Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Polri Bekali Personel Teknologi AI Cegah Kejahatan Siber

Langkah progresif terus diambil oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi gelombang kejahatan di era digital. Memasuki pertengahan

JAKARTA — Polri Bekali Personel Teknologi AI Cegah Kejahatan Siber

Langkah progresif terus diambil oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi gelombang kejahatan di era digital. Memasuki pertengahan September 2026, Korps Bhayangkara secara resmi menggelar pelatihan khusus kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para personel di jajaran jajaran Polda Metro Jaya. Inisiatif ini diambil sebagai langkah antisipatif menangkal maraknya tindak pidana siber yang kian canggih dan memunculkan pola ancaman baru di tengah masyarakat.

Pelatihan yang dimulai pada Senin, 14 September 2026 di Jakarta ini tidak hanya bertujuan mengasah keterampilan internal aparat kepolisian, tetapi juga membentuk jajaran aparat yang mampu mengedukasi publik. Perkembangan teknologi yang begitu masif dinilai menuntut aparat hukum untuk berada beberapa langkah di depan para pelaku kejahatan digital.

Strategi "Train the Trainer" untuk Edukasi Publik

Menariknya, pembekalan teknologi mutakhir ini mengusung pendekatan unik berbasis penguatan kapasitas internal yang kemudian ditularkan kepada publik luas. Wakaposko Presisi Polri, Brigjen Pol Boro Windu Danandito, menjelaskan bahwa personel yang telah mendapatkan pelatihan akan menjadi ujung tombak atau penyambung lidah dalam menyebarkan pemahaman AI.

“Kami pertama-tama mengajarkan kepada teman-teman kepolisian. Kemudian, personel kepolisian akan mengajarkan pada lingkungan mereka sendiri, mulai dari sekolah, tempat kerja, hingga kelompok masyarakat luas,” ujar Brigjen Pol Boro Windu Danandito saat memberikan keterangannya di Jakarta.

Melalui metode ini, Polri berharap terjadi efek domino positif. Edukasi digital tidak lagi berjalan secara kaku, melainkan bersifat interaktif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda di tingkat sekolah yang rentan menjadi korban maupun pelaku tak sadar kejahatan siber.

Transformasi Kejahatan Siber Berbasis AI

Seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan, lanskap ancaman di dunia maya mengalami perubahan drastis. Penjahat siber kini memanfaatkan algoritma AI untuk melancarkan aksi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi dan sulit dideteksi secara manual. Boro menyoroti beragam potensi kejahatan baru yang perlu diwaspadai bersama, mulai dari perundungan siber (cyberbullying), penipuan daring bermodus manipulasi data, hingga penyebaran paham radikalisme.

Berikut adalah perbandingan ancaman siber konvensional dengan kejahatan modern berbasis AI yang kini menjadi fokus penanganan Polri:

Kategori Kejahatan Bentuk Konvensional Bentuk Berbasis AI (Modern)
Penipuan Daring SMS/Pesan Phishing manual Deepfake suara/video dan manipulasi identitas presisi
Perundungan & Kampanye Hitam Komentar spam & akun bodong manual Bot AI terotomatisasi dengan narasi terarah
Penyebaran Konten Radikal Situs web & pamflet digital sederhana Algoritma pembuat konten berbasis AI yang adaptif

Pemanfaatan kecerdasan buatan oleh kelompok radikal menjadi salah satu isu paling krusial. Konten manipulatif yang dibuat menggunakan AI dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat, sehingga berpotensi memengaruhi cara pandang masyarakat jika tidak diimbangi dengan literasi digital yang kuat. Oleh karena itu, kemampuan personel Polri dalam memetakan dan menangkal pola ini menjadi prioritas utama.

Memperkuat Ketahanan Ekosistem Digital Nasional

Upaya Polri melatih personelnya di jajaran Polda Metro Jaya ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi Polda lainnya di seluruh Indonesia. Dengan pemahaman teknis yang mumpuni, aparat kepolisian diharapkan tidak hanya responsif dalam menindak laporan kasus siber, tetapi juga proaktif melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan sosialisasi.

Langkah strategis ini membuktikan komitmen Polri untuk menciptakan ruang digital yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Penguasaan teknologi AI oleh penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan informasi serta melindungi masyarakat dari berbagai potensi kejahatan siber yang semakin kompleks di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User