Sep 18, 2026
Nasional

KPK Periksa Mantan Dirut Bank BJB Terkait Dugaan Korupsi Iklan

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi saksi bisu langkah tegas penyidik dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang menyeret i

KPK Periksa Mantan Dirut Bank BJB Terkait Dugaan Korupsi Iklan

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi saksi bisu langkah tegas penyidik dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang menyeret institusi perbankan daerah. Penyidik lembaga rasuah baru-baru ini memanggil dan memeriksa mantan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB). Pemanggilan ini dilakukan khusus untuk mendalami dan memperjelas perhitungan kerugian keuangan negara terkait penyimpangan dalam pengadaan serta penempatan iklan dan promosi perusahaan.

Pemeriksaan terhadap mantan pejabat tinggi bank plat merah tersebut dinilai sangat krusial oleh tim penyidik. Kehadirannya diharapkan mampu membongkar alur pembuatan kebijakan, mekanisme penganggaran promosi, hingga proses penunjukan agensi pihak ketiga. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa langkah ini diambil guna memastikan seberapa besar nilai aktual kerugian negara yang ditimbulkan dari praktik yang diduga melanggar hukum tersebut.

Menelisik Modus dan Potensi Kerugian Keuangan Negara

Dugaan skandal dalam penempatan iklan Bank BJB ini menyita perhatian publik karena mengusik dana operasional promosi yang nilainya disinyalir mencapai puluhan miliaran rupiah. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyidik mengendus adanya sejumlah modus penyimpangan, mulai dari dugaan penggelembutan harga (markup) tarif iklan hingga munculnya indikasi penayangan iklan fiktif di berbagai media.

Dalam praktiknya, pengadaan belanja media diduga tidak dilakukan secara langsung melainkan memanfaatkan perusahaan agensi perantara. "Keterangan dari saksi kunci sangat menentukan untuk mencocokkan data transaksi keuangan dengan realisasi penayangan di lapangan," ungkap salah satu sumber yang mengetahui jalannya proses hukum tersebut.

Aspek Analisis Detail Rincian Kasus
Fokus Penyidikan Dugaan penggelembutan anggaran dan penyimpangan pengadaan iklan Bank BJB
Pihak Diperiksa Mantan Direktur Utama & jajaran manajemen terkait Bank BJB
Tujuan Pemeriksaan Finalisasi perhitungan kerugian keuangan negara dan aliran dana (kickback)
Indikasi Pelanggaran Markup tarif iklan, media fiktif, dan pelanggaran tata kelola BUMD

Proses Audit Kerugian Negara dan Pembuktian Hukum

Untuk menetapkan konstruksi hukum yang solid sebelum melangkah ke tahap penetapan tersangka secara menyeluruh, KPK terus berkoordinasi dengan auditor independen negara. Proses Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi instrumen utama dalam penanganan perkara korupsi ini.

Kepastian angka kerugian negara menjadi syarat mutlak untuk memenuhi Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sekaligus menjadi pijakan penting untuk upaya pemulihan aset negara (asset recovery) di masa mendatang.

"Setiap pengeluaran uang negara maupun daerah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan. Pemeriksaan jajaran direksi dilakukan demi memastikan apakah penempatan dana promosi tersebut murni keputusan bisnis yang sah atau terdapat penyalahgunaan wewenang," tegas juru bicara KPK saat menyampaikan keterangan pers.

Dorongan Transparansi Tata Kelola Bank Daerah

Penanganan kasus korupsi belanja promosi di Bank BJB ini menjadi peringatan serius bagi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Tanah Air. Anggaran iklan dan promosi kerap kali dinilai sebagai area abu-abu yang rawan dijadikan celah untuk memutar uang demi kepentingan pribadi maupun kelompok apabila pengawasan internal berjalan longgar.

Masyarakat Jawa Barat dan Banten kini menunggu penuntasan kasus ini secara transparan. Pembenahan tata kelola di tubuh Bank BJB diharapkan dapat segera terealisasi penuh agar kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan terhadap bank pembangunan daerah tetap terjaga secara optimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User