Aug 25, 2026
Nasional

Habitat Satwa Terdampak Imbas Karhutla di Kalbar, 3 Orang Utan Dievakuasi

Ketiga orang utan itu ikut terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalbar.]]>

Habitat Satwa Terdampak Imbas Karhutla di Kalbar, 3 Orang Utan Dievakuasi

Habitat Satwa Terdampak Imbas Karhutla di Kalbar, 3 Orangutan Dievakuasi

KALIMANTAN BARAT - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus berdampak pada kehidupan satwa liar. Sejumlah habitat satwa terancam akibat kabut asap tebal dan kerusakan ekosistem. Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan lembaga konservasi berhasil mengevakuasi tiga ekor orangutan yang terancam bahaya akibat kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah di provinsi ini.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sustandi, mengatakan evakuasi satwa dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi populasi orangutan yang semakin terdesak akibat perambahan hutan dan kebakaran. "Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Kabut asap sudah mencapai tingkat yang tidak sehat dan beberapa wilayah konservasi terancam terkena dampak langsung kebakaran," ujar Sustandi dalam keterangannya, Kamis (26/9/2023).

Situasi Darurat di Beberapa Wilayah

Sejak awal September 2023, Kalimantan Barat diguncang oleh puluhan titik api yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Kubu Raya, Sambas, dan Sanggau menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pertengahan September, tercatat lebih dari 500 hektare area hutan dan lahan terbakar di provinsi ini.

Kondisi kabut asap yang tebal membuat aktivitas satwa liar terganggu. Beberapa spesies, termasuk orangutan, harus berpindah dari habitat aslinya mencari sumber air dan tempat berlindung yang aman. "Kami melihat beberapa orangutan terlihat stres dan kelaparan karena sumber makanan alami mereka terganggu akibat asap dan kebakaran," jelas Kepala Seksi Konservasi BKSDA Kalimantan Barat, Budi Santoso.

Proses Evakuasi yang Tidak Mudah

Tim evakuasi yang terdiri dari petugas BKSDA dan relawan dari lembaga konservasi Yayasan Palung berhasil menemukan tiga ekor orangutan dalam kondisi terancam di area hutan terbakar. Dua di antaranya merupakan induk dengan anaknya, sedangkan satu lainnya merupakan individu dewasa.

Setelah evakuasi, ketiga orangutan tersebut langsung dibawa ke Pusat Reintroduksi Orangutan di Gunung Palung. Di sana, mereka akan mendapatkan perawatan medis, pemeliharaan gizi, dan rehabilitasi sebelum bisa dilepas kembali ke habitat yang aman.

Upaya Penanggulangan dan Konservasi

Pemerintah daerah bersama BKSDA terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran hutan. Sebanyak 100 petugas pemadam kebakaran dari TNI/Polri, BPBD, dan relawan telah diterjunkan ke titik-titik api. Selain itu, dua unit helikopter juga disiapkan untuk melakukan operasi semprot air dari udara.

"Selain penanganan darurat, kami juga mempersiapkan langkah-langkah jangka panjang. Ini mencakup peningkatan sistem pencegahan kebakaran, restorasi habitat, dan edukasi masyarakat," jelas Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayahnya. "Kami tidak akan mengizinkan praktik yang merusak lingkungan dan membahayakan kehidupan satwa liar," tegasnya.

Kritik terhadap Kinerja Penanggulangan

Di tengah upaya penanganan, sejumlah pihak mengkritisi kinerja pemerintah dalam mengatasi bencana karhutla yang terjadi hampir setiap tahun di Kalimantan. Koordinator Walhi Kalimantan Barat, Rudi, menilai penanganan masih terlambat dan kurakomprehensif.

"Kami melihat pola yang sama setiap tahun. Kebakaran terjadi, evakuasi satwa dilakukan, lalu semua reda tanpa solusi fundamental. Perlu perubahan paradigma dalam penanganan bencana ini," ujar Rudi.

Ia menyoroti pentingnya perlindungan hutan primer dan penegakan hukum terhadap pelaku pembukaan lahan secara ilegal. "Tanpa itu, masalah ini akan terus berulang setiap tahun," tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan

Meski menghadapi tantangan besar, pihak terkait optimis dapat mengendalikan situasi. Menurut Sustandi, evakuasi tiga orangutan ini adalah bentuk komitmen melindungi keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat.

"Kami berharap dengan adanya kolaborasi antar pihak, kebakaran dapat segera dikuasai dan satwa liar dapat selamat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian alam," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User