Kekesalan warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akhirnya memuncak. Merasa aktivitas sehari-hari dan ibadah mereka terganggu selama berminggu-minggu, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis siang guna memprotes pemadaman listrik sepihak yang kerap terjadi tepat saat azan Magrib berkumandang.
Kondisi listrik yang padam rutin setiap petang ini diketahui telah berlangsung selama hampir satu bulan penuh. Tak hanya mengganggu waktu beribadah dan belajar anak-anak, pemadaman mendadak yang berulang kali terjadi tersebut juga dikeluhkan membuat peralatan elektronik rumah tangga milik warga mengalami kerusakan.
Awal Mula Keluhan: Sebulan Hidup dalam Ketidakpastian
Keresahan warga bermula sejak empat pekan terakhir saat pasokan listrik dari jaringan setempat mendadak anjlok begitu memasuki senja. Sebagian besar warga mengaku heran mengapa pemadaman selalu terjadi pada rentang waktu krusial antara pukul 17.30 hingga 19.30 WIB.
"Kami sudah sangat sabar menunggu perbaikan, tapi setiap Magrib lampu selalu mati pet-petan. Mau salat gelap, anak mau mengaji terganggu, belum lagi kulkas dan televisi banyak yang rusak gara-gara voltase tidak stabil," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat saat berorasi di tengah kerumunan aksi.
Kronologi Aksi Protes Warga Pengkok
Massa yang terdiri dari berbagai kalangan pemuda hingga orang tua bergerak secara tertib untuk menyuarakan aspirasi mereka. Berikut tahapan kronologi jalannya aksi unjuk rasa:
- Pukul 09.00 WIB: Massa mulai berkumpul di balai pertemuan desa sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan perbaikan infrastruktur listrik.
- Pukul 09.45 WIB: Rombongan bergerak menuju kantor unit layanan listrik terdekat untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
- Pukul 10.30 WIB: Perwakilan warga diterima oleh pihak manajemen untuk menggelar audiensi terbuka dan membacakan poin-poin tuntutan.
- Pukul 11.45 WIB: Pertemuan menghasilkan kesepakatan tertulis mengenai komitmen evaluasi jaringan sebelum massa membubarkan diri secara kondusif.
Tuntutan Ganti Rugi dan Jaminan Bebas Padam
Dalam pertemuan mediasi tersebut, koordinator aksi menyerahkan beberapa poin tuntutan utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak penyedia layanan kelistrikan. Warga menegaskan bahwa aksi serupa dengan skala lebih besar akan kembali digelar apabila masalah teknis di lapangan tidak kunjung teratasi dalam hitungan hari.
- Evaluasi dan peremajaan trafo: Meminta peningkatan kapasitas daya dan perbaikan trafo distribusi yang dinilai sudah tidak mampu menampung beban puncak saat petang.
- Kompensasi kerusakan: Menuntut skema tanggung jawab atas alat-alat elektronik milik warga yang rusak akibat tegangan listrik tidak stabil.
- Transparansi informasi: Meminta pemberitahuan resmi dan jelas apabila ada rencana pemeliharaan jaringan secara berkala, bukan pemadaman mendadak.
Pihak manajemen penyedia listrik setempat yang menerima kedatangan warga menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama sebulan terakhir. Tim teknis berjanji segera melakukan penelusuran beban puncak serta pemeliharaan trafo di wilayah Desa Pengkok agar pasokan listrik kembali normal, khususnya menjelang waktu ibadah petang.
Comments (0)