Sep 18, 2026
Hukum

Korsel dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Pelestarian Situs Sejarah Kemerdekaan

Hubungan diplomatik antarnegara kerap kali diukur dari angka-angka perdagangan atau kesepakatan politik pragmatis. Namun, langkah terbaru yang diambil oleh

Korsel dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Pelestarian Situs Sejarah Kemerdekaan

Hubungan diplomatik antarnegara kerap kali diukur dari angka-angka perdagangan atau kesepakatan politik pragmatis. Namun, langkah terbaru yang diambil oleh Korea Selatan dan Kazakhstan membuktikan bahwa ikatan sejarah dan penghormatan terhadap leluhur mampu menjadi jembatan diplomasi yang jauh lebih menyentuh hati. Kedua negara secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk melestarikan situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Korea di tanah Asia Tengah.

Langkah strategis ini dipelopori oleh Kementerian Urusan Veteran Korea Selatan bekerja sama dengan pemerintah Kazakhstan. Kesepakatan ini tidak hanya bertujuan untuk merawat bangunan fisik, tetapi juga memperkuat ingatan kolektif kedua bangsa akan masa-masa sulit pergerakan anti-kolonial Jepang pada awal abad ke-20.

Jejak Kelam dan Perjuangan Koryo-saram di Steppa Asia Tengah

Untuk memahami betapa krusialnya kesepakatan ini, kita perlu memutar kembali jarum sejarah ke tahun 1937. Pada masa pemerintahan Joseph Stalin di Uni Soviet, lebih dari 170.000 etnis Korea yang tinggal di wilayah Timur Jauh Rusia dipindahkan secara paksa ke Asia Tengah, termasuk ke Kazakhstan. Komunitas inilah yang kelak dikenal sebagai Koryo-saram.

Di antara jutaan warga yang terasingkan tersebut, terdapat pejuang-pejuang kemerdekaan Korea yang terus menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajahan Jepang, meski harus hidup ribuan kilometer jauhnya dari tanah air mereka. Tanah Kazakhstan pun menjadi peristirahatan terakhir bagi banyak pahlawan nasional Korea.

Tokoh / Situs Sejarah Lokasi di Kazakhstan Signifikansi Sejarah
Jenderal Hong Beom-do Kyzylorda Komandan perang legendaris Pertempuran Fengwudong (1920). Makam aslinya berada di Kazakhstan sebelum jasadnya dipindahkan ke Korsel pada 2021.
Grave of Gye Bong-woo Kyzylorda Tokoh sejarawan dan pejuang kemerdekaan yang mendokumentasikan perjuangan etnis Korea di pengasingan.
Teater Korea Kyzylorda Almaty / Kyzylorda Pusat kebudayaan dan penyebar semangat kebangsaan warga Koryo-saram selama masa pengasingan.

Langkah Nyata Melawan Lupa: Pemeliharaan dan Riset Bersama

Melalui kesepakatan anyar ini, pemerintah Korea Selatan dan Kazakhstan berkomitmen menjalankan sejumlah program konkret. Fokus utamanya mencakup survei berkala terhadap kondisi makam pahlawan, pemugaran monumen bersejarah, serta digitalisasi arsip-arsip tua yang mencatat aktivitas pergerakan kemerdekaan di Asia Tengah.

Selain itu, kedua negara sepakat untuk menggelar program pertukaran pemuda dan akademisi agar generasi muda tidak kehilangan jejak sejarah bangsa mereka. Memory and identity menjadi kata kunci utama dalam kolaborasi budaya ini.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan mereka yang berkorban demi kemerdekaan. Melalui kerja sama dengan Kazakhstan, kami memastikan bahwa jejak keringat dan darah para pahlawan di steppa Asia Tengah akan terus dirawat dan dihormati oleh generasi mendatang," tegas perwakilan resmi dari pemerintah Korea Selatan.

Kerja sama ini diyakini akan semakin mempererat ikatan emosional antara Seoul dan Astana. Bukan sekadar merawat batu nisan atau naskah kuno, pelestarian ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi atas ketangguhan jiwa manusia dalam mempertahankan identitas bangsa, bahkan di tengah buangan dinginnya tanah steppa Kazakhstan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User