Sep 19, 2026
Hukum

FBI Tangkap Buronan Kasus Penipuan Medis Rp2,2 Triliun di Vietnam

Pelarian dramatis seorang pengusaha asal Houston, Texas, akhirnya mencapai ujung jalan. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil membekuk Em

FBI Tangkap Buronan Kasus Penipuan Medis Rp2,2 Triliun di Vietnam

Pelarian dramatis seorang pengusaha asal Houston, Texas, akhirnya mencapai ujung jalan. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil membekuk Emylee Thai di Vietnam setelah wanita tersebut buron selama hampir dua tahun. Thai merupakan figur utama di balik skandal penipuan klaim asuransi kesehatan publik (Medicare) dengan nilai fantastis mencapai 142 juta dolar AS atau setara sekitar Rp2,2 triliun.

Nama Emylee Thai sebelumnya sempat bertengger dalam daftar buronan paling dicari di Amerika Serikat. Keberhasilannya meloloskan diri dari jerat hukum pada 2022 sempat mempermalukan aparat penegak hukum setempat, sebelum akhirnya jejak pelariannya terendus di Asia Tenggara berkat kerja sama intelijen internasional.

Kronologi Pelarian Spektakuler Menembus Batas Negara

Aksi pelarian yang dilakukan Thai tergolong sangat terencana dan terbilang nekat. Sebelum dinyatakan menghilang, ia sebenarnya berada dalam pengawasan ketat aparat dengan status tahanan bersyarat sembari menunggu jadwal persidangan federal di Texas.

  1. Memotong Gelang Pelacak (2022): Thai secara sengaja memotong gelang pemantau elektronik (ankle monitor) yang terpasang di pergelangan kakinya untuk memutus sinyal GPS pelacak aparat.
  2. Memalsukan Identitas: Berbekal dokumen dan identitas palsu, ia mengelabui sistem verifikasi penerbangan domestik maupun internasional.
  3. Kabur Menggunakan Jet Pribadi: Thai menyewa jet pribadi untuk terbang meninggalkan wilayah Amerika Serikat sebelum petugas menyadari hilangnya sinyal tahanan tersebut.
  4. Berpindah-pindah di Asia Tenggara: Selama pelarian, ia terus menyamarkan identitas hingga akhirnya terlacak menetap secara sembunyi-sembunyi di Vietnam.

Modus Skema Tes Genetik dan Praktik Suap

Berdasarkan berkas dakwaan Pengadilan Federal AS, Thai menjalankan bisnis laboratorium medis yang memanfaatkan celah dalam program Medicare. Praktik lancung ini melibatkan jaringan calo dan tenaga medis untuk mengeruk dana bantuan kesehatan masyarakat rentan.

"Terdakwa secara sistematis menagih biaya uji skrining genetik kanker yang sebenarnya tidak pernah dibutuhkan oleh pasien, demi meraup keuntungan pribadi dalam jumlah masif," ungkap perwakilan Departemen Kehakiman AS dalam keterangan resminya.

Modus operandi yang dijalankan oleh sindikat pimpinan Thai mencakup sejumlah pelanggaran berat, antara lain:

  • Membayar komisi rahasia dan uang suap (kickbacks) kepada dokter agar bersedia menandatangani rujukan tes genetik fiktif.
  • Merekrut peserta Medicare lanjut usia tanpa memberi tahu tujuan medis yang sebenarnya dari pengambilan sampel DNA.
  • Mengajukan klaim asuransi bernilai ribuan dolar per pasien untuk prosedur laboratorium yang sama sekali tidak memiliki urgensi klinis.

Ancaman Penjara Puluhan Tahun Menanti

Kini, otoritas federal AS tengah memproses pemulangan Emylee Thai dari Vietnam kembali ke Texas. Setibanya di AS, ia tidak hanya akan menghadapi dakwaan penipuan layanan kesehatan dan pencucian uang, melainkan juga tuduhan tambahan terkait pelanggaran masa jaminan serta pemalsuan dokumen perjalanan internasional. Jika terbukti bersalah atas seluruh dakwaan, Thai berpotensi mendekam di penjara federal selama puluhan tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User