalap sebenarnya mengapresiasi tingkat kesulitan sirkuit ini. Juara dunia Lando Norris menilai Madring memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sirkuit terbaik di kalender F1, asalkan ada beberapa bagian yang dieliminasi. Norris secara khusus menyoroti Sektor 3 yang dinilainya terlalu teknis dan justru menghambat aliran kecepatan mobil.
Berikut adalah beberapa catatan masukan dari para pembalap top terkait kondisi Sirkuit Madring:
| Pembalap | Tim | Kritik / Saran Perubahan |
|---|---|---|
| Lando Norris | McLaren | Hapus Tikungan 18 dan 19, ganti dengan trek lurus panjang menuju hairpin. |
| Alex Albon | Williams | Balapan terasa membosankan akibat minimnya celah menyalip. |
| Gabriel Bortoleto | Audi | Ritme balapan terlalu monoton dan kurang tantangan manuver. |
| Kimi Antonelli | Mercedes | Desain sirkuit saat ini membuat pembalap mudah terjebak di dirty air lawan. |
Pemenang balapan seru tersebut, Kimi Antonelli, juga menyuarakan hal serupa. Meski keluar sebagai yang tercepat, ia mengakui bahwa meraih posisi terdepan lebih banyak ditentukan oleh strategi pit dan posisi kualifikasi ketimbang manuver murni di atas trek.
"Ada beberapa tikungan yang memang perlu diubah untuk menciptakan lebih banyak peluang menyalip. Saat ini, lintasan memang luar biasa indah untuk satu putaran cepat, tetapi dalam balapan nyata, Anda hanya akan terjebak di belakang mobil lain," tegas Kimi Antonelli saat sesi konferensi pers usai balapan.
Pengelola Janji Benahi Layout Tanpa Hilangkan Karakter
Mendengar masukan bertubi-tubi dari para bintang F1, pihak penyelenggara GP Spanyol langsung mengambil sikap terbuka. Perubahan desain sedang didiskusikan bersama tim arsitek sirkuit dan FIA. Rencananya, modifikasi difokuskan pada pemangkasan tikungan lambat yang tidak efektif dan memperpanjang zona DRS (Drag Reduction System).
Langkah cepat ini diambil agar GP Spanyol di Sirkuit Madring tidak hanya menjadi megah secara visual, namun juga menghadirkan balapan berkelas dunia yang memanjakan para penggemar balap di seluruh jagat raya.
Comments (0)