Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 10 September 2026. Sempat dibuka cerah dan meyakinkan di awal sesi, indeks domestik akhirnya melemah tipis 0,14 persen atau turun 9,68 poin ke level 6.668,52 saat bel jeda siang berbunyi.
Koreksi ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar modal yang mulai mengantisipasi eskalasi tensi geopolitik global. Kenaikan harga komoditas energi dunia secara mendadak kembali memicu kekhawatiran atas potensi inflasi global yang berkepanjangan.
Kronologi Pergerakan IHSG Sesi Pertama
Pergerakan indeks saham sepanjang paruh pertama hari ini memperlihatkan dinamika transaksi yang cukup berfluktuasi. Berikut rangkuman tahapan pergerakan IHSG:
- Pukul 09.00 WIB: IHSG mengawali perdagangan dengan optimisme di posisi 6.688,17, mencatatkan kenaikan awal berkat aksi beli selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar.
- Pukul 09.30 - 10.15 WIB: Daya dorong pembeli sempat membawa IHSG menyentuh titik tertinggi harian di level 6.712,50.
- Pukul 10.30 - 11.30 WIB: Tekanan jual mulai meningkat drastis akibat sentimen eksternal, memaksa indeks terperosok hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.655,41.
- Pukul 12.00 WIB: IHSG berhasil sedikit memangkas pelemahan dan ditutup di level 6.668,52 pada akhir sesi pertama perdagangan.
Faktor Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Pemicu utama pelemahan IHSG siang ini datang dari luar negeri. Memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang stabilitas pasar komoditas. Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan melesat menembus level psikologis 100 dolar AS per barel.
Kondisi ini memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kenaikan harga energi yang signifikan dikhawatirkan dapat membebani neraca perdagangan dan menekan margin laba emiten sektor manufaktur serta transportasi.
"Secara teknikal, IHSG hari ini diprakirakan bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700. Kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham yang membuat investor cenderung menahan diri," tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Prospek dan Rekomendasi Sesi Kedua
Menghadapi sesi perdagangan berikutnya, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas global. Meski dibayangi sentimen negatif minyak mentah, rilis data ekonomi domestik yang relatif stabil masih memberikan bantalan penahan agar indeks tidak terkoreksi terlalu dalam.
- Level Support IHSG: Berada di kisaran 6.600 - 6.630.
- Level Resistance IHSG: Berada di rentang 6.700 - 6.720.
- Sektor Potensial: Saham-saham berbasis energi dan pertambangan emas berpotensi mencatatkan penguatan teknikal di tengah kenaikan harga komoditas.
Comments (0)