Sep 19, 2026
Nasional

Ekonom Tegaskan Keberhasilan Rekening Massal Bukan Cuma Soal Angka

Langkah pemerintah dan otoritas perbankan dalam menggenjot inklusi keuangan lewat program pembukaan rekening massal patut diacungi jempol. Berbagai kemudah

Ekonom Tegaskan Keberhasilan Rekening Massal Bukan Cuma Soal Angka

Langkah pemerintah dan otoritas perbankan dalam menggenjot inklusi keuangan lewat program pembukaan rekening massal patut diacungi jempol. Berbagai kemudahan pendaftaran digital hingga program tabungan pelajar terus digencarkan di seluruh pelosok Indonesia. Namun, apakah tingginya jumlah buku tabungan yang terbit benar-benar mencerminkan masyarakat yang makin sejahtera dan melek finansial? Peringatan penting datang dari kalangan pengamat ekonomi agar kita tidak terjebak pada euforia statistik semata.

Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan dari program pembukaan rekening massal tidak boleh hanya berpatokan pada kuantitas atau jumlah akun yang berhasil dibuat. Menurutnya, pencapaian target jutaan rekening baru tidak akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian jika rekening-rekening tersebut pada akhirnya berakhir menjadi rekening pasif atau dormant.

"Keberhasilan inklusi keuangan yang sejati terletak pada seberapa aktif masyarakat memanfaatkan layanan perbankan tersebut untuk kegiatan ekonomi produktif, bukan sekadar memiliki kartu ATM yang tersimpan di dalam dompet tanpa transaksi," ujar Fakhrul.

Fenomena rekening tidur memang menjadi tantangan tersendiri dalam program keuangan inklusif. Sering kali, masyarakat membuka rekening hanya demi memenuhi syarat administrasi penerimaan bantuan sosial, program sekolah, atau dorongan kampanye sesaat. Setelah dana bantuan ditarik seluruhnya, rekening tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa ada aktivitas mengendapkan dana maupun transaksi rutin lanjutan.

Kualitas vs Kuantitas: Evaluasi Inklusi Keuangan

Untuk memahami pergeseran fokus yang dibutuhkan dalam kebijakan inklusi keuangan, penting bagi para pemangku kepentingan untuk melihat perbedaan mendasar antara pendekatan kuantitatif yang berfokus pada target angka dan pendekatan kualitatif yang mengedepankan manfaat jangka panjang bagi nasabah.

Parameter Evaluasi Pendekatan Kuantitatif (Lama) Pendekatan Kualitatif (Ideal)
Fokus Utama Jumlah total rekening baru yang terdaftar Tingkat keaktifan transaksi dan saldo rata-rata
Indikator Sukses Tercapainya target 100% pembukaan akun Frekuensi penggunaan bulanan & efisiensi biaya
Dampak Ekonomi Terbatas pada administrasi data perbankan Mendorong perputaran uang & akses modal usaha

Berdasarkan catatan industri perbankan, rasio rekening aktif menjadi kunci vital untuk mengukur efisiensi operasional bank. Memelihara jutaan rekening pasif justru dapat menambah beban biaya teknologi dan administrasi perbankan tanpa memberikan imbal hasil yang sepadan. Oleh karena itu, strategi inklusi keuangan nasional perlu bertransformasi dari sekadar penggenjotan pembukaan akun baru menuju peningkatan pemanfaatan berkelanjutan.

Literasi Finansial dan Ekosistem Digital Jadi Kunci

Guna memastikan program pembukaan rekening massal membuahkan hasil optimal, peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi syarat mutlak. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang mendalam mengenai manfaat menabung jangka panjang, kemudahan transaksi digital, hingga akses perlindungan asuransi dan investasi dasar yang tersedia melalui lembaga perbankan formal.

Selain literasi, penguatan ekosistem digital di tingkat lokal juga sangat menentukan. Ketika UMKM lokal, pasar tradisional, dan penyedia jasa harian telah terintegrasi dengan metode pembayaran digital atau perbankan agen, masyarakat akan secara alami terdorong menggunakan rekening mereka setiap hari. Inklusi keuangan tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya ekosistem ekonomi nyata yang mendukung transaksi harian masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan inklusi keuangan di Indonesia harus diukur dari sejauh mana perbankan mampu mengubah perilaku finansial masyarakat menjadi lebih terencana dan berdaya. Dengan memindahkan fokus dari sekadar mengejar target angka ke peningkatan kualitas penggunaan, program pembukaan rekening massal diharapkan mampu menjadi fondasi yang kokoh bagi pemerataan ekonomi nasional.

Program pembukaan rekening massal dinilai belum cukup jika hanya mengejar target jumlah akun terdaftar. Ekonom mengimbau pentingnya mendorong keaktifan transaksi dan literasi finansial agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User