Oct 10, 2026
entertainment

Krisjiana Baharudin dan Vasektomi: Ketika Cinta Dipandang Sebelah Mata

Di sudut ruang syuting yang terang, Krisjiana Baharudin duduk tenang. Wajahnya teduh, tetapi ada getaran kecil di nada suaranya ketika membicarakan keputusan yang sempat mengguncang kolom komentar med...

Krisjiana Baharudin dan Vasektomi: Ketika Cinta Dipandang Sebelah Mata

Di sudut ruang syuting yang terang, Krisjiana Baharudin duduk tenang. Wajahnya teduh, tetapi ada getaran kecil di nada suaranya ketika membicarakan keputusan yang sempat mengguncang kolom komentar media sosial. Bukan soal popularitas, bukan soal panggung. Ia bicara tentang sebuah pilihan yang ia ambil bersama istrinya, pedangdut Siti Badriah: vasektomi.

Di balik layar gemerlap hiburan, keputusan itu ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih dalam. Krisjiana mengisahkan bahwa langkah tersebut bukan sekadar prosedur medis, melainkan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang pada keluarga kecilnya. Namun, dunia maya sering kali punya cara sendiri membaca sebuah pengorbanan. Sebagian warganet menuding bahwa ia melakukan vasektomi agar leluasa berselingkuh. Tudingan itu membuatnya tersenyum getir.

“Pikiran sempit seperti itu yang bikin saya sedih. Padahal niatnya murni untuk keluarga,” ujarnya lirih, dikutip dari perbincangan yang ia lakukan dengan awak media.

Sebuah Keputusan yang Lahir dari Cinta

Perjalanan Krisjiana dan Siti Badriah bukanlah kisah yang selalu mulus. Di balik sorotan kamera, pasangan ini melewati banyak momen mengharukan, termasuk ketika mereka memutuskan untuk mengatur jarak kelahiran anak. Vasektomi, bagi Krisjiana, adalah jalan yang mereka pilih bersama setelah melalui diskusi panjang, air mata, dan doa.

“Kami bicara dari hati ke hati. Saya ingin istri saya sehat, saya ingin anak-anak kami tumbuh dengan perhatian penuh,” tuturnya. Ada kelembutan yang ia sembunyikan di balik postur tegapnya. Baginya, menjadi ayah bukan hanya soal menghadirkan anak ke dunia, tetapi juga memastikan setiap anak yang lahir mendapat cinta yang utuh.

Pilihan ini pun tidak datang tanpa rasa takut. Krisjiana mengaku sempat ragu, bukan karena mitos yang beredar, melainkan karena bayangan jarum dan ruang operasi. Namun, ia bangkit dari keraguan itu demi sesuatu yang lebih besar: keluarganya.

Ketika Tudingan Datang Tanpa Dasar

Sayangnya, kabar baik tidak selalu disambut baik. Di media sosial, beberapa warganet justru membangun narasi gelap: bahwa vasektomi adalah tiket untuk bebas dari tanggung jawab, bahkan untuk berselingkuh. Narasi itu menyakitkan, bukan hanya bagi Krisjiana, tetapi juga bagi banyak pria yang memilih langkah serupa karena alasan yang sama tulusnya.

“Saya tidak habis pikir. Kenapa orang bisa berpikir sejauh itu? Padahal ini soal kesehatan istri dan masa depan anak-anak,” katanya. Ia tidak marah. Ia memilih menjelaskan, perlahan, dengan sabar, seperti seseorang yang membuka pintu rumahnya agar orang lain bisa melihat ke dalam.

Dalam perjalanan kariernya, Krisjiana dikenal sebagai sosok yang jarang menanggapi gosip. Namun, kali ini ia merasa perlu bersuara. Bukan untuk membela ego, melainkan untuk meluruskan cara pandang. Ia ingin masyarakat memahami bahwa vasektomi bukan tanda kelemahan atau niat buruk, melainkan salah satu bentuk cinta yang jarang dibicarakan.

Pelajaran dari Sebuah Pilihan Sederhana

Di balik layar, Siti Badriah disebut sebagai sosok yang paling menguatkan. Ia menyaksikan suaminya berjuang melawan stigma, dan ia berdiri di sisinya. Bagi Krisjiana, itulah bukti bahwa keputusan mereka benar. Cinta, katanya, tidak selalu hadir dalam bentuk bunga atau kejutan mahal. Kadang ia hadir dalam bentuk kesediaan menahan rasa sakit demi orang yang dicintai.

Kisah ini menyentuh banyak pasangan. Beberapa pria mengirim pesan pribadi, bercerita bahwa mereka juga memilih vasektomi dan merasakan hal serupa: dipandang aneh, diremehkan, bahkan dituduh yang bukan-bukan. Krisjiana berharap, lewat kisah sederhananya, pandangan itu perlahan berubah.

“Saya hanya ingin jadi suami dan ayah yang baik. Kalau itu dianggap salah, saya tidak tahu lagi apa yang benar,” ujarnya, mengakhiri perbincangan dengan senyum tipis yang menyimpan kelelahan sekaligus keteguhan.

Di ruang syuting yang perlahan kembali sibuk, Krisjiana bersiap untuk pekerjaan berikutnya. Namun, jejak kisahnya tinggal: tentang seorang pria yang memilih jalan sunyi demi keluarga, dan tentang cinta yang berani melawan prasangka. Sebuah inspirasi yang tidak perlu sorotan lampu, cukup dari hati yang tulus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User