Dini hari yang tenang di pesisir utara Kabupaten Indramayu mendadak berubah menjadi mimpi buruk mencekam bagi puluhan keluarga nelayan. Suara teriakan histeris memecah kesunyian malam ketika amukan si jago merah secara tiba-tiba melahap kawasan pemukiman padat penduduk di kawasan Eretan Wetan. Kebakaran dahsyat tersebut meluluhlantakkan bangunan rumah tempat tinggal warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai pelaut.
Peristiwa tragis ini melanda perkampungan nelayan di Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur ini dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan-bangunan di sekitarnya, memicu kepanikan luar biasa di sepanjang garis pantai Eretan.
Kronologi Mencekam dan Angin Laut yang Memperparah Keadaan
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, titik api pertama kali muncul dari salah satu rumah warga menjelang tengah malam. Struktur bangunan rumah yang didominasi bahan semi-permanen dari kayu dan bambu, ditambah dengan jarak antar rumah yang sangat berdempetan, membuat kobaran api melompat dari satu atap ke atap lainnya dalam hitungan menit.
Kondisi ini diperparah oleh hembusan angin laut yang malam itu bertiup cukup kencang. Dalam waktu singkat, bola api raksasa membumbung tinggi ke udara, membakar habis puluhan tempat tinggal serta harta benda yang ada di dalamnya. Warga yang panik berusaha menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang melekat di badan, sembari bergotong-royong memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya sebelum armada pemadam kebakaran tiba.
"Kami sedang tidur nyenyak saat terdengar teriakan kebakaran dari luar. Ketika saya membuka pintu, api sudah membesar di rumah tetangga dan langsung menyambar ke atap rumah saya. Tidak ada harta benda yang sempat diselamatkan, fokus utama kami hanya menyelamatkan anak dan istri," ungkap Sugiono (42), salah satu warga korban kebakaran dengan raut wajah penuh trauma.
Tantangan Pemadaman dan Rincian Dampak Kerusakan
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu yang menerima laporan langsung menerjunkan beberapa unit armada pemadam ke lokasi. Namun, proses pemadaman di pesisir Eretan ini berhadapan dengan kendala teknis yang cukup berat. Akses jalan gang yang sempit serta kerumunan warga yang panik sempat menyulitkan mobil Damkar mendekati titik pusat api.
Setelah berjuang lebih dari tiga jam menembus kobaran api dan asap pekat, petugas bersama warga dan personel TNI-Polri akhirnya berhasil mengendalikan serta memadamkan api menjelang subuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Berikut merupakan estimasi perincian sementara dampak kebakaran di Kampung Nelayan Eretan Wetan:
| Kategori Dampak | Rincian / Data Sementara |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan |
| Jumlah Bangunan Hangus | Puluhan unit rumah (ludes terbakar) |
| Korban Jiwa | Nihil (tidak ada korban jiwa) |
| Dampak Mata Pencaharian | Alat tangkap ikan, jaring, dan mesin perahu terbakar |
| Dugaan Penyebab awal | Korsleting listrik dari salah satu rumah warga |
Mata Pencaharian Nelayan Lumpuh Total
Kebakaran ini tidak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian warga lokal. Kebanyakan warga yang menghuni Blok Prempu 1 merupakan nelayan kecil. Banyak di antara mereka yang kehilangan perlengkapan melaut seperti jaring tangkap, mesin kapal penangkap ikan, hingga mesin pompa yang disimpan di kawasan rumah.
"Semua aset dan alat melaut kami melayang dalam semalam," keluh para nelayan yang kini harus kehilangan tumpuan ekonomi keluarga. Tanpa rumah dan tanpa alat kerja, kehidupan puluhan keluarga pesisir ini kini berada dalam situasi yang sangat kritis.
Pihak Kepolisian Resektor Kandanghaur bersama Tim Inafis Polres Indramayu masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik di salah satu hunian warga.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu bersama Dinas Sosial telah mendirikan posko darurat serta dapur umum di sekitar lokasi bencana. Bantuan berupa tenda pengungsian, pakaian pantas pakai, makanan siap saji, dan obat-obatan mulai disalurkan untuk meringankan beban para korban kebakaran Kampung Nelayan Eretan Wetan tersebut.
Comments (0)