Sep 19, 2026
Nusa Tenggara Barat

JAKARTA — Wamendagri Bima Arya Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kemendagri

JAKARTA — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti kawasan Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (8/9/2026). Wakil Menteri

JAKARTA — Wamendagri Bima Arya Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kemendagri

JAKARTA — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti kawasan Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (8/9/2026). Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menghadiri secara langsung kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid An-Nuur, Jakarta. Agenda keagamaan tahunan ini diikuti oleh lebih dari 1.200 aparatur sipil negara (ASN) serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Kemendagri.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menyampaikan refleksi mendalam mengenai pentingnya keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan roda pemerintahan dan birokrasi modern. Menurut mantan Wali Kota Bogor tersebut, momentum peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar dimaknai sebagai seremonial tahunan, melainkan ajang penguatan moral bagi seluruh pegawai agar bekerja dengan integritas tinggi, transparan, dan mengutamakan pelayanan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

"Kepemimpinan Rasulullah menghadirkan fondasi etika yang tidak pernah lekang oleh zaman. Tugas utama ASN hari ini adalah menafsirkan nilai keteladanan tersebut ke dalam kinerja pelayanan publik yang cepat, akuntabel, serta berorientasi pada solusi," ujar Wamendagri Bima Arya saat memberikan sambutan.

Analisis Kepemimpinan Rasulullah dan Transformasi Birokrasi ASN

Tantangan tata kelola pemerintahan pada tahun 2026 menuntut adaptasi serba cepat terhadap era digitalisasi tanpa mengabaikan aspek moral. Bima Arya menekankan bahwa empat sifat utama kenabian sangat relevan untuk ditransformasikan ke dalam etos kerja seluruh instansi pemerintahan, khususnya di lingkup Kemendagri:

  1. Siddiq (Jujur): Menjadikan kejujuran dan akuntabilitas sebagai standar mutlak dalam pengelolaan anggaran negara serta keterbukaan informasi.
  2. Amanah (Terpercaya): Menjaga komitmen dan kepercayaan publik dengan menuntaskan setiap program kerja tepat waktu dan tepat sasaran.
  3. Tabligh (Komunikatif): Membangun saluran komunikasi publik yang responsif, inklusif, dan bebas dari narasi penyesatan informasi.
  4. Fathonah (Cerdas): Mengembangkan kecerdasan inovatif dan pemanfaatan teknologi digital untuk menyelesaikan persoalan birokrasi yang kompleks.

Bima Arya juga menambahkan bahwa modernisasi sistem birokrasi akan sia-sia jika tidak diimbangi oleh kekuatan karakter pengabdi negara. "Teknologi secanggih apa pun tanpa dilandasi moralitas kepemimpinan hanya akan melahirkan birokrasi yang kaku. Nilai-nilai kenabian adalah kompas moral paling sahih bagi aparatur sipil negara," tegasnya dalam sesi analisis pengarahan.

Relevansi Nilai Kenabian dalam Pelayanan Birokrasi Modern

Untuk memberikan gambaran nyata mengenai operasionalisasi nilai-nilai agama dalam budaya kerja Kemendagri, berikut adalah ringkasan perbandingan transformasi etos kerja ASN:

Sifat Kenabian Nilai Dasar ASN Penerapan Nyata di Kemendagri
Siddiq Integritas Tinggi Pelaporan keuangan 100% transparan dan anti-gratifikasi
Amanah Tanggung Jawab Eksekusi program prioritas daerah sesuai target alokasi dana
Tabligh Keterbukaan Informasi Layanan pengaduan masyarakat cepat tanggap 24 jam
Fathonah Inovasi Digital Pemanfaatan analitik data untuk efisiensi birokrasi daerah

Rangkaian Agenda dan Refleksi Penutup

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nuur Kemendagri diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan ceramah keagamaan, dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa. Antusiasme pegawai Kemendagri terlihat dari padatnya ruang utama hingga selasar masjid sejak pagi hari.

Melalui peringatan ini, Bima Arya berharap seluruh jajaran Kemendagri mampu menjadi penuntun perubahan positif di daerah masing-masing. Dengan kepemimpinan yang berakhlak mulia dan berorientasi pada rakyat, tata kelola pemerintahan nasional diyakini akan semakin kokoh menghadapi tantangan global di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User