Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terang-terangan meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan apresiasi nyata berupa kenaikan pangkat kepada anggota Polri yang berprestasi sebagai pelatih atlet nasional. Langkah ini ditegaskan Presiden sebagai bentuk penghormatan negara kepada sosok-sosok di balik layar yang sukses mengharumkan nama Merah Putih di kancah olahraga dunia.
Pernyataan bernada santai namun tegas tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin agenda pelepasan kontingen Indonesia menuju ajang bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Prabowo menekankan bahwa penghargaan tidak semestinya hanya berpusat kepada para atlet peraih medali, melainkan juga harus menyentuh pelatih dan staf pendukung.
Kronologi Permintaan Khusus Presiden kepada Kapolri
Momen menarik ini bermula ketika Presiden Prabowo berinteraksi dengan rombongan atlet dan ofisial. Dalam suasana penuh keakraban, Presiden mendengarkan langsung aspirasi para pelatih yang telah mencurahkan tenaga demi kejayaan olahraga Indonesia namun minim apresiasi jenjang karier.
Berikut alur penyampaian apresiasi yang disampaikan Presiden di Istana Negara:
- Mendengar Curahan Hati Pelatih: Presiden menerima laporan bahwa ada sejumlah pelatih, termasuk perwira polisi, yang sudah bertahun-tahun belum mengalami kenaikan pangkat meski sukses membawa atlet berprestasi.
- Menemukan Kasus Nyata: Presiden mencontohkan seorang anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang mendedikasikan diri penuh sebagai pelatih atlet nasional.
- Membisiki Kapolri: Mengetahui hal tersebut, Presiden Prabowo langsung berbicara empat mata dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di sela acara agar segera memproses kenaikan pangkat perwira tersebut.
"Ya ada yang, 'Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat', termasuk pelatih-pelatih. Ada polisi yang itu AKBP, itu saya bisikin Kapolri, 'naikin pangkat lah, kita jangan pelit, kalau baik kita beri penghormatan'," tegas Presiden Prabowo Subianto di hadapan para atlet dan ofisial.
Prinsip Apresiasi: Negara Tidak Boleh Pelit Penghargaan
Presiden Prabowo menggarisbawahi filosofi penting dalam pembinaan olahraga dan birokrasi, yakni keadilan dalam pemberian penghargaan. Menurutnya, dedikasi seorang pelatih menuntut pengorbanan waktu, strategi, dan mental yang tidak kalah berat dibanding perjuangan atlet di arena tanding.
Tiga poin utama yang ditegaskan Presiden dalam pembinaan insan olahraga meliputi:
- Keadilan Apresiasi: Pelatih dan ofisial merupakan fondasi keberhasilan atlet, sehingga keberhasilan olahraga adalah prestasi kolektif.
- Dorongan Karier: Institusi negara seperti TNI dan Polri didorong memberikan ruang promosi khusus bagi prajurit dan perwira yang berprestasi di bidang olahraga.
- Motivasi Berkelanjutan: Penghargaan yang layak akan memicu lahirnya pelatih-pelatih berkelas dunia yang berkomitmen membina talenta muda Indonesia.
Dukungan Penuh Menuju Asian Games 2026
Acara pelepasan kontingen menuju Asian Games 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memompa moral seluruh anggota kontingen. Presiden berharap seluruh atlet, pelatih, dan ofisial dapat berjuang habis-habisan demi membela martabat bangsa, didukung oleh kepastian apresiasi dari negara setibanya mereka kembali ke Tanah Air.
Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat bagi anggota Polri yang berprestasi sebagai pelatih atlet nasional. Sikap tegas ini diutarakan saat pelepasan kontingen Asian Games 2026 di Istana Negara. Simak laporan lengkapnya di Beritaseputar.com.
Comments (0)