Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Maarten Paes Puji Fanatisme Sepak Bola Indonesia Setara Brasil

Gemuruh teriakan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) selalu berhasil merindingkan siapa saja yang hadir. Lautan merah putih, k

JAKARTA — Maarten Paes Puji Fanatisme Sepak Bola Indonesia Setara Brasil

Gemuruh teriakan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) selalu berhasil merindingkan siapa saja yang hadir. Lautan merah putih, koreografi megah, hingga nyanyian tanpa henti selama 90 menit bukan sekadar hiburan visual, melainkan wujud cinta mendalam masyarakat terhadap si kulit bundar. Atmosfer magis inilah yang dirasakan langsung oleh penjaga gawang naturalisasi Timnas Indonesia, Maarten Paes, hingga membuatnya terperangah takjub.

Kiper yang sehari-hari berlaga di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas ini membagikan pengalamannya yang tak terlupakan sejak resmi mengenakan jersey Garuda di dada. Bagi Paes, kegilaan dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola berada di tingkatan yang sangat langka di dunia.

Pengakuan Jujur di Panggung Internasional

Dalam sebuah wawancara mendalam di kanal YouTube Business of Sport, Maarten Paes blak-blakan mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya sepak bola di Tanah Air. Ia menilai bahwa gairah sepak bola di Indonesia tidak kalah membara jika dibandingkan dengan negara-negara kiblat sepak bola dunia di Amerika Selatan.

"Sepak bola di Indonesia itu benar-benar gila. Jika Anda melihat fanatisme masyarakatnya, rasanya ini sangat setara dengan negara seperti Argentina atau Brasil. Budaya dan gairahnya sungguh luar biasa," ujar Maarten Paes dengan nada penuh kekaguman.

Pernyataan tersebut tentu bukan sekadar isapan jempol belakangan. Paes yang pernah mencicipi atmosfer kompetisi Eropa hingga Amerika Utara mengakui bahwa dukungan publik Indonesia memiliki aura emosional yang sangat kuat dan berbeda dari tempat mana pun yang pernah ia singgahi.

Menjadi Religion Kedua bagi Masyarakat

Perbandingan dengan Argentina dan Brasil bukan tanpa alasan. Di kedua negara Amerika Selatan tersebut, sepak bola kerap dianggap sebagai 'agama kedua' yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Hal serupa dirasakan Paes terjadi di Indonesia. Ketika Timnas Indonesia bertanding, seluruh perhatian jutaan pasang mata mendadak tertuju pada satu titik yang sama.

Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait dampak luar biasa fanatisme suporter terhadap Maarten Paes sejak membela Garuda:

  • Lonjakan Media Sosial: Jumlah pengikut Instagram Paes melonjak drastis hingga mencapai jutaan pengikut hanya dalam hitungan minggu setelah debutnya.
  • Atmosfer SUGBK: Kehadiran lebih dari 70.000 penonton secara langsung menghadirkan tekanan mental bagi tim lawan sekaligus energi ekstra bagi skuad lokal.
  • Dukungan Emosional: Apresiasi fans yang konsisten baik saat tim menang maupun berjuang keras di lapangan.

Tabel Analisis: Perbandingan Atmosfer Sepak Bola Menurut Pengalaman Maarten Paes

Kategori Kompetisi Eropa / MLS Timnas Indonesia
Karakter Penonton Apresiatif & Menghibur Sangat Emosional & Militan
Skala Fanatisme Berfokus pada Klub Lokal Menjadi Pemersatu Seluruh Negara
Dampak Sosial Media Pertumbuhan Organik Standard Eksplosif dan Masif

Bahan Bakar Tambahan untuk Kualifikasi Piala Dunia

Dukungan luar biasa ini diakui Paes menjadi suntikan motivasi utama saat melakoni laga-laga berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Menghadapi negara-negara raksasa Asia, kehadiran suporter sebagai "pemain ke-12" menjadi benteng moral yang amat berharga bagi seluruh penggawa asuhan Shin Tae-yong.

Paes menegaskan bahwa rasa bangga menyelimuti dirinya setiap kali mendengar lagu "Indonesia Pusaka" berkumandang usai pertandingan. Bagi pemain berusia 26 tahun tersebut, fanatisme luar biasa ini bukan menjadi beban, melainkan kehormatan besar yang harus dibayar tuntas dengan penampilan terbaik di atas lapangan hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User