Sep 20, 2026
Nasional

Gibran Tinjau Sekolah Terdampak Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya

Suasana pagi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diselimuti aroma sangit dan pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jarak p

Gibran Tinjau Sekolah Terdampak Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya

Suasana pagi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diselimuti aroma sangit dan pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jarak pandang yang terbatas tidak menyurutkan langkah Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk melihat langsung kondisi anak-anak sekolah yang tetap berjuang menuntut ilmu. Salah satu titik yang dikunjungi adalah SDN 2 Petuk Katimpun, sebuah sekolah yang terletak di kawasan yang cukup terdampak parah oleh paparan asap.

Kedatangan Wapres Gibran yang mendadak ini mengejutkan para siswa dan guru. Mengenakan pakaian dinas lengkap dengan masker pelindung, Gibran berjalan menelusuri selasar sekolah sembari menyapa anak-anak yang tengah duduk di bangku kelas. Kehadiran pemimpin muda ini membawa kehangatan tersendiri di tengah hawa pengap udara Kalimantan yang terkontaminasi partikel berbahaya.

Menembus Pekatnya Asap Demi Anak Bangsa

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gibran tidak sekadar melintas atau melakukan peninjauan formalitas. Ia masuk ke dalam beberapa ruang kelas untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan aman, meskipun dalam segala keterbatasan fasilitas fisik. Ia juga membagikan masker medis berstandar tinggi serta paket bantuan peralatan sekolah secara langsung kepada para murid.

Tak lupa, Wapres menyempatkan diri berdialog singkat dengan beberapa tenaga pengajar untuk menyerap aspirasi terkait kondisi kesehatan mental dan fisik anak-anak selama bencana asap melanda.

"Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kita. Kita tidak boleh membiarkan proses belajar terganggu, namun proteksi terhadap paru-paru mereka harus nomor satu saat kondisi udara memburuk seperti ini," tegas Wapres Gibran Rakabuming Raka di sela-sela peninjauannya.

Evaluasi Dampak Karhutla pada Sektor Pendidikan

Bencana karhutla di Kalimantan Tengah bukanlah fenomena baru, namun dampaknya terhadap sektor pendidikan selalu membutuhkan perhatian ekstra. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir sempat menyentuh level Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat. Kondisi ekstrem ini memaksa pemerintah daerah membuat kebijakan fleksibel terkait jam belajar mengajar.

Berikut adalah perbandingan skema aktivitas sekolah sebelum dan saat bencana kabut asap terjadi di wilayah Palangka Raya:

Parameter Aktivitas Kondisi Udara Normal Saat Kabut Asap Karhutla
Status Kualitas Udara (ISPU) 0 - 50 (Baik) > 150 (Tidak Sehat / Berbahaya)
Jam Pembelajaran Sekolah Penuh (07.00 - 13.00 WIB) Dipersingkat / Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Kegiatan Luar Ruangan Normal (Upacara & Olahraga) Diberhentikan Total

Melihat situasi di atas, penanganan dari hilir seperti pembagian masker medis, penyediaan pemurni udara (air purifier) di ruang kelas, serta penambahan asupan vitamin menjadi hal yang sangat krusial. Sekolah-sekolah seperti SDN 2 Petuk Katimpun membutuhkan support system yang kuat agar para siswa tidak mengalami ketertinggalan kurikulum akibat gangguan iklim ini.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Karhutla

Selain memberikan bantuan langsung di lapangan, kunjungan Gibran juga bertujuan untuk merumuskan langkah taktis bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla setempat. Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pengiriman bantuan helikopter water bombing dan teknologi modifikasi cuaca demi memadamkan titik-titik api utama yang menjadi sumber polusi.

Diharapkan, melalui penanganan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kualitas udara di Kalimantan Tengah dapat segera pulih. Anak-anak di SDN 2 Petuk Katimpun pun bisa kembali menikmati masa sekolah mereka dengan ceria. Semangat belajar yang ditunjukkan para murid di tengah kepungan asap pekat menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kelestarian hutan demi masa depan generasi penerus bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User