Aug 25, 2026
entertainment

Instalasi Adi Sundoro: Merayakan Mimpi Anak di Butik BOSS Kidswear

Sore itu, seorang anak perempuan kecil berdiri terpaku cukup lama di depan sebuah karya yang baru saja dipasang. Matanya berbinar, jari-jari mungilnya menunjuk ke arah bentuk-bentuk penuh warna yang m...

Instalasi Adi Sundoro: Merayakan Mimpi Anak di Butik BOSS Kidswear

Sore itu, seorang anak perempuan kecil berdiri terpaku cukup lama di depan sebuah karya yang baru saja dipasang. Matanya berbinar, jari-jari mungilnya menunjuk ke arah bentuk-bentuk penuh warna yang menjulang di sudut ruangan. Sang ibu tersenyum, membiarkan buah hatinya larut dalam imajinasi. Momen sederhana itu menjadi pembuka yang menghangatkan hati bagi hadirnya instalasi seni karya Adi Sundoro, bagian dari pembukaan butik terbaru Bimbi Group yang menghadirkan dedicated area BOSS Kidswear pada 7 Agustus 2026.

Di sudut ruangan yang dirancang khusus itu, karya Adi Sundoro berdiri bukan sekadar sebagai hiasan. Ia menjadi jembatan antara dunia seni dan dunia anak-anak — dua alam yang sesungguhnya berbicara dengan bahasa yang sama: kejujuran, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bermimpi.

Sang Perupa dan Perjalanan Panjangnya

Di balik layar karya yang memukau itu, ada kisah perjuangan seorang perupa yang tidak pernah berhenti percaya pada kekuatan masa kecil. Adi Sundoro mengisahkan, ide instalasi ini lahir dari kenangan masa kecilnya sendiri — tentang halaman rumah yang sederhana, kertas gambar yang penuh coretan, dan mimpi-mimpi besar yang dulu hanya berani ia bisikkan pada bintang.

"Setiap anak lahir dengan imajinasi yang tak berbatas. Karya ini saya persembahkan agar mereka tidak pernah lupa rasanya bermimpi," ujar Adi dengan mata berkaca-kaca.

Perjalanan Adi menekuni seni instalasi tidak selalu mulus. Ada masa ketika karyanya dipandang sebelah mata, ketika ia harus berjuang menghidupi dirinya sambil tetap setia pada panggilan jiwanya. Namun justru dari titik-titik terendah itulah ia bangkit, membawa serta satu keyakinan: seni harus bisa disentuh, dirasakan, dan dijangkau oleh siapa pun — termasuk anak-anak.

Ketika Seni Bertemu Dunia Fesyen Anak

Pembukaan butik terbaru Bimbi Group kali ini terasa berbeda. Alih-alih sekadar memajang koleksi busana anak, dedicated area BOSS Kidswear disulap menjadi ruang pengalaman. Instalasi Adi Sundoro menjadi jantungnya — mengalirkan warna, bentuk, dan cerita ke tengah deretan busana yang tertata rapi.

Bagi Bimbi Group, kolaborasi ini bukan kebetulan. Ada visi yang lebih dalam di baliknya: menghadirkan ruang di mana anak-anak tidak hanya berbelanja, tetapi juga bertumbuh. Fesyen, dalam pandangan mereka, adalah cara anak mengekspresikan dirinya; seni adalah bahasa yang mengajarkan keberanian untuk menjadi diri sendiri.

"Kami ingin setiap anak yang melangkah masuk merasa bahwa mereka berharga, bahwa dunia mereka layak dirayakan," tutur perwakilan Bimbi Group dengan penuh haru.

Para tamu yang hadir pada pembukaan itu tampak larut dalam suasana. Anak-anak berlarian kecil mengelilingi instalasi, sementara para orang tua menyaksikan dengan senyum yang sulit disembunyikan. Ada momen mengharukan ketika seorang ayah menggendong putranya agar bisa melihat karya itu dari ketinggian — seolah ingin mengatakan bahwa mimpi anaknya pun layak dipandang setinggi itu.

Ruang Kecil untuk Mimpi yang Besar

BOSS Kidswear sendiri hadir dengan semangat yang sejalan: busana anak yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman menemani petualangan kecil setiap hari. Di area khusus tersebut, koleksi-koleksinya berdialog dengan instalasi seni — seakan mengingatkan bahwa gaya dan imajinasi bisa tumbuh berdampingan sejak dini.

Bagi Adi Sundoro, melihat anak-anak berinteraksi dengan karyanya adalah hadiah yang tak ternilai. Ia mengisahkan bagaimana seorang anak bertanya kepadanya, apakah dirinya juga bisa membuat karya seperti itu suatu hari nanti. Pertanyaan polos itu, katanya, adalah alasan mengapa ia terus berkarya hingga hari ini.

"Kalau satu anak saja pulang dengan mimpi baru, maka semua perjuangan ini terasa lunas," katanya lirih.

Penutup yang Menyentuh Hati

Ketika lampu-lampu butik mulai redup dan para tamu beranjak pulang, instalasi itu tetap berdiri diam — menyimpan ribuan kemungkinan cerita. Mungkin bagi sebagian orang, ia hanyalah karya seni di sebuah butik. Namun bagi anak-anak yang sempat berdiri di depannya dengan mata berbinar, ia adalah pintu kecil menuju dunia yang lebih besar.

Dan barangkali, di situlah keindahan sesungguhnya: ketika seni, fesyen, dan masa kecil bertemu dalam satu ruang, yang lahir bukan sekadar perayaan, melainkan inspirasi yang akan terus tumbuh — pelan-pelan, dari hati yang paling sederhana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User