Sebuah ledakan dahsyat mengguncang wilayah selatan Lebanon pada Kamis malam hingga memicu getaran seismik yang cukup kuat. Otoritas militer Israel mengonfirmasi bahwa ledakan besar tersebut berasal dari operasi penghancuran jaringan terowongan strategis milik kelompok Hizbullah yang berakar di perbukitan Ali al-Taher, kawasan Nabatieh.
Saking kuatnya daya ledak yang digunakan, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat adanya aktivitas getaran berkekuatan magnitudo 4,1 di area tersebut. Rekaman visual yang dirilis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperlihatkan bola api raksasa membubung tinggi ke langit malam sesaat setelah sistem terowongan diledakkan.
Kronologi Penghancuran Infrastruktur Bawah Tanah
Operasi militer di punggung bukit Ali al-Taher ini merupakan puncak dari rangkaian serangan darat dan udara yang digencarkan pasukan Israel dalam beberapa pekan terakhir. Berikut urutan peristiwa penting dalam operasi tersebut:
- Penguasaan Area Strategis: Pekan lalu, pasukan infanteri dan lapis baja Israel berhasil menduduki punggung bukit Ali al-Taher setelah memukul mundur milisi Hizbullah melalui kombinasi serangan udara dan tembakan artileri berat.
- Penyisiran Bunker dan Terowongan: Pasukan zeni tempur Israel menemukan kompleks bawah tanah yang sangat luas, termasuk delapan rute terowongan utama yang menghubungkan berbagai posisi tempur di kawasan pegunungan.
- Penyitaan Senjata dan Logistik: Di dalam labirin bawah tanah tersebut, militer menyita puluhan drone peledak, ratusan ranjau darat, serta fasilitas pusat komando milik Unit Badr Hizbullah.
- Penghancuran Skala Penuh: Pada Kamis malam, korps zeni memasang bahan peledak dalam jumlah besar untuk meluluhlantakkan seluruh fasilitas bawah tanah, menghasilkan ledakan masif yang memicu getaran gempa bumi.
Fasilitas Puluhan Tahun Didanai Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menhan Israel Katz menegaskan bahwa jaringan bawah tanah ini dirancang untuk melancarkan serangan lintas batas ke wilayah utara Israel.
"Ini adalah infrastruktur teroris strategis yang dibangun selama lebih dari dua dekade dengan perencanaan dan pendanaan penuh dari Iran. Penghancuran ini melengkapi pencapaian kontrol operasional penuh kami atas punggung bukit Ali al-Taher, baik di atas maupun di bawah tanah," tegas Netanyahu dan Katz dalam pernyataan bersama.
Pihak militer menambahkan bahwa sebagian milisi Hizbullah melarikan diri meninggalkan pos pertahanan mereka saat pasukan mendekat, sementara beberapa lainnya tewas akibat bombardir udara sebelum kompleks berhasil dikuasai sepenuhnya.
Kesaksian Warga dan Dampak Kerusakan
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa getaran hebat dan dentuman menggelegar dirasakan di berbagai penjuru wilayah Nabatieh hingga permukiman di sekitarnya. Kejutan ledakan tersebut mengejutkan warga sipil yang masih bertahan di wilayah konflik.
"Kami sedang duduk di dalam rumah dan tiba-tiba seluruh bangunan berguncang sangat keras. Rasanya seperti gempa bumi dahsyat," ungkap Joelle Fares, salah seorang warga yang baru saja mengungsi ke wilayah Marjayoun.
Operasi penghancuran infrastruktur militer Hizbullah ini merupakan bagian dari ambisi pemerintah Israel untuk mendirikan zona keamanan (security zone) di sepanjang Lebanon selatan, demi menjamin kepulangan ribuan warga Israel utara yang telah dievakuasi sejak konflik memanas.
Comments (0)