Oct 15, 2026
entertainment

Ketika Aroma Parfum Marc Jacobs x Murakami Berubah Menjadi Hidangan Penutup

Di sebuah ruang pameran yang dipenuhi cahaya lembut dan instalasi bunga raksasa berwarna-warni, seorang pastry chef berdiri termenung di depan sederet botol parfum. Ia mencium aroma floral yang manis,...

Ketika Aroma Parfum Marc Jacobs x Murakami Berubah Menjadi Hidangan Penutup

Di sebuah ruang pameran yang dipenuhi cahaya lembut dan instalasi bunga raksasa berwarna-warni, seorang pastry chef berdiri termenung di depan sederet botol parfum. Ia mencium aroma floral yang manis, segar, dan sedikit tropis dari sebuah varian kolaborasi antara Marc Jacobs dan seniman asal Jepang, Takashi Murakami. Saat itulah sebuah ide gila terlintas: bagaimana jika aroma yang selama ini hanya dinikmati lewat indra penciuman itu bisa dirasakan di lidah?

Gagasan itulah yang kemudian mengisahkan sebuah perjalanan kreatif yang jarang terjadi di dunia kuliner. Bukan sekadar menghadirkan dessert dengan warna mencolok, para kreator di balik proyek ini berjuang menerjemahkan sebuah pengalaman sensorik menjadi sesuatu yang bisa disantap. Mereka menyebutnya sebagai upaya membangun jembatan antara dunia wewangian dan gastronomi, dua dunia yang selama ini berjalan di jalur berbeda namun ternyata memiliki akar yang sama: kenangan dan emosi.

Menangkap Wangi yang Tak Kasat Mata

Bagi orang awam, mengubah aroma menjadi rasa terdengar seperti pekerjaan yang mustahil. Namun bagi mereka yang terbiasa bekerja di dapur eksperimental, setiap wangi menyimpan petunjuk rasa. Aroma bunga melati yang lembut, misalnya, bisa dihadirkan lewat sorbet dengan sentuhan ekstrak elderflower. Sementara nuansa buah pir yang berair dan manis diterjemahkan menjadi mousse ringan dengan lapisan jeli yang berkilau.

"Kami tidak sekadar meniru wanginya, tapi mencoba menangkap momen ketika seseorang pertama kali membuka tutup botol itu. Ada kejutan, ada rasa penasaran, dan itu yang kami bawa ke dalam hidangan," ujar salah satu kreator dalam sebuah sesi uji rasa yang berlangsung intim. Kutipan itu menjadi kunci dari seluruh proses. Mereka menyadari bahwa yang hendak disampaikan bukan hanya rasa manis atau asam, melainkan sebuah narasi yang menyentuh ingatan.

Proses pengembangan resep memakan waktu berbulan-bulan. Puluhan percobaan dilakukan, mulai dari mencampur bunga kering, buah-buahan tropis, hingga rempah yang jarang dipakai di dunia pastry. Beberapa kali hasilnya terlalu pahit, terlalu wangi, atau justru kehilangan karakter. Ada air mata frustrasi, ada pula tawa lega ketika akhirnya satu formula dianggap mendekati sempurna.

Ketika Warna dan Rasa Berbicara dalam Satu Suapan

Kolaborasi Marc Jacobs dan Takashi Murakami memang dikenal lewat permainan warna yang ceria dan berani. Karakter bunga tersenyum khas Murakami hadir di kemasan parfum, memancarkan energi yang riang. Energi itulah yang coba dihadirkan kembali dalam bentuk dessert berlapis warna pastel dan minuman dengan gradasi cerah. Setiap elemen visual dirancang agar tamu merasa sedang memasuki dunia yang penuh keceriaan.

Namun di balik keindahan visualnya, ada kesederhanaan yang menyentuh. Bahan-bahan yang digunakan bukanlah bahan langka yang mahal, melainkan buah dan bunga yang mudah ditemukan di pasar tradisional. "Kami ingin orang sadar bahwa keindahan tidak harus rumit. Bunga sedap malam yang dijual di pinggir jalan pun bisa menjadi bagian dari cerita ini," lanjutnya. Pendekatan itulah yang membuat proyek ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kemewahan yang sulit dijangkau.

Pada akhirnya, kisah dessert dan minuman ini bukan hanya soal inovasi kuliner. Ia adalah pengingat bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari benda yang tak pernah kita bayangkan bisa disentuh lidah. Sebuah perjalanan kreatif yang mengajarkan bahwa aroma dan rasa sesungguhnya adalah dua bahasa berbeda dari satu cerita yang sama: cerita tentang kenangan, kegembiraan, dan keberanian untuk mencoba hal baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User