Di Balik Barbel, Air Mata dan Mimpi yang Bangkit
Di sudut ruangan berukuran tidak lebih dari empat kali enam meter itu, Rina m...
Di sudut ruangan berukuran tidak lebih dari empat kali enam meter itu, Rina m...
Di sudut meja riasnya yang mungil, pukul enam pagi belum genap, Naya mencelup...
Di sebuah atelier yang berdiri kokoh di jantung Paris, cahaya pagi menyelinap...
Di sudut kafe kecil di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rina (34) menyesap ko...
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, Rina berdiri mematung. Uap hangat p...
Di sudut kamar berukuran tiga kali empat meter itu, cahaya pagi menyelinap pe...
Di sebuah penginapan sederhana di Bali, ponsel Mongol Stress berdering di ten...
Di sudut ruangan berukuran sederhana dengan cahaya senja yang menyelinap lewa...
Langit Senin pagi di kawasan GPIB Effatha tampak menyelimuti duka yang tak te...
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, udara sejuk dari pendingin ruangan ...
Di sudut ruang tamu yang temaram, Sam Neill duduk dengan secangkir teh herbal...
Di sudut ruang pertemuan yang sunyi, sebuah map usang terbuka perlahan. Di da...
Di sebuah sudut kota, lampu proyektor menyala kembali. Bukan untuk sekadar me...
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, lampu panggung masih menyisakan han...
Udara pagi yang seharusnya cerah terasa berat di TPU Tanah Kusir, Senin (13/7...
Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, seorang gadis belia menggenggam era...