Desta Jalani Operasi Darah di Lensa Mata Akibat Bola Padel

Suara pukulan raket masih terngiang, tapi yang paling membekas adalah rasa sakit yang tiba-tiba menjalar di mata kirinya. Desta, yang dikenal sebagai sosok penuh semangat di dunia hiburan, tidak perna...

Jul 16, 2026 - 23:03
0 0
Desta Jalani Operasi Darah di Lensa Mata Akibat Bola Padel

Suara pukulan raket masih terngiang, tapi yang paling membekas adalah rasa sakit yang tiba-tiba menjalar di mata kirinya. Desta, yang dikenal sebagai sosok penuh semangat di dunia hiburan, tidak pernah menyangka sebuah permainan padel yang awalnya hanya untuk melepas penat bisa berubah menjadi mimpi buruk. Bola kecil berlapis karet itu melesat cepat, menghantam wajahnya tanpa ampun, dan dalam sekejap pandangannya berubah buram.

Detik Menegangkan di Lapangan

Sore itu, Desta dan rekan-rekannya bermain padel di salah satu pusat olahraga di Jakarta. Padel, olahraga yang menggabungkan tenis dan squash, memang tengah naik daun di kalangan selebritas karena ritmenya yang cepat dan sosial. Namun di tengah reli sengit, sebuah smash keras dari lawan gagal diantisipasi. Bola memantul dari dinding dan tepat mengenai mata kirinya. "Saya langsung menutup mata, rasanya seperti tertusuk," kenangnya, suaranya sedikit bergetar saat menceritakan kembali insiden itu.

Rekan-rekannya segera membawanya ke tepi lapangan. Awalnya Desta mengira hanya benturan ringan, tapi setelah beberapa menit, penglihatannya makin kabur dan muncul bayangan merah di depan mata. Tim medis darurat yang kebetulan berada di lokasi segera memeriksa dan mendapati adanya pendarahan di dalam bola mata. Keputusan cepat diambil: Desta harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Pendarahan di Lensa: Lebih Serius dari yang Dibayangkan

Setibanya di unit gawat darurat, dokter spesialis mata langsung melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk tekanan intraokular dan pencitraan ultrasonografi. Hasilnya menunjukkan adanya hifema traumatik, yaitu penumpukan darah di bilik depan mata, tepat di area lensa. Darah itu tidak hanya mengganggu penglihatan, tapi juga meningkatkan tekanan di dalam mata yang bisa merusak saraf optik jika tidak segera ditangani.

"Kasus seperti ini tidak bisa dibiarkan. Darah harus dikeluarkan agar lensa tetap jernih dan tidak terjadi komplikasi permanen," jelas dr. Andini, spesialis mata yang menangani Desta. Operasi penyedotan darah atau evakuasi hifema pun harus dilakukan secepatnya. Desta hanya bisa pasrah. Dalam hatinya, ia berusaha tetap tenang meski rasa cemas terus menghantui.

Prosedur Operasi dan Harapan Baru

Operasi berlangsung selama kurang lebih 45 menit dengan anestesi lokal. Tim bedah membuat sayatan mikro di kornea untuk memasukkan alat aspirasi yang menyedot darah secara hati-hati tanpa merusak struktur halus di dalam mata. Selama prosedur, Desta tetap sadar meski matanya dibius total. "Saya hanya bisa mendengar suara alat dan instruksi dokter. Rasanya seperti waktu berjalan lambat sekali," tuturnya.

Setelah darah berhasil dibersihkan, dokter memasang pelindung mata untuk mencegah infeksi dan memastikan tidak ada pendarahan ulang. Ketika perban pertama kali dibuka keesokan harinya, Desta mengaku sempat takut. "Saya pelan-pelan buka mata, dan alhamdulillah, saya bisa melihat lagi. Masih agak kabur, tapi sudah jauh lebih baik. Itu momen yang sangat emosional."

Jalan Pemulihan dan Pesan untuk Sesama

Kini Desta harus menjalani serangkaian kontrol rutin dan menghindari aktivitas fisik berat selama dua bulan ke depan. Ia harus disiplin meneteskan obat antiradang dan menghindari paparan sinar terang langsung. Meski jadwal syuting dan kegiatan hiburan harus sedikit tersendat, Desta merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk pulih total.

Dari kamar perawatannya yang sederhana, ia ingin berbagi pesan penting. "Olahraga itu sehat, tapi kita jangan pernah meremehkan perlengkapan pelindung. Kacamata pelindung itu penting, terutama di olahraga raket seperti padel. Saya belajar dengan cara yang keras." Ia juga menekankan betapa berharganya indra penglihatan yang seringkali baru disadari saat hampir hilang.

Cerita Desta menjadi pengingat bahwa di balik tren dan gaya hidup, keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Sorot matanya yang dulu sempat redup kini perlahan kembali bercahaya, siap menyambut proyek-proyek baru dengan perspektif yang jauh lebih dalam tentang arti sebuah kesehatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User