Halo pembaca Beritaseputar.com! Suasana di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak berbeda pada Selasa pagi, 1 September 2026. Ratusan umat Islam berkumpul dan memadati halaman Masjid Agung Al Azhar Jakarta untuk melaksanakan Salat Istisqa, yakni salat sunah khusus yang digelar untuk memohon petunjuk dan penurunan hujan di tengah ancaman kekeringan yang melanda ibu kota.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi simbol kepasrahan sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat Jakarta menghadapi fenomena kemarau panjang. Cuaca terik yang menyengat tak menyurutkan niat sekitar 500 jamaah—mulai dari warga sekitar, pengurus yayasan, hingga para pelajar—untuk bersujud bersama di ruang terbuka dengan beralaskan sajadah.
Kronologi dan Suasana Khusyuk Pelaksanaan Ibadah
Prosesi Salat Istisqa berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan. Sejak pukul 07.00 WIB, jamaah sudah mulai berdatangan dan merapatkan barisan di lapangan utama kompleks masjid. Berikut adalah urutan rangkaian kegiatan ibadah yang berlangsung pagi itu:
- Pembukaan dan Pengarahan: Panitia memberikan arahan mengenai tata cara Salat Istisqa yang sedikit berbeda dari salat sunah pada umumnya.
- Pelaksanaan Salat Dua Rakaat: Dilaksanakan secara berjamaah yang dipimpin oleh imam Masjid Agung Al Azhar dengan bacaan surah yang menyentuh hati.
- Penyampaian Khutbah Istisqa: Khatib menyampaikan khutbah yang mengajak umat untuk memperbanyak istighfar, mengintrospeksi diri, dan memohon ampunan atas segala dosa.
- Pemutaran Selendang/Jubah: Sebagai bagian dari sunnah Rasulullah SAW saat Salat Istisqa, khatib membalikkan posisi kain serbannya sebagai simbol harapan terjadinya perubahan kondisi dari kemarau menjadi musim hujan.
- Doa Bersama: Seluruh jamaah menengadahkan tangan dengan khusyuk, melantunkan doa-doa memohon rahmat hujan yang lebat dan membawa keberkahan.
"Salat Istisqa bukan sekadar ritual meminta air turun dari langit, tetapi momen evaluasi diri secara kolektif. Kita memohon agar Allah SWT mencabut marabahaya kemarau ini dan menggantikannya dengan hujan yang membawa keberkahan bagi bumi Jakarta," ujar Ustadz Ahmad Hidayat, salah satu tokoh agama yang hadir di lokasi.
Analisis Dampak Kemarau Panjang di Ibu Kota
Langkah para jamaah menggelar doa bersama ini bukan tanpa alasan kuat. Data meteorologi menunjukkan bahwa kawasan Jabodetabek sedang mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) yang cukup panjang sepanjang kuartal ketiga tahun ini. Suhu udara rata-rata di Jakarta tercatat melonjak hingga 35 derajat Celsius pada siang hari, memicu penurunan kualitas udara dan kelangkaan pasokan air bersih di beberapa wilayah pinggiran.
Berikut adalah tabel perbandingan kondisi cuaca dan dampak musim kemarau di wilayah DKI Jakarta selama beberapa bulan terakhir:
| Parameter Cuaca | Bulan Juli 2026 | Bulan Agustus 2026 | Target/Harapan (Pasca-Doa) |
|---|---|---|---|
| Suhu Rata-rata Siang | 33°C | 35.5°C | 30°C - 31°C |
| Curah Hujan (mm) | 45 mm | 5 mm | > 150 mm (Normal) |
| Indeks Kualitas Udara (AQI) | 120 (Unhealthy) | 165 (Sangat Tidak Sehat) | < 50 (Baik) |
Penurunan curah hujan yang signifikan hingga menyentuh angka 5 mm pada bulan Agustus mendorong masyarakat untuk mengambil tindakan spiritual di samping upaya medis dan lingkungan yang terus dilakukan pemerintah daerah.
Pesan Moral: Menjaga Keseimbangan Alam
Selain fokus pada dimensi ibadah, khutbah yang disampaikan seusai salat juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Umat diimbau untuk tidak menyia-nyiakan penggunaan air bersih sehari-hari dan aktif menanam pohon di lingkungan pemukiman masing-masing.
Dr. Irfan Santoso, pengamat lingkungan hidup yang mengapresiasi kegiatan ini, berpendapat bahwa "Ikhtiar spiritual seperti Salat Istisqa sangat baik untuk membangun kesadaran krisis (crisis awareness) di tengah masyarakat. Namun, hal ini harus diimbangi dengan kebijakan mitigasi perubahan iklim yang nyata dari pemerintah, seperti perluasan ruang terbuka hijau dan pemanenan air hujan."
Pelaksanaan Salat Istisqa di Masjid Al Azhar Jakarta ini diakhiri dengan mushafahah dan ramah tamah antarjamaah. Seluruh peserta berharap agar langit ibu kota segera dicurahi hujan yang membawa kesejukan, kesegaran udara, serta keberkahan bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.
Comments (0)