Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — JICAF 2026 Hadirkan Wadah Kolaborasi Kreator dan Industri Kreatif

Dunia seni visual di Tanah Air kembali menggeliat dengan semangat baru. Pameran seni ilustrasi bertaraf internasional, Jakarta Illustration and Creative Ar

JAKARTA — JICAF 2026 Hadirkan Wadah Kolaborasi Kreator dan Industri Kreatif

Dunia seni visual di Tanah Air kembali menggeliat dengan semangat baru. Pameran seni ilustrasi bertaraf internasional, Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026, resmi kembali hadir untuk menyapa para pecinta seni, komunitas, hingga pelaku industri kreatif. Mengusung tema besar "The World We Draw", ajang tahunan ini siap menjadi panggung megah yang menyatukan imajinasi liar para visual artist dengan ekosistem bisnis modern.

Gelaran keempat JICAF ini menandai transformasi penting dalam perjalanan sejarahnya. Dari yang semula berfokus sebagai pasar seni (art fair) konvensional, JICAF kini telah berevolusi menjadi sebuah ruang pertemuan strategis bagi seluruh rantai nilai industri kreatif. Berlokasi di Agora Mall, Jakarta Pusat, konferensi pers yang digelar pada Kamis (17/9/2026) mempertegas komitmen penyelenggara untuk mengikis batasan antara seni murni dan kebutuhan komersial.

Co-Founder dan Fair Director JICAF, Sunny Gho, menjelaskan bahwa tema tahun ini lahir dari pemahaman mendalam tentang karakter unik setiap kreator. Menurutnya, karya ilustrasi bukan sekadar goresan warna di atas kanvas atau layar digital, melainkan sebuah refleksi dari realitas internal sang seniman yang patut diresapi publik.

"‘The World We Draw’ adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak," ungkap Sunny Gho saat menjelaskan visi acara.

Menjembatani Karya Seni dan Peluang Bisnis Modern

Perkembangan industri kreatif di Indonesia menuntut para seniman untuk tidak sekadar berkarya, tetapi juga mampu mengelola Intellectual Property (IP) mereka secara profesional. JICAF 2026 hadir memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan mempertemukan ratusan kreator berbakat secara langsung dengan pemilik merek (brand), agensi komunikasi, serta investor potensial.

Sunny menilai bahwa keterlibatan jenama dan komunitas dalam pameran ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi perekonomian kreatif nasional. "Kami ingin mengedukasi publik dan pasar bahwa ilustrasi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi jika dikelola melalui kolaborasi yang tepat," tambahnya dengan nada optimistis.

Berikut adalah fokus utama pengembangan ekosistem kreatif yang dihadirkan dalam gelaran JICAF 2026:

Pilar Utama Fokus Kegiatan Dampak yang Diharapkan
Kreator Seni Pameran portofolio & live drawing Peningkatan visibilitas & pengakuan publik
Pelaku Industri Business matching & diskusi lisensi IP Terciptanya kolaborasi komersial baru
Komunitas & Audiens Workshop interaktif & seminar kreatif Peningkatan literasi seni visual masyarakat

Ruang Ekspresi Tanpa Batas bagi Visual Artist

Melalui konsep The World We Draw, audiens diajak untuk menjelajahi berbagai perspektif visual yang belum pernah terungkap sebelumnya. Setiap sudut ruang pameran dirancang khusus agar pengunjung dapat merasakan atmosfer emosional dari tiap ilustrator yang berpartisipasi, menciptakan pengalaman seni yang immersif dan bermakna.

Kehadiran program kolaborasi lintas disiplin menjadi nilai tambah yang membedakan JICAF 2026 dari gelaran tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggara optimistis acara ini dapat menyerap puluhan ribu pengunjung dan memicu lahirnya proyek-proyek kreatif baru yang berdaya saing global. Industri ilustrasi bukan lagi sekadar hobi sampingan, melainkan pilar utama ekonomi kreatif Indonesia yang kian memperhitungkan keberadaan talenta lokal di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User