Drama keluarga papan atas Hollywood kembali menyita perhatian publik internasional. Maddox Jolie-Pitt, putra tertua dari mantan pasangan superstar Angelina Jolie dan Brad Pitt, secara mengejutkan mengambil langkah hukum yang sangat tegas. Pemuda yang kini mulai menginjak usia dewasa tersebut memilih untuk menghapus secara resmi nama Pitt dari identitas hukumnya. Langkah ini seolah menjadi simbol keretakan yang tak lagi bisa diperbaiki antara sang anak dengan ayah kandungnya.
Selama bertahun-tahun, publik mengenal enam anak pasangan "Brangelina" dengan nama belakang gabungan Jolie-Pitt. Namun, keputusan Maddox untuk hanya menggunakan nama Jolie di berbagai dokumen non-hukum sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Kini, tindakan legal tersebut mengonfirmasi secara resmi posisi politik emosional Maddox di tengah konflik perceraian orang tuanya yang serba sengit dan berlarut-larut.
Keputusan Legal dan Penegasan Identitas Baru
Sumber terdekat yang memahami dinamika keluarga tersebut mengungkapkan bahwa Maddox tidak pernah ragu dengan keputusannya. Pemuda yang sempat menempuh pendidikan perguruan tinggi di Korea Selatan ini sudah mantap dengan pilihannya untuk sepenuhnya mengidentifikasikan diri bersama sang ibu.
"Maddox tidak menggunakan nama Pitt pada dokumen apa pun yang sifatnya tidak resmi. Dia selalu memakai nama Jolie. Maddox ingin mengubah nama belakangnya secara legal menjadi Jolie, sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu didukung oleh Angelina,"
Meskipun Angelina Jolie dikabarkan tidak sepenuhnya mendorong keputusan ini demi menghindari kesan memprovokasi konflik lebih lanjut, keputusan Maddox dinilai sebagai bentuk independensi seorang anak yang sudah dewasa. Hubungan Maddox dan Brad Pitt dikabarkan mengalami titik terendah sejak insiden di jet pribadi pada tahun 2016 lalu, yang menjadi pemicu utama pecahnya pernikahan Brangelina.
Jejak Konflik Panjang dan Analisis Hubungan Keluarga
Ketegangan antara Brad Pitt dan Maddox bukanlah rahasia umum di industri hiburan. Sejak gugatan perceraian diajukan pada September 2016, perebutan hak asuh anak menjadi medan pertempuran hukum yang sangat menguras emosi dan finansial. Maddox, yang diadopsi Jolie dari Kamboja pada tahun 2002 dan kemudian diadopsi secara hukum oleh Pitt pada 2006, berada di posisi yang cukup krusial dalam konflik ini.
| Nama Anak | Tahun Adopsi / Lahir | Status Perubahan Nama |
|---|---|---|
| Maddox Chivan | Adopsi 2002 (Jolie), 2006 (Pitt) | Mengajukan secara legal hapus nama Pitt |
| Zahara Marley | Adopsi 2005 (Jolie), 2006 (Pitt) | Mengenalkan diri sebagai Zahara Marley Jolie |
| Shiloh Nouvel | Lahir 2006 | Mengajukan perubahan nama menjadi Shiloh Jolie |
Langkah Maddox ini tampaknya menciptakan efek domino di antara saudara-saudaranya. Publik melihat penanggalan nama "Pitt" bukan sekadar pergantian dokumen administratif biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap emosional yang mendalam. Hubungan ayah dan anak yang dahulunya tampak hangat saat mereka menghabiskan waktu bersama di berbagai belahan dunia, kini telah berganti menjadi kehampaan komunikasi.
Babak Baru Keputusan Mandiri
Bagi Brad Pitt, keputusan putra tertuanya tentu menjadi pukulan emosional yang berat. Beberapa pengamat Hollywood menilai bahwa langkah Maddox adalah pertanda bahwa generasi pertama anak-anak Brangelina telah menentukan aliansi emosional mereka. Kendati Brad Pitt terus berupaya memperbaiki hubungan dengan anak-anaknya, jarak psikologis yang terbentang selama bertahun-tahun tampaknya terlalu sulit untuk dijembatani dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Maddox kini fokus melanjutkan kehidupannya sendiri tanpa bayang-bayang nama besar ayahnya. Penanggulangan nama belakang ini menandai awal dari babak baru kehidupannya sebagai seorang dewasa yang mandiri. Keretakan keluarga glamour Hollywood ini membuktikan bahwa di balik kemewahan karpet merah, konflik keluarga tetap membawa luka mendalam bagi anak-anak yang terlibat.
Comments (0)