Sep 19, 2026
Jawa Barat

KARAWANG — Ratusan Warga Cikampek Beritikaf Buru Malam Lailatul Qadar

Suasana syahdu dan penuh ketenangan menyelimuti area Masjid Asy-Syuhada yang berlokasi di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Saat jarum jam menunjuk

KARAWANG — Ratusan Warga Cikampek Beritikaf Buru Malam Lailatul Qadar

Suasana syahdu dan penuh ketenangan menyelimuti area Masjid Asy-Syuhada yang berlokasi di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Saat jarum jam menunjukkan tengah malam di penghujung bulan suci Ramadan, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an terdengar bergema lembut dari dalam ruang utama masjid. Ratusan warga dari berbagai penjuru daerah tampak berkumpul dengan satu tujuan yang sama: menepi sejenak dari hiruk-pikuk duniawi demi meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Pemandangan penuh kekhusyukan ini menjadi rutinitas tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam, khususnya saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Berburu keutamaan malam yang disebut dalam kitab suci sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud permohonan ampunan dan rida dari Allah SWT di penghujung bulan yang suci.

Keheningan Malam yang Penuh Keberkahan di Cikampek

Memasuki malam ke-27 Ramadan, intensitas ibadah jamaah di Masjid Asy-Syuhada semakin meningkat. Karpet-karpet masjid terisi penuh oleh jamaah yang duduk bersimpuh. Ada yang khusyuk memegang mushaf Al-Qur'an, ada pula yang jemarinya tak berhenti menggerakkan bulir-bulir tasbih sambil melantunkan kalimat dzikir dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang jamaah lokal mengungkapkan betapa berharganya momen iktikaf di sepuluh malam terakhir ini. Keheningan malam dimanfaatkan secara maksimal untuk bermunajat dan merenungi perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir.

"Kami rela menahan kantuk dan melupakan sejenak lelahnya aktivitas pekerjaan harian. Berada di dalam rumah Allah pada malam-malam ganjil memberikan kedamaian hati yang tidak bisa dinilai dengan materi. Harapan kami hanya satu, semoga ibadah kami dijangkau oleh keutamaan Lailatul Qadar," ungkap salah satu warga dengan mata yang berkaca-kaca.

Mengapa 10 Malam Terakhir Begitu Spesial?

Iktikaf secara bahasa bermakna berdiam diri dan menetap di suatu tempat. Dalam konteks ibadah Islam, iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui serangkaian amalan khusus. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan untuk lebih mengencangkan ikat pinggang dan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan peningkatan kualitas ibadah.

Secara analitis, terdapat perbedaan signifikan antara pola ibadah harian sepanjang Ramadan dengan fokus ibadah yang dilakukan jamaah saat beriktikaf di 10 malam terakhir:

Parameter Ibadah Hari Biasa Ramadan Iktikaf 10 Malam Terakhir
Lokasi Utama Rumah & Masjid (Kondisional) Menetap di Masjid (Fokus)
Durasi Waktu Terbatas pada waktu salat & tarawih Bermalam (Semalam Suntuk)
Fokus Aktivitas Campuran antara pekerjaan & ibadah Murni Ibadah (Tilawah, Dzikir, Doa)
Target Spiritual Melengkapi Puasa & Tarawih Mengejar Malam Lailatul Qadar

Panduan Amalan Utama Saat Melakukan Iktikaf

Bagi jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah iktikaf di masjid, terdapat beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan sepanjang malam:

  • Membaca Al-Qur'an (Tilawah & Tadabbur): Membaca lembar demi lembar ayat suci beserta maknanya untuk meresapi pesan-pesan ilahi.
  • Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Memohon ampunan atas segala dosa dan khilaf yang pernah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak.
  • Mendirikan Salat Malam (Qiyamul Lail): Melaksanakan salat tahajud, salat hajat, serta salat taubat di sepertiga malam terakhir.
  • Membaca Doa Lailatul Qadar: Secara kontinyu melantunkan doa yang diajarkan Rasulullah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Kehadiran jamaah dari berbagai usia, mulai dari kalangan muda hingga lansia di Masjid Asy-Syuhada Cikampek, memperlihatkan betapa tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi spiritual ini. Harapannya, semangat keagamaan yang terpancar di akhir Ramadan ini tetap terjaga konsistensinya bahkan setelah bulan suci berlalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User