Sep 19, 2026
Nasional

JAKARTA — ESDM Resmikan Fase FEED Proyek Raksasa LNG Abadi Masela

Langkah besar dalam peta jalan energi nasional kembali terukir di ibu kota. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyaksikan mula

JAKARTA — ESDM Resmikan Fase FEED Proyek Raksasa LNG Abadi Masela

Langkah besar dalam peta jalan energi nasional kembali terukir di ibu kota. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyaksikan mulainya fase Front-End Engineering Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi Blok Masela. Kehadiran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam acara peresmian yang berlangsung megah di Hotel Mulia, Jakarta, menandai komitmen kuat pemerintah dalam mengawal salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terbesar di tanah air.

Acara peresmian yang digelar pada Kamis pekan lalu tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi industri migas nasional dan internasional. Proyek yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan gas bumi Indonesia untuk beberapa dekade mendatang. Memasuki tahap FEED berarti proyek ini kini melangkah ke tahap desain keteknikan terperinci sebelum keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) disepakati.

Langkah Krusial Menuju Ketahanan Energi Nasional

Tahap FEED bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan pilar teknis yang menentukan cetak biru pembangunan fasilitas gas skala global. Dalam fase ini, para insinyur akan merancang fasilitas produksi lepas pantai (offshore), pipa penyalur bawah laut, hingga kilang darat (onshore LNG plant) yang ramah lingkungan.

"Pemerintah berkomitmen penuh mendukung kelancaran Proyek LNG Abadi Masela. Tahap FEED ini merupakan fondasi vital untuk memastikan bahwa konstruksi fisik nantinya dapat berjalan tepat waktu, efisien, dan memenuhi standar keselamatan tertinggi demi ketahanan energi nasional," ujar Tri Winarno di sela-sela peresmian.

Pemerintah optimistis bahwa percepatan proyek ini akan memberikan dampak positif yang masif (multiplier effect) bagi perekonomian lokal di Maluku maupun perekonomian nasional secara keseluruhan. Kebutuhan gas domestik yang terus meningkat membutuhkan jaminan pasokan yang stabil, dan Blok Masela dipandang sebagai solusi strategis jawaban tersebut.

Rincian Nilai Proyek dan Target Produksi

Proyek LNG Abadi Blok Masela menguji skala industri migas tanah air dengan angka investasi yang fantastis dan kapasitas produksi yang raksasa. Konsorsium pengembang yang dipimpin oleh Inpex Masela Ltd bersama Pertamina Hulu Energi dan Petronas telah menyusun rancangan produksi secara matang.

Parameter Proyek Detail Spesifikasi
Total Nilai Investasi Sekitar USD 20 Miliar (Rp 310 Triliun)
Kapasitas Produksi LNG 9,5 Juta Ton per Tahun (MTPA)
Gas Pipa Domestik 150 MMSCFD
Fitur Lingkungan Penerapan Carbon Capture and Storage (CCS)
Lokasi Utama Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku

Dengan target produksi LNG hingga 9,5 juta ton per tahun, proyek ini akan menempatkan Indonesia kembali sebagai salah satu pemain utama pasar LNG global. Selain itu, pasokan gas pipa sebesar 150 MMSCFD dialokasikan khusus untuk mendukung industri dalam negeri dan pembangkit listrik lokal.

Tantangan Geografis dan Komitmen Dekarbonisasi

Mengembangkan lapangan gas di laut dalam wilayah Maluku tentu menghadirkan tantangan teknis tersendiri. Kedalaman laut yang ekstrem dan kondisi cuaca perairan timur Indonesia menuntut penggunaan teknologi lepas pantai tingkat tinggi. Namun, tantangan terbesar industri modern saat ini bukan hanya soal teknis, melainkan juga isu keberlanjutan lingkungan.

Dalam perencanaan desain FEED terbaru ini, konsorsium pengembang secara terintegrasi memasukkan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi ini dirancang untuk menangkap emisi karbon dioksida hasil proses produksi gas dan menyimpannya secara aman di dalam reservoir bawah tanah.

"Keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari besarnya volume gas yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana proyek mampu menekan jejak karbon. Penerapan teknologi CCS di Blok Masela menjadi bukti nyata komitmen Indonesia menuju era transisi energi bersih," ungkap seorang analis industri energi nasional.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain memberikan kepastian pasokan energi, Proyek LNG Abadi diproyeksikan bakal menyerap puluhan ribu tenaga kerja selama masa konstruksi hingga beroperasi penuh. Pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku menyambut baik masuknya tahap FEED ini karena membuka peluang kerja bagi putra-putri daerah serta memacu pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia.

Dengan resminya tahap FEED ini, seluruh pemangku kepentingan berharap proses evaluasi teknis dan finansial berjalan lancar sesuai target, sehingga keputusan final investasi (FID) dapat segera diambil demi terwujudnya kemandirian energi Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User