Sep 18, 2026
Hukum

Industri Susu Argentina Kalah Efisien Dibandingkan Uruguay di Pasar Ekspor

Lonjakan permintaan global terhadap komoditas protein hewani saat ini membuka peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi produsen susu di kawasan Amerika S

Industri Susu Argentina Kalah Efisien Dibandingkan Uruguay di Pasar Ekspor

Lonjakan permintaan global terhadap komoditas protein hewani saat ini membuka peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi produsen susu di kawasan Amerika Selatan. Namun, peluang emas ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi rantai pasok. Berdasarkan data perbandingan industri peternakan antara Argentina dan Uruguay, Argentina menghadapi persoalan daya saing serius yang terjadi di luar area peternakan, mulai dari gerbang kandang hingga dermaga pelabuhan.

Secara historis, harga susu mentah (raw milk) di tingkat peternak Argentina tercatat sebagai salah satu yang paling murah di dunia. Ironisnya, ketika produk tersebut diolah menjadi komoditas ekspor seperti susu bubuk utuh atau whole milk powder (LPE), harga jual ekspor Argentina tidak lebih murah dibandingkan negara tetangganya. Hal ini mengonfirmasi adanya distorsi efisiensi dalam rantai pengolahan dan logistik.

Kronologi dan Analisis Rantai Pasok Susu Menuju Pelabuhan

Berdasarkan kajian komparatif data bulanan antara Argentina dan Uruguay mengenai komposisi susu, harga bahan baku, serta nilai ekspor FOB (Free on Board), terdapat sejumlah tahapan krusial yang membentuk struktur biaya akhir:

  1. Kandungan Padatan Susu Mentah: Susu mentah asal Argentina memiliki rata-rata kandungan padatan (solids) yang lebih rendah dibandingkan hasil perahan peternak Uruguay. Akibatnya, industri di Argentina membutuhkan volume cairan susu 3,8 persen lebih banyak untuk menghasilkan satu ton LPE.
  2. Kalkulasi Biaya Bahan Baku Pabrik: Meskipun volume yang dibutuhkan lebih banyak, total biaya bahan baku susu untuk memproduksi satu ton LPE di Argentina rata-rata hanya sebesar US$2.496. Angka ini lebih rendah dibandingkan Uruguay yang mencapai US$2.665 per ton karena harga susu di tingkat peternak Uruguay memang lebih tinggi.
  3. Proses Pengolahan dan Transportasi Pelabuhan: Keunggulan selisih biaya bahan baku yang dimiliki Argentina tergerus saat susu memasuki tahap industrialisasi, pengangkutan antardaerah, hingga penanganan di pelabuhan ekspor.
"Ada anomali struktural yang terjadi begitu susu meninggalkan peternakan hingga tiba di pelabuhan dalam wujud produk olahan ekspor," ungkap laporan analisis pasar peternakan regional.

Tantangan Logistik di Luar Pintu Peternakan

Fakta bahwa harga ekspor produk akhir Argentina berada di level yang serupa atau bahkan kurang kompetitif dibandingkan Uruguay menunjukkan bahwa beban inefisiensi terletak pada sektor hilir. Permasalahan utama mencakup:

  • Tingginya biaya logistik darat dan beban infrastruktur transportasi domestik.
  • Biaya pemrosesan pabrik dan energi yang memangkas marjin keuntungan produsen.
  • Tarif pelabuhan dan birokrasi pengapalan yang memperpanjang waktu tunggu kargo ekspor.

Jika Argentina ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan pasar pangan dunia secara optimal, pembenahan tidak bisa hanya dibebankan kepada peternak dengan menekan harga susu mentah. Pemerintah dan pelaku industri wajib memangkas biaya logistik serta meningkatkan modernisasi pabrik pengolahan agar produk susu nasional mampu bersaing secara adil di pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User