Sep 19, 2026
Nasional

JAKARTA — Arif Hasibuan Ingatkan Umat Pentingnya Menjaga Cahaya Tauhid

Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di berbagai pelosok nusantara. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh k

JAKARTA — Arif Hasibuan Ingatkan Umat Pentingnya Menjaga Cahaya Tauhid

Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di berbagai pelosok nusantara. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, pesan spiritual yang menyejukkan kembali digaungkan untuk memperkuat benteng keimanan umat. Ketua Mabrur Center Indonesia, Arif D. Hasibuan, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya merawat cahaya tauhid agar tidak padam ditelan arus zaman.

Dalam naskah khutbah yang disampaikannya, pesan ketauhidan bukan sekadar wacana teologis di atas kertas, melainkan fondasi hidup yang menentukan arah pandang seorang Muslim dalam menghadapi berbagai ujian moral, ekonomi, hingga sosial.

Tauhid sebagai Pegangan Utama di Tengah Disrupsi

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup digital membawa dampak ganda bagi masyarakat. Di satu sisi, kemudahan informasi tercipta, namun di sisi lain, potensi degradasi moral dan krisis identitas spiritual kian nyata. Menanggapi fenomena ini, Arif menegaskan bahwa penataan niat dan pemurnian ikhlas hanya kepada Allah SWT merupakan kunci utama kelangsungan hidup yang berkah.

"Cahaya tauhid adalah kompas utama manusia. Ketika gelombang zaman berhembus kencang, hanya tauhid yang kokoh yang sanggup menjaga langkah kita agar tidak tersesat dalam kegelapan," ujar Arif D. Hasibuan dalam keterangannya.

Beliau menambahkan bahwa prinsip dasar tauhid mengajarkan kesadaran penuh bahwa seluruh nikmat, kemudahan, dan perlindungan pada hakikatnya bersumber dari Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, umat diajak untuk senantiasa membasahi lisan dengan tahmid dan istighfar, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat merusak kemurnian akidah.

Manifestasi Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan nilai tauhid tidak terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan mencakup seluruh dimensi kehidupan sosial. Seorang yang memegang teguh keimanan akan menampakkan perilaku yang jujur, peduli terhadap sesama, serta memiliki ketahanan mental yang kuat saat menghadapi cobaan hidup.

Berikut adalah perbandingan ringkas manifestasi tauhid dalam dimensi personal dan sosial:

Dimensi Penerapan Bentuk Pengamalan Utama Dampak Spiritual & Sosial
Personal (Individu) Zikir, doa, dan istiqamah ibadah Ketenangan jiwa dan kesabaran tinggi
Sosial (Masyarakat) Kepedulian sosial dan kejujuran Terciptanya iklim masyarakat yang harmonis

Menurut Arif, merawat cahaya tauhid membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pendidikan agama dalam keluarga, penguatan pengajian di masjid, hingga penyebaran konten dakwah yang santun di media sosial menjadi sarana efektif untuk menjaga api tauhid tetap menyala di hati generasi muda.

Menjaga Ukhuwah dan Istiqamah

Di akhir penyampaiannya, Ketua Mabrur Center Indonesia ini mengimbau seluruh umat Islam untuk terus menjaga persaudaraan (ukhuwah islamiyah) dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Menurutnya, tantangan zaman akan jauh lebih mudah dihadapi jika umat bersatu di atas landasan akidah yang lurus.

Dengan terus memupuk keimanan, diharapkan umat Islam tidak hanya mampu bertahan dari gempuran pemikiran negatif, tetapi juga menjadi rujukan moral dan pembawa kedamaian bagi lingkungan sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User