Peternakan Inggris tengah menghadapi krisis kesehatan hewan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data pemerintah Inggris menunjukkan jumlah kasus virus bluetongue musim ini melampaui total kasus tiga musim sebelumnya digabung. Wabah ini menyebar lewat gigitan lalat beton (midge) dan mengancam ternak sapi serta domba di seluruh wilayah.
Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra) bersama Animal and Plant Health Agency (APHA) mencatat 2.579 kasus bluetongue di Inggris sejauh ini untuk musim 2026-27 yang berjalan dari 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2027. Angka itu diperbarui pada Sabtu dan menggambarkan lonjakan yang sangat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Lonjakan Kasus Empat Kali Lipat
Dalam tiga bulan pertama musim ini saja, wabah bluetongue telah mencatat lebih dari empat kali lipat jumlah kasus dibandingkan tiga musim sebelumnya secara bersamaan. Pemerintah mencatat 348 kasus di Britania Raya pada musim 2025-26, 163 kasus pada 2024-25, dan 126 kasus pada 2023-24.
Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan, totalnya hanya 637 kasus — jauh di bawah 2.579 kasus yang tercatat musim ini. Pemerintah mendefinisikan satu kasus sebagai satu properti peternakan tempat bluetongue dikonfirmasi keberadaannya.
“Kasus musim ini telah melampaui total gabungan tiga musim sebelumnya, menandai perkembangan yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dalam penyebaran bluetongue di Inggris,”
Situasi ini memaksa peternak untuk meningkatkan kewaspadaan. Virus ini menyerang sapi, domba, dan ruminan lainnya dengan gejala yang bisa sangat berat.
Gejala yang Mengancam Ternak
Virus bluetongue menyerang sistem kekebalan dan peredaran darah ternak. Sejumlah gejala umum yang muncul antara lain:
- Demam tinggi yang mendadak pada hewan yang terinfeksi
- Pincang dan kesulitan bergerak akibat pembengkakan
- Luka di mulut serta peradangan pada rongga bibir
- Pembengkakan kepala atau lidah, ciri khas yang memberi nama penyakit ini
- Masalah pernapasan pada infeksi berat
- Keguguran, cacat janin, dan kelahiran mati pada ternak betina
- Kematian pada kasus infeksi parah yang tidak tertangani
Virus ini tidak menular ke manusia dan tidak menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan. Namun dampak ekonominya bisa sangat serius bagi peternak, mengingat penurunan produksi susu, berat badan ternak yang menyusut, hingga kehilangan ternak berharga.
Apa Itu Bluetongue dan Bagaimana Menularnya?
Bluetongue adalah penyakit virus yang disebarkan oleh nyamuk beton betina genus Culicoides. Lalat ini menggigit ternak dan menularkan virus dari satu hewan ke hewan lainnya. Penyebaran sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama suhu hangat dan kelembapan tinggi yang memperbanyak populasi lalat penular.
Inggris sendiri sebelumnya relatif aman dari wabah besar bluetongue, tetapi perubahan pola iklim dan mobilitas ternak lintas negara membuat risiko terus meningkat. Para ahli menduga suhu musim panas yang lebih hangat mempercepat siklus hidup lalat penular, sehingga penyebaran virus menjadi jauh lebih cepat.
Tantangan Bagi Peternak Inggris
Bagi peternak, wabah ini berarti pembatasan pergerakan ternak, biaya pengawasan tambahan, dan potensi kerugian finansial yang besar. Pemerintah meminta peternak memantau kesehatan hewan mereka secara ketat dan segera melaporkan gejala mencurigakan kepada otoritas terkait.
Pengendalian bluetongue sejauh ini mengandalkan vaksinasi, pengendalian populasi lalat penular, serta pembatasan perpindahan ternak dari daerah terinfeksi. Namun dengan skala wabah yang belum pernah terjadi ini, upaya tersebut menghadapi tekanan berat.
Kasus-kasus terus bertambah dan musim masih berjalan hingga Juni mendatang, sehingga besar kemungkinan angka 2.579 akan terus meningkat dalam pekan-pekan ke depan.
• 2.579 kasus tercatat musim 2026-27 • Empat kali lipat dari gabungan 3 musim sebelumnya • Menular lewat gigitan lalat beton • Tidak berbahaya bagi manusia Detail lengkap di Beritaseputar.com
Comments (0)