Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — Menkop Ferry Ajak DNIKS Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Langkah nyata untuk memperkuat benteng ekonomi akar rumput kembali digelorakan dari pusat ibu kota. Dalam sebuah pertemuan strategis yang penuh kehangatan,

JAKARTA — Menkop Ferry Ajak DNIKS Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Langkah nyata untuk memperkuat benteng ekonomi akar rumput kembali digelorakan dari pusat ibu kota. Dalam sebuah pertemuan strategis yang penuh kehangatan, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi mengajak Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) untuk merapatkan barisan. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai wadah utama menghadirkan kesejahteraan nyata hingga ke pelosok negeri.

Langkah ini dipandang sebagai momentum krusial di mana kebijakan pemerintah tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi meresap hingga ke unit terkecil masyarakat. Dengan basis jaringan sosial yang dimiliki DNIKS dan kelembagaan koperasi yang digagas Kementerian Koperasi, kedua pihak optimistis mampu menciptakan jaring pengaman sosial berbasis ekonomi kerakyatan.

Sinergi Strategis Demi Kesejahteraan Akar Rumput

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai lembaga simpan pinjam konvensional semata. Lebih dari itu, koperasi harus bertransformasi menjadi instrumen negara yang lincah dan berdaya guna dalam mendistribusikan keadilan sosial.

"Koperasi bukan sekadar wadah transaksi ekonomi harian, melainkan benteng utama pertahanan kesejahteraan sosial masyarakat desa. Bersama DNIKS, kita ingin memastikan tidak ada warga desa yang tertinggal dalam arus pembangunan ekonomi nasional," ujar Menkop Ferry Juliantono.

DNIKS yang memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan sosial di Indonesia dinilai memiliki kesamaan visi. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu memperkuat pendampingan komunitas, mengidentifikasi kebutuhan kelompok rentan, serta mengintegrasikan bantuan sosial ke dalam ekosistem koperasi yang produktif dan mandiri.

Transformasi Koperasi Desa Merah Putih

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan yang modern dan terstruktur. Melalui program ini, potensi lokal—mulai dari komoditas pertanian, perikanan, hingga usaha mikro—akan dikelola secara profesional agar memberikan nilai tambah yang maksimal bagi warga lokal.

Untuk memahami perbedaan pendekatan program ini dibanding kelembagaan koperasi tradisional, berikut adalah perbandingan transformasi yang diusung:

Aspek Evaluasi Koperasi Desa Tradisional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Fokus Utama Simpan pinjam terbatas & transaksi lokal Pemberdayaan sosial-ekonomi terpadu
Model Kemitraan Mandiri tanpa sinergi lintas lembaga Kolaborasi strategis pemerintah & DNIKS
Pengelolaan Rantai Pasok Manual & bergantung pada tengkulak Digital terintegrasi langsung ke pasar nasional
Dampak Sosial Terbatas pada anggota aktif Jaring pengaman sosial seluruh warga desa

Membangun Kemandirian Ekonomi Desa yang Berkelanjutan

Penguatan koperasi di tingkat akar rumput ini diharapkan mampu menekan tingkat kemiskinan ekstrem di desa-desa yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas perbankan formal. Dengan hadirnya KDMP yang didukung penuh oleh DNIKS, arus modal dan barang dapat berputar di dalam desa itu sendiri, sehingga mampu menumbuhkan daya beli masyarakat setempat.

Ke depan, pelatihan manajemen usaha, pendampingan digitalisasi, hingga akses permodalan yang inklusif akan disalurkan secara bertahap melalui wadah ini. Pemerintah yakin bahwa kemandirian ekonomi Indonesia hanya bisa terwujud jika fondasi di tingkat desa sudah benar-benar solid dan berdaya tahan tinggi.

"Masa depan ketahanan ekonomi Indonesia sejatinya terletak pada daya tahan dan kemandirian warga di tingkat desa," tegas Ferry penuh optimisme, menutup pertemuan penting tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User